News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kembali Sikapi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Ini Gila, Sadis Banget

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) kembali turun tangan. Ia menyebut kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu sebagai peristiwa sadis.
Rabu, 20 Mei 2026 - 03:39 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) di Gedung Sate, Kota Bandung
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Subang, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi kembali menyikapi kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Kabupaten Indramayu pada Kamis (28/8/2025) malam hari WIB.

Kali ini Dedi Mulyadi menghadirkan Ahmad Khotibul, kuasa hukum yang diduga diperintahkan terdakwa Ririn Rifanto. Tujuannya untuk menguak misteri pelaku kasus pembunuhan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KDM sapaan akrabnya berbagi pandangannya terkait kasus pembunuhan ini. Ia menganggap peristiwa dialami Haji Sahroni dan empat anggota keluarganya tidak boleh dianggap sepele.

"Menurut saya peristiwa yang luar biasa karena udah ngebunuh lima orang," ujar Dedi Mulyadi dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (20/5/2026).

Alasan Dedi Mulyadi Nilai Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Sangat Luar Biasa

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM)
Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Dedi Mulyadi mempunyai alasan terhadap pandangannya. Hal ini tak lepas lantaran semua korban sebagai satu anggota keluarga yang sama.

Gubernur Jabar itu menyoroti aksi pelaku kasus yang masih misteri. Walau begitu, polisi telah menyeret dua terdakwa, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan.

KDM telah memahami betul perkara pembunuhan ini. Ia sebelumnya mengundang beberapa pihak untuk membuka tabir siapa pelaku kasus pembunuhan ini.

Mantan Bupati Purwakarta itu tidak menyangka terhadap aksi pelaku. Aksi pembunuhannya sampai membuat anak korban harus ikut meregang nyawa.

"Ngebunuh bapaknya yang lagi di musholah itu, habis shalat Isya, habis dzikir. Yang kedua, ngebunuh Pak Budi, kemudian ngebunuh istrinya, terus ngebunuh anaknya yang satu lagi masih kecil banget 8 bulan," tuturnya.

Dedi Mulyadi menginginkan kasus pembunuhan ini tidak boleh berlarut-larut. Ia menganggap pelaku pintar dan berpengalaman melancarkan aksinya sehingga harus dihukum secara tegas.

"Ini gila, ini sadis banget," sebutnya.

Ia masih bertanya-tanya kenapa kasus pembunuhan ini masih meninggalkan jejak misteri. Menurutnya, pelaku sudah berpangalaman dan telah memprediksi kasus ini menjadi pusat perhatian publik.

Ia kembali mengingat saat pertama kali menyikapi kasus pembunuhan ini. Ia pernah mengundang Evan, mantan pegawai toko sembako milik Budi Awaludin (40), anak Haji Sahroni (75).

Ia saat itu mempersilakan Evan memberikan kesaksiannya. Mantan pegawai korban mengaku difitnah seolah-olah dirinya adalah pelaku pembunuhan keluarga Haji Sahroni.

Peristiwa itu terjadi saat Evan disuruh menjual sejumlah mobil milik korban. Ironisnya, ia mendapat perintah dari nomor ponsel Budi yang diduga sudah dikendalikan oleh pelaku.

"Dia pintar banget ukuran orang desa membuat kejahatan pembunuhan meninggalkan jejaknya gila menurut saya. Kalau orang lain, HP-nya diambil dan dijual, ini dari HP-nya WA sama Evan suruh gadai mobil," terangnya.

KDM tampaknya mengikuti setiap perkembangan babak baru kasus ini. Hingga kini, sosok pelaku sulit terlacak meski diyakini bahwa dalangnya salah satu yang sudah ditetapkan menjadi terdakwa.

"Menghindari CCTV, menghindari ETLE, menginap di hotel pakai fotokopi KTP yang punya Pak Budi, terus menjauhi CCTV dan ketika di pengadilan dibantah, habis itu mau lari, merubah identitas mau jadi ABK kapal ketangkap. Udah mana ketangkap, di pengadilan bikin dramanya luar biasa," jelasnya sambil sindir salah satu terdakwa.

"Gimana hebat enggak? Luar biasa untuk ukuran orang desa itu sudah luar biasa bikin drama, kemudian ditunjang media sosial," lanjutnya.

KDM Soroti 4 Nama Pelaku Lain yang Disebut Ririn

Ririn Rifanto & Aman Yani dalam kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Ririn Rifanto & Aman Yani dalam kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Pengacara Toni

Lanjut, KDM menyinggung kabar terheboh belakangan ini. Ia mengetahui pengakuan mengejutkan yang dilontarkan Ririn seusai persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu.

Ririn mengungkapkan setidaknya ada empat nama lain. Terdakwa menyebut mereka sebagai pelaku dan salah satu di antaranya adalah otak kasus pembunuhan tersebut.

Empat nama yang disebut Ririn, yakni Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko. Hal ini mendorong KDM mengundang pihak keluarga Aman Yani agar kasus pembunuhan tersebut terbuka secara terang benderang.

"Saya bilang ini orang bohongnya kebangetan. Gila, udah diambil duitnya, dituduh ngebunuh. Nah, tinggal sekarang Aman Yani itu di mana? Kalau saya sih enggak yakin ada, itu tugas polisi," ucapnya.

Kabar Terbaru Nama-nama Lain yang Dianggap Pelaku Pembunuhan

Sementara, Priyo Bagus Setiawan, salah satu terdakwa memberikan pengakuan mengejutkan dalam persidangan di PN Indramayu, Senin (18/5/2026).

Di hadapan majelis hakim, Priyo membahas empat nama lain yang disebut Ririn sebagai pelaku. Ia mengatakan, pengungkapan tersebut sebagai upaya Ririn mengaburkan fakta kasus pembunuhan ini.

Priyo menyampaikan bahwa, nama Aman Yani, Hardi, Yoga, dan Joko bagian dari karangan Ririn. Berdasarkan kronologi kejadian yang diungkap di persidangan sebelumnya, ia mengaku dari hasil imajinasi Ririn.

"Itu hanya karangan Ririn dan ditulis tangan oleh Ririn di lapas," ungkap Priyo.

Terdakwa Priyo bahkan tidak mengetahui siapa empat nama tersebut. Ia memastikan piihak yang melancarkan aksi pembunuhan hanya dirinya dan Ririn sebagai pelaku utamanya.

"Aslinya tidak ada nama itu. Nama-nama itu saya bahkan tidak tahu, itu hanya karangan Ririn. Saya tidak kenal Aman Yani, Hardi itu orangnya tidak ada, Yoga juga orangnya tidak ada, Joko juga tidak ada," jelas Priyo.

Dalam sebuah pernyataan video yang beredar, Priyo mengungkapkan kronologi kasus pembunuhan ini berdasarkan versinya. Peristiwa sadis ini berawal ketika dirinya diimingi-imingi bisnis dan dijanjikan akan mendapatkan uang sekitar ratusan juta rupiah.

Hingga pada akhirnya, Priyo dan Ririn pergi ke toko sembako untuk menghabisi Budi. Selepas itu, mereka menghabisi anggota keluarga lainnya di rumah di Paoman, Indramayu pada Kamis, 28 Agustus 2025 malam hari.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Meydiana Laviola Bawa Merah Putih di Closing Ceremony Asian Games 2026, Kenakan Kebaya Prada Bali

Meydiana Laviola Bawa Merah Putih di Closing Ceremony Asian Games 2026, Kenakan Kebaya Prada Bali

Atlet tenis Indonesia, Meydiana Laviola Reinnamah mendapat kehormatan menjadi pembawa bendera Merah Putih atau flag bearer dalam upacara penutupan Asian Games 2026. Meydiana tampil dalam balutan kebaya merah bermotif Prada Bali.
BPJPH Terbitkan Aturan No 4/2026, Indonesia Halal Watch Peringatkan Risiko Gugatan WTO

BPJPH Terbitkan Aturan No 4/2026, Indonesia Halal Watch Peringatkan Risiko Gugatan WTO

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi menerbitkan Peraturan BPJPH Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pemastian Kesesuaian Produk Halal Luar Negeri yang
Harta Kekayaan Dua Wakil Menteri Keuangan, Harta Luky Alfirman Paling Fantastis

Harta Kekayaan Dua Wakil Menteri Keuangan, Harta Luky Alfirman Paling Fantastis

Berdasarkan data LHKPN di KPK Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman tercatat memiliki harta kekayaan Rp52.827.928.569 atau sekitar Rp52,8 miliar.
Rival Megawati Hangestri Curi Perhatian di Jepang, Dijuluki 'Seperti Aktris'

Rival Megawati Hangestri Curi Perhatian di Jepang, Dijuluki 'Seperti Aktris'

Lee Da-hyeon, rival Megawati Hangestri di V-League, kini membuka petualangan baru di Jepang. Kehadirannya bersama NEC Red Rockets Kawasaki langsung jadi sorotan
Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan, Akademisi Nilai Bisa Percepat Hilirisasi hingga Kemandirian Energi

Bahlil Lahadalia Rangkap Jabatan, Akademisi Nilai Bisa Percepat Hilirisasi hingga Kemandirian Energi

Wahyudi mengatakan posisi Bahlil sebagai Menko sekaligus Menteri ESDM juga membuka peluang mengintegrasikan kebijakan pertambangan, energi, hilirisasi, dan investasi dari hulu hingga hilir. 
Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 5 Oktober 2026: Cancer Full Senyum Masalah Kelar, Scorpio Awas Terprovokasi Kabar Burung

Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 5 Oktober 2026: Cancer Full Senyum Masalah Kelar, Scorpio Awas Terprovokasi Kabar Burung

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Senin, 5 Oktober 2026, membawa energi yang menekankan pentingnya komunikasi terbuka serta keseimbangan ...

Trending

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Hillstate Gelar Uji Tanding Lawan Pink Spiders, Duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson Langsung Turun

Dalam laga uji coba tertutup antara Hyundai Hillstate vs Pink Spider akhir pekan ini, duet Megawati Hangestri dan Jordan Wilson langsung diturunkan bersamaan.
Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Digerebek Polisi saat Pesta Narkoba, Pria Ini Mengaku Mantan Pemain Sepak Bola Liga Indonesia

Satu dari tiga orang tersangka pesta narkoba di Petojo, Jakarta Pusat mengaku kepada polisi kalau dirinya mantan pesepakbola liga Indonesia yakni Persija..
Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Bung Towel Minta FIFA Tak Tugaskan Wasit Korea Selatan untuk Pimpin Final FIFA ASEAN Cup 2026 Antara Timnas Indonesia Vs Thailand

Timnas Indonesia akan menjamu Thailand di babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). 
Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Penilaian Jujur Pevoli Senior Korea soal Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, Beri Peringatan Jelang Debut

Pevoli senior Korea, Kim Hee-jin, memberikan penilaian jujur terhadap Megawati Hangestri yang akan menjalani tantangan baru bersama Hyundai Hillstate. Katanya..
Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Prakiraan Cuaca 4 Oktober 2026, BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Hujan Ringan dan Wilayah Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, danGeofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hari ini beragam, karena transisi dan pengaruh El Nino. Berikut prakiraan cuaca hari ini
Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pengungkapan Kasus Majikan Bakar Sopir Hidup-Hidup di Bali, Polisi: Bos Sumbu Pendek, Jarang Berinteraksi hingga Awalnya untuk Menakut-nakuti

Pihak kepolisian akhirnya mengungkap kasus majikan membakar sopirnya hidup-hidup secara detail. Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, majikan disebut jarang berinteraksi dengan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda Soroti Mitchell Baker usai Cetak Pancagol untuk Timnas Indonesia di Laga Kontra Bangladesh

Media Belanda menyoroti performa Mitchell Baker untuk Timnas Indonesia di laga kontra Bangladesh. Sang striker berusia 19 tahun mencetak pancagol alias lima gol di laga itu.
Selengkapnya

Viral