GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Evan Difitnah Pembunuh Satu Keluarga Indramayu Diingat Dedi Mulyadi, Pengacara Ririn: Duga itu Peran Joko

Toni RM, pengacara terdakwa Ririn Rifanto meyakinkan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) soal kejanggalan saat Evan dituduh pembunuh satu keluarga di Indramayu.
Rabu, 27 Mei 2026 - 04:31 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM), Evan mantan pegawai korban pembunuhan satu keluarga Indramayu, dan pengacara terdakwa Ririn Rifanto, Toni RM
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Subang, tvOnenews.com - Pihak terdakwa Ririn Rifanto diundang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadiran kubunya menjelaskan tentang kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu pada Kamis (28/8/2026) malam.

Di hadapan Dedi Mulyadi, kuasa hukum Ririn Rifanto, Toni RM menyoroti kesaksian Evan, mantan pegawai toko milik Budi Awaludin (45), korban pembunuhan keluarga di Indramayu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya kisah Evan difitnah pembunuh satu keluarga selalu menarik perhatian Dedi Mulyadi. Hal ini mendorong Toni RM mengungkap kejanggalan saat Evan dituduh sebagai pelaku kasus ini.

Toni RM menyampaikan kepada KDM terkait kejanggalan dialami Evan. Sebab, Evan sempat mendapat perintah untuk menggadaikan mobil pick up milik Budi Awaludin.

"Belakangan, mobil pick up itu digadaikan oleh Evan, saya menduga yang pura-pura menjadi Budi itu Joko," ujar Toni RM dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube milik Dedi Mulyadi, Rabu (27/5/2026).

Kenapa Pengacara Ririn Rifanto Menduga Joko yang Perintahkan Evan?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menghadirkan Toni RM, pengacara terdakwa Ririn Rifanto
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menghadirkan Toni RM, pengacara terdakwa Ririn Rifanto
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Toni menuturkan kejanggalan yang sudah ditelaah olehnya. Hal ini mengacu dari pesan melalui nomor ponsel Budi kepada Evan.

Sontak, hal ini mendorong Dedi Mulyadi menilai Evan sempat terkecoh. Walau begitu, Evan mulai menyadari ada yang tidak beres dari perintah tersebut.

"Evan terkecoh? Berarti yang menyuruh menggadaikan itu adalah Joko yang ketika ditelepon balik enggak mau angkat," imbuh Dedi Mulyadi sambil keheranan.

Toni mendukung penilaian tersebut. Dalam hal ini, sosok yang memperintahkan Evan untuk menggadaikan mobil pick up milik korban diduga berasal dari Joko.

Kuasa hukum terdakwa Ririn itu mengatakan, kejanggalan tersebut bukan semata spekulasi belaka. Ia mengaku selalu mengamati beberapa fakta dari persidangan di Pengadilan Negeri Indramayu.

Ia mengabarkan bahwa, ponsel milik Evan disita. Tujuannya untuk mengupas misteri sosok yang mengirim pesan perintah menggadaikan mobil pick up kepada mantan pegawai korban.

Ia menyampaikan kejanggalan yang didapatkan olehnya terletak dari penulisan bahasa. Dalam pesan WA tersebut, ada perbedaan bahasa biasa dipakai Budi saat menghubungi Evan.

"WA handphone Evan disita, WA-nya itu masih ada dari WA yang namanya Budi itu beda bahasanya. Ada 'Wes', saya tanya kepada Evan, 'Evan, kalau Budi kalau ngomong wis itu wes apa wis?', tulisannya 'wis'," tutur Toni RM.

Ia justru mempertanyakan apakah Evan menyadari kejanggalan dari pesan tersebut. Namun, mantan anak buah Budi tersebut tidak ingin ambil pusing dan hanya mengklarifikasi menjadi korban difitnah oleh pelaku pembunuhan keluarga Haji Sahroni.

"Tapi saya melihat dari fakta-fakta persidangan ada kejanggalan bahwa itu adalah Budi kan, tapi apa pun itu saya tidak menyalahkan Evan, mungkin SDM berbeda ya Pak Gubernur," jelasnya.

"Saya melihatnya maksudnya ada orang lain yang menggerakkan," sambungnya.

Kejadian ini bermula saat peristiwa pembunuhan di lokasi kejadian, tepatnya di rumah korban di Jalan Siliwangi 52, Paoman, Indramayu, Jawa Barat.

Berdasarkan versi Ririn, peristiwa sadis menewaskan Haji Sahroni (75), Budi Awaludin (45), Euis (40), RK (7), dan B berusia 8 bulan terjadi saat Hadi, Yoga, Prio, dan Aman Yani berada di lokasi.

Mereka melakukan aksinya untuk menghabisi lima korban. Selepas itu, Aman Yani, Hadi, dan Yoga pergi yang membuat Priyo sendirian berada di lokasi kejadian.

"Kemudian, tidak lama Joko sama Ririn datang. Ririn bertanya kepada Priyo, 'Kok sepi, Budi di mana?', Priyo menutupi karena sudah dijanjikan uang Rp100 juta," bebernya.

Di momen ini, Joko mengaku telah mendapat pesan WhatsApp dari Budi. Alasannya karena korban sedang pergi bersama Aman Yani lantaran ada urusan bisnis.

"Ririn WA Aman Yani, 'Om, di mana?', saya tanya, 'berapa kali Rin kamu WA?', 'ada sampai enam kali tapi ceklis satu' karena sebelumnya pergi pas balik lagi sudah enggak ada," tuturnya.

Ririn merasa belum percaya sepenuhnya kepada Joko. Hal ini membuat terdakwa coba mengaku sebagai saudara korban.

Ririn pun tidak menyangka sidik jarinya terdeteksi setelah memegang barang di lokasi tersebut. Hal itu mendorong Toni RM mengulik isi pesan WhatsApp milik kliennya.

Namun, kata Toni RM, upaya tersebut berakhir gagal karena sudah dihapus oleh pihak berwenang. Ia menyayangkan yang padahal isi pesan tersebut bisa menjadi bukti bahwa Ririn tidak bersalah.

Awal Mula Evan Dituduh sebagai Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu

Evan curhat kepada Dedi Mulyadi soal dikambinghitamkan pembunuh Haji Sahroni dan keluarga
Evan curhat kepada Dedi Mulyadi soal dikambinghitamkan pembunuh Haji Sahroni dan keluarga
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Sebelumnya, nama Evan sempat mencuri perhatian publik. Mantan karyawan korban harus berhadapan dengan situasi mencekam seusai kasus pembunuhan menimpa mantan bosnya viral di media sosial.

Evan diundang oleh KDM. Ia mengaku dijadikan "kambing hitam" oleh pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga Haji Sahroni.

Evan memberikan kesaksian awal mula dituduh terjadi saat mendapat pesan dari pelaku yang mengendalikan ponsel Budi Awaludin. Ia mengaku diinstruksikan menggadaikan dua mobil milik korban.

Evan dengan polosnya mengikuti instruksi pelaku. Ia coba menggadaikan satu mobil milik korban sehingga menerima uang sebesar Rp17 juta.

Sementara, sebagian uang tersebut berjumlah Rp14 juta ditransfer ke rekening atas nama Budi Awaludin. Hal itu terjadi sesuai arahan dari pelaku.

Evan pun menjadi orang pertama dicurigai polisi. Ia bahkan sempat ditahan selama satu minggu. Seiringnya waktu, Evan diputuskan tidak terlibat dan membantu pihak kepolisian untuk kebutuhan penyelidikan.

Dedi Mulyadi mengapresiasi perjuangan batin Evan. Keberanian dan kejujurannya membuat pelaku mudah ditangkap oleh polisi.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Buka Suara Soal Peluang PT RNB Jadi Tersangka Korporasi di Kasus Fadia Arafiq

KPK Buka Suara Soal Peluang PT RNB Jadi Tersangka Korporasi di Kasus Fadia Arafiq

Namun, KPK tak menutup kemungkinan menetapkan tersangka baru bila ada pihak lain yang memiliki peran sentral dalam kasus ini.
Prabowo Kunjungan Kerja di Prancis, Gibran Pimpin Kehadiran Pejabat Negara Salat Idul Adha di Istiqlal

Prabowo Kunjungan Kerja di Prancis, Gibran Pimpin Kehadiran Pejabat Negara Salat Idul Adha di Istiqlal

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026) pagi.
Doa Berkurban Idul Adha yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Doa Berkurban Idul Adha yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Berikut ini doa berkurban Idul Adha, yang umum dibaca. Semoga bermanfaat, karena doa ini dianjurkan Rasulullah SAW.
Dari Divisi 4 ke Liga Champions, Mirwan Suwarso Ungkap Cara Como 1907 Bangkit: Kita Nggak Punya Fans

Dari Divisi 4 ke Liga Champions, Mirwan Suwarso Ungkap Cara Como 1907 Bangkit: Kita Nggak Punya Fans

Como 1907 sukses mengukir sejarah dengan lolos ke Liga Champions musim 2025-2026 usai bangkit dari divisi 4. Presiden klub, Mirwan Suwarso, ungkap strategi.
Prakiraan BMKG Soal Cuaca Idul Adha di Jakarta: Dominan Cerah Berawan, Hujan Tipis di Wilayah Ini

Prakiraan BMKG Soal Cuaca Idul Adha di Jakarta: Dominan Cerah Berawan, Hujan Tipis di Wilayah Ini

BMKG memprediksi kondisi cuaca di wilayah DKI Jakarta akan bervariasi antara cerah berawan hingga hujan ringan tepat pada hari perayaan Idul Adha, Rabu (27/5). 
Lautan Jemaah Padati Masjid Istiqlal Jelang Salat Idul Adha 1447 H, Ada yang Datang dari Subuh Demi Dapat Tempat

Lautan Jemaah Padati Masjid Istiqlal Jelang Salat Idul Adha 1447 H, Ada yang Datang dari Subuh Demi Dapat Tempat

Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semarak terasa di setiap sudut pelataran masjid terbesar di Asia Tenggara itu.

Trending

Belum ke Korea, Megawati Hangestri Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Sepanjang Masa Versi Volleybox

Belum ke Korea, Megawati Hangestri Masuk Jajaran Pevoli Putri Terpopuler Sepanjang Masa Versi Volleybox

Hampir sejajar dengan idolanya Kim Yeon-koung, Megawati Hangestri kini masuk daftar pemain voli putri paling populer sepanjang masa menurut situs Volleybox.
Kisah Evan Difitnah Pembunuh Satu Keluarga Indramayu Diingat Dedi Mulyadi, Pengacara Ririn: Duga itu Peran Joko

Kisah Evan Difitnah Pembunuh Satu Keluarga Indramayu Diingat Dedi Mulyadi, Pengacara Ririn: Duga itu Peran Joko

Toni RM, pengacara terdakwa Ririn Rifanto meyakinkan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) soal kejanggalan saat Evan dituduh pembunuh satu keluarga di Indramayu.
3 Pelatih yang Layak Menggantikan Mauricio Souza di Persija Jakarta, 2 Nama Pernah Sukses Bersama Timnas Indonesia

3 Pelatih yang Layak Menggantikan Mauricio Souza di Persija Jakarta, 2 Nama Pernah Sukses Bersama Timnas Indonesia

Persija Jakarta mulai mencari pelatih baru setelah berpisah dengan Mauricio Souza. Tiga kandidat top ini dinilai cocok bawa Macan Kemayoran juara musim depan.
Walau Ranking Jeblok, Emil Audero Dikabarkan Jadi Incaran Juventus Pasca-Masa Pinjam Habis

Walau Ranking Jeblok, Emil Audero Dikabarkan Jadi Incaran Juventus Pasca-Masa Pinjam Habis

Nasib kontras yang sangat dramatis harus dialami oleh penjaga gawang Emil Audero Mulyadi pada laga pamungkas kompetisi Serie A Liga Italia. Emil gagal selamat-
Misteri Pocong Bekasi Terbongkar, Polisi Ungkap Sosok di Balik Foto Viral

Misteri Pocong Bekasi Terbongkar, Polisi Ungkap Sosok di Balik Foto Viral

Teka-teki mengenai foto viral penampakan pocong yang sempat menggemparkan warga Kabupaten Bekasi akhirnya terjawab. 
Update Bursa Transfer Persib Bandung: Federico Barba Out usai Bawa Juara, Striker Persija Jakarta dan Mariano Peralta In?

Update Bursa Transfer Persib Bandung: Federico Barba Out usai Bawa Juara, Striker Persija Jakarta dan Mariano Peralta In?

Bursa transfer Persib Bandung memanas, sejumlah pemain asing berpotensi keluar dan deretan nama baru dikaitkan dengan Maung Bandung jelang musim 2026/2027.
3 Pemain Timnas Indonesia Amankan Tiket Liga Champions

3 Pemain Timnas Indonesia Amankan Tiket Liga Champions

Panggung sepak bola Eropa musim depan dipastikan akan terasa sangat spesial bagi publik sepak bola tanah air. Tiga penggawa diaspora Timnas Indonesia, yaitu ...
Selengkapnya

Viral