Terungkap Motif Sebenarnya Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15: Tersinggung Gegara Seragam Sekolah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap motif pria berinisial MY (34) melancarkan aksi teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi mengatakan, pelaku melancarkan aksinya lantaran kesal ke pihak sekolah.
“Jadi kalau motif dari kejadian ini, dari keterangan tersangka, tersangka itu merasa kesal pada salah satu pihak sekolah sehingga melampiaskan dengan perbuatan ini,” kata Joko, kepada wartawan, Rabu (15/7).
Joko menyebutkan, beberapa hari sebelum kejadian, tersangka melakukan komunikasi dengan pihak sekolah terkait masalah seragam sekolah. Namun tersangka menilai bahwa respon dari pihak selolah ini tidak baik.
“Jadi beberapa hari sebelum kejadian kan dia (pelaku) nanya masalah seragam. Jawabannya, 'Udah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,' gitu lho. Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu lho,” ujarnya.
Kemudian, Joko menerangkan, pelaku tak menyangka bahwa perbuatannya ini menjadi heboh dan dirinya menyesali perbuatannya.
“Dan pemeriksaan kembali, sebenarnya tersangka tidak menyadari bahwa apa perbuatannya akan menjadi seheboh ini. Dan kemudian dari pemeriksaan juga, si tersangka itu merasa menyesal lah atas kejadian yang telah dilakukannya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan pria berinisial MY (34) sebagai tersangka dalam kasus teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7).
“Udah tersangka. Ada 2 alat bukti,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, kepada wartawan (14/7).
Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 601 dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau pidana penjara seumur hidup.
Sementara itu, Iskandarsyah menerangkan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap ponsel tersangka.
“Ada juga (terlilit hutang pinjol). Tapi ga nyambung kenapa dia ancam sekolah. (Saat ini) Saya pastiin sekali lagi di ponsel nya ya. Sekarang lagi sama psikolog forensik,” jelas Iskandarsyah. (ars/dpi)
Load more