GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Alasan Utama Pigai Larang Begal Ditembak Mati: Tidak Mengerti HAM

Baru-baru ini mencuat terkait pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, yang menyatakan begal tidak boleh ditembak mati. Sontak, hal ini
Jumat, 22 Mei 2026 - 15:39 WIB
Menteri HAM, Natalius Pigai.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini mencuat terkait pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, yang menyatakan begal tidak boleh ditembak mati. 

Sontak, hal ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, publik begitu geram dengan begal yang kerap sekali menghilangkan nyawa orang tak bersalah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, sebagian publik mempertanyakan alasan Menteri HAM itu melarang begal ditembak mati.

Baru-baru ini juga, terungkap alasan utama Pigai tidak memperbolehkan begal ditembak. Kata dia, hal tersebut begitu bertentangan secara prinsipil dengan HAM.

"Dalam prinsip hukum internasional, orang yang melakukan kekerasan dan tindakan kekerasan termasuk teroris wajib ditangkap," ujar Pigai mengawali penjelasan, saat diwawancarai wartawan di Kota Bandung, Rabu (20/5/2026).

"Kenapa wajib ditangkap? Ada dua keuntungan. Satu, nyawanya tidak dirampas; kedua, dia adalah sumber informasi. Data, fakta, informasi ada pada dia sehingga penegak hukum bisa menggali data, fakta, informasi dan bisa menyelesaikan pemicunya atau sumbernya," beber Pigai.

Pigai menegaskan, begal tidak boleh ditembak mati meskipun hal ini dilihat dari sudut pandang korban. 

"Ya, kan saya bilang tidak boleh," katanya.

"Masyarakat yang mengiyakan itu masyarakat yang tidak mengerti tentang HAM. Siapa pun tidak boleh merampas hak hidup seorang warga negara tanpa melalui proses dan prosedur hukum yang berlaku dalam sebuah negara. Itu prinsip," jelas Pigai.

Dalam konteks seorang korban terpepet oleh begal, menurut Pigai, aparat harus bisa memastikan adanya stabilitas sehingga masyarakat itu hidup secara bebas.

"Ya, sekarang aparat tingkatkan saja terutama aparat kepolisian memastikan supaya setiap wilayah itu aman, jadi itu merupakan tanggung jawab pemerintah," beber Pigai.

"Saya ini penyidik ya, yang sudah ikut pelatihan. Tidak ada pelajaran dari instruktur yang menyatakan bahwa seorang terkriminal itu [boleh] ditembak mati, karena dia adalah sumber data, dia sumber informasi," jelas Pigai.

Pigai kemudian jelaskan, "Kalau orang tersebut ditembak mati, maka informasi penting hilang." (aag)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramai Keluhan Minyakita Langka di Pasar Jakarta, Dirut Bulog akan Tegur Keras Pimpinan Wilayah DKI-Banten

Ramai Keluhan Minyakita Langka di Pasar Jakarta, Dirut Bulog akan Tegur Keras Pimpinan Wilayah DKI-Banten

Mencuat ramainya keluhan terkait Minyakita langka di Pasar Jakarta. Sontak, jadi perhatian Direktur Utama PT Perum Bulog Letjend TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani
Malaysia Masters 2026: Tersingkir di Babak Perempat Final, Jonatan Christie Langsung Fokus Hadapi Singapura Open

Malaysia Masters 2026: Tersingkir di Babak Perempat Final, Jonatan Christie Langsung Fokus Hadapi Singapura Open

Hasil mengejutkan mewarnai perempat final Malaysia Masters 2026 di sektor tunggal putra setelah Jonatan Christie takluk dari wakil China non Unggulan Hu Zhe An.
Top 3 Sport: Duet Megawati Hangestri Bakal Guncang V-League, hingga Jay Idzes Bikin Sassuolo Rapuh

Top 3 Sport: Duet Megawati Hangestri Bakal Guncang V-League, hingga Jay Idzes Bikin Sassuolo Rapuh

Berita top 3 Sport: duet baru Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, pentingnya Jay Idzes bagi Sassuolo, hingga alasan Mega belum berangkat ke Korea Selatan.
Belum Juga Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Bikin Media Vietnam Was-was Jelang FIFA ASEAN Cup: Garuda Bisa Persulit The Golden Star

Belum Juga Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Bikin Media Vietnam Was-was Jelang FIFA ASEAN Cup: Garuda Bisa Persulit The Golden Star

Timnas Indonesia menjadi sorotan di Asia Tenggara jelang tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Proyek naturalisasi yang terus berjalan membuat sejumlah media asing.
KDM Tak Main-main soal Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Sampai Buat Sayembara Berhadiah Rp750 Juta

KDM Tak Main-main soal Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Sampai Buat Sayembara Berhadiah Rp750 Juta

Gubernur Jabar, Dedi Mulaydi yang akrab disapa KDM tak main-main soal kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu Jawa Barat. KDM sampai gelar sayembara
Indonesia dan China Perkuat Standar Halal lewat Skema TCTP

Indonesia dan China Perkuat Standar Halal lewat Skema TCTP

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan FUIN Halal Certification Center menandatangani Recognition Agreement (RA) sebagai bagian dari penguatan kerja sama industri halal antara Indonesia dan China.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dua remaja yang mengalami luka akibat kecelakaan di Lembang, Bandung Barat dan dilarikan ke rumah sakit
Selengkapnya

Viral