Keutamaan Haji dan Kurban dalam Islam, Momentum Menguatkan Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Ibadah haji dan kurban merupakan dua amalan besar dalam Islam yang memiliki makna mendalam, tidak hanya dalam hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah SWT, tetapi juga dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kedua ibadah yang dilaksanakan pada bulan Zulhijah tersebut mengandung nilai pengorbanan, keikhlasan, serta ketaatan yang meneladani perjalanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya. Haji dan kurban juga menjadi simbol ketundukan manusia kepada Allah SWT sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama.
Dalam ajaran Islam, haji menjadi rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi umat Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, mulai dari penghapus dosa, sarana meningkatkan ketakwaan, hingga jalan menuju predikat haji mabrur yang balasannya dijanjikan surga.
Tak hanya itu, ibadah haji juga mengajarkan nilai persaudaraan dan kesetaraan. Jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul tanpa membedakan suku, ras, bahasa, maupun status sosial. Momentum ini menjadi pengingat bahwa seluruh manusia sejatinya setara di hadapan Allah SWT.
Sementara itu, ibadah kurban menjadi bentuk nyata ketakwaan dan keikhlasan seorang Muslim dalam berbagi rezeki kepada sesama. Melalui penyembelihan hewan kurban, umat Islam diajarkan untuk mengikis sifat kikir, memperkuat solidaritas sosial, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Nilai utama dari kurban bukan semata pada daging atau hewan yang disembelih, melainkan ketulusan hati dan semangat pengorbanan demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, haji dan kurban memiliki esensi yang sama, yakni melatih manusia untuk rela berkorban demi kemaslahatan yang lebih besar.
Momentum Iduladha dan puncak pelaksanaan ibadah haji tahun ini juga mendapat perhatian dari Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PB MA), Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA.
![]()
Ia mengajak seluruh umat Islam menjadikan ibadah haji dan kurban sebagai sarana memperkuat spiritualitas sekaligus kepedulian sosial dalam membangun umat, bangsa, dan negara.
Menurut Jazuli, ibadah haji dan kurban tidak boleh dimaknai sekadar ritual tahunan semata, tetapi harus melahirkan perubahan moral, spiritual, dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Load more