News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan: Tidak Cukup Jika Ketimpangan Masih Lebar

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, merespons pidato Presiden terkait kondisi ekonomi nasional dengan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang patut diapresiasi.
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:09 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan, merespons pidato Presiden terkait kondisi ekonomi nasional dengan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang patut diapresiasi.

Meskipun membaik, namum menurutnya belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Marwan, selama sekitar tujuh tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata sekitar 5 persen per tahun. Secara kumulatif, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat sekitar 35 persen. Bahkan pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11 persen, salah satu capaian terbaik dalam tiga tahun terakhir.

“Angka pertumbuhan ekonomi kita memang baik dan layak diapresiasi. Tetapi pertanyaan pentingnya adalah: apakah pertumbuhan itu sudah benar-benar dirasakan rakyat kecil? Faktanya, masih banyak petani, nelayan, pekerja informal, dan masyarakat bawah yang hidupnya belum mengalami perubahan signifikan,” ujar Marwan.

Ia menjelaskan, meskipun angka kemiskinan turun menjadi 8,47 persen atau sekitar 23,85 juta orang pada Maret 2025 terendah dalam sejarah laju penurunannya masih sangat lambat.

Sementara itu, tingkat ketimpangan yang tercermin dari rasio Gini masih berada di angka 0,375, menunjukkan distribusi kesejahteraan yang belum merata.

“Pertumbuhan ekonomi selama ini lebih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar, sektor investasi skala besar, dan industri tertentu seperti hilirisasi mineral. Sementara rakyat kecil masih menghadapi persoalan mendasar seperti harga pangan, akses rumah layak, kesehatan, dan pekerjaan yang layak,” katanya.

Marwan menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan model pertumbuhan baru yang lebih inklusif dan berbasis transformasi struktural, yakni pertumbuhan yang tidak hanya mengejar angka statistik, tetapi benar-benar menciptakan pekerjaan produktif, memperkuat ekonomi rakyat, dan meningkatkan kualitas manusia secara berkelanjutan.

Menurutnya, transformasi pertama yang harus dilakukan adalah mendorong pertumbuhan yang lebih berorientasi pada penciptaan lapangan kerja formal atau job-intensive growth.

“Investasi tetap penting, tetapi orientasinya harus diarahkan pada sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja formal seperti manufaktur berbasis sumber daya lokal, agroindustri, industri pangan, ekonomi kreatif, dan UMKM modern. Keberhasilan investasi jangan hanya diukur dari nilai investasinya, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap lapangan pekerjaan dan pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Transformasi kedua, lanjut Marwan, adalah memperluas hilirisasi ekonomi hingga menyentuh sektor rakyat.

“Selama ini hilirisasi identik dengan mineral dan industri besar. Ke depan, hilirisasi juga harus hadir di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan UMKM agar masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi ikut menikmati nilai tambah dari proses pengolahan dan pemasaran,” jelasnya.

Transformasi ketiga adalah percepatan pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, penguasaan teknologi, dan literasi digital.

“Negara-negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan menengah selalu memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas manusianya,” kata Marwan.

Ia juga menekankan pentingnya transformasi keempat, yaitu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu di kota besar. Daerah pertanian harus tumbuh menjadi pusat agroindustri, wilayah pesisir diperkuat sebagai pusat ekonomi maritim, dan daerah wisata harus berkembang dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama ekonomi,” pungkas Marwan.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Muktamar NU, Gus Miftah Kirim Pesan Keras untuk Pemburu Jabatan

Jelang Muktamar NU, Gus Miftah Kirim Pesan Keras untuk Pemburu Jabatan

Dalam tulisan berjudul Istana Menghormati Marwah Ulama, Gus Miftah menyebut keputusan PBNU menggelar muktamar di Tambakberas merupakan langkah kembali ke akar sejarah NU.
Viral Ibu 8 Anak Ogah KB padahal Kondisi Ekonomi Buruk, Netizen: Si Bungsu Beratnya Cuma 2 Kilo!

Viral Ibu 8 Anak Ogah KB padahal Kondisi Ekonomi Buruk, Netizen: Si Bungsu Beratnya Cuma 2 Kilo!

Netizen soroti soal video seorang ibu dengan delapan anak di TikTok. Tak hanya itu, mereka juga menyoroti kondisi bayi bungsu yang beratnya hanya dua kilogram.
Aduh! Persib Bandung Resmi Kembali Masuk Daftar Hitam FIFA, Siapa?

Aduh! Persib Bandung Resmi Kembali Masuk Daftar Hitam FIFA, Siapa?

Di penghujung Senin (10/8/2026) malam, FIFA mencantumkan nama Persib Bandung dalam FIFA Ban Registration List. 
Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul

Mojtaba Khamenei Akhirnya Muncul

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei akhirnya muncul ke depan publik. Hal ini terjadi ketika Mojtaba Khamenei bertemu dengan Presiden Masoud Pezeshkian, Minggu (9/8) guna membahas perkembangan situasi ekonomi, militer dan pertahanan Iran terkini.
Menhut: Presiden Prabowo Beri Dukungan Luar Biasa untuk Restorasi Ekosistem

Menhut: Presiden Prabowo Beri Dukungan Luar Biasa untuk Restorasi Ekosistem

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap upaya restorasi ekosistem di Indonesia.
Pascabencana, Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut Bangun Tanggul Penahan Banjir

Pascabencana, Warga Tapteng Tagih Janji Gubernur Sumut Bangun Tanggul Penahan Banjir

Sejumlah warga korban banjir bandang di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menagih janji Gubernur Sumatra Utara (Sumut).

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.
Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Jakarta dan Bandung Jadi Panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Pemerintah Provinsi Pastikan Kesiapan Stadion Gelora Bung Karno dan Si Jalak Harupat 

Edisi pertama gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 ini akan digelar pada jeda internasional FIFA Matchday, September-Oktober 2026 mendatang.  
Selengkapnya

Viral