News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PBNU Sebut Sapi yang Dibeli Prabowo Pakai APBN Bukan Kurban: Termasuk Sedekah, Jangan Salah Kaprah

Menurutnya, hewan yang dibeli memakai anggaran negara lebih tepat disebut sedekah ketimbang kurban dalam pengertian syariat.
Jumat, 29 Mei 2026 - 10:51 WIB
Pekerja membawa sapi qurban dari Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/6).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Katib Syuriyah PBNU Ikhsan Abdullah menyoroti penggunaan APBN untuk membeli sapi kurban yang dibagikan Presiden Prabowo Subianto pada momentum Idul Adha 2026. 

Menurutnya, hewan yang dibeli memakai anggaran negara lebih tepat disebut sedekah ketimbang kurban dalam pengertian syariat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Prabowo menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi ke seluruh provinsi, kabupaten/kota, serta sejumlah lembaga sosial di Indonesia. Program tersebut menggunakan dana Bantuan Presiden (Banpres) yang bersumber dari APBN dengan total anggaran mencapai Rp100 miliar.

Penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban kemudian memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Sebagian pihak mempertanyakan status ibadah kurban apabila pembiayaannya tidak berasal dari dana pribadi.

Ikhan menjelaskan, kurban secara syariat memiliki ketentuan tersendiri, salah satunya harus menggunakan harta milik pribadi.

"Sebagai presiden kan biasanya ada tuh tradisi sumbangan kurban presiden ya kan, yang berasal dari entah enggak tahu kita dari mana, APBN atau apa ya itu kurbannya, berarti bukan masuk kurban dalam arti syari tapi dia sedekah," jelasnya, Jumat (29/5/2026).

Ia kembali menegaskan bahwa apabila sumber dana berasal dari negara, maka statusnya bukan kurban dalam konteks ibadah personal.

"Jadi intinya gini, kalau itu bukan dari harta pribadi, uang pribadi ya berarti jatuhnya bukan kurban, tetapi jatuhnya sedekah. Karena kurban itu ada tuntunan syariahnya, yaitu harus dari uang pribadi. Uang atau harta pribadi yang dikurbankan dengan ikhlas," sambung Ikhsan.

Meski demikian, Ikhsan menyebut penggunaan dana Banpres untuk membeli sapi dan dibagikan kepada masyarakat bukanlah sesuatu yang keliru. Namun, menurut dia, publik perlu diberikan pemahaman agar tidak salah menafsirkan istilah kurban tersebut.

"Jadi masyarakat supaya di-educate nih mulai sekarang, jangan sampai nanti salah kaprah. Jadi masyarakat paham bahwa kurbannya Pak Prabowo sesungguhnya bukan kurban, tetapi ambil dana Banpres untuk beli hewan kurban dibagikan," ujarnya.

"Jadi sedekah dari Banpres, dari anggaran negara, jadi bukan kurban, nanti kalau enggak di-educate itu masyarakat kasihan loh. Kalau sumbernya dari APBN berarti bukan kurban," tegas Ikhsan.

Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpandangan bahwa penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban kepala negara tetap dibenarkan menurut hukum Islam.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengatakan praktik tersebut memiliki dasar fikih yang kuat dan sudah dikenal dalam sejarah pemerintahan Islam.

Menurut Niam, berdasarkan Hadis Riwayat Imam Bukhari, seorang imam atau pemimpin memang dianjurkan menyediakan hewan kurban menggunakan dana dari Baitul Mal atau kas negara.

Dalam sistem pemerintahan modern, kata dia, APBN dapat diposisikan sebagai bentuk Baitul Mal yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern. Sehingga kurban dari negara ini ditujukan murni untuk kepentingan dan kemaslahatan masyarakat luas. Secara syar’i tidak ada soal,” kata Niam.

Ia juga menilai mekanisme tersebut tidak berbeda dengan program bantuan sosial lain yang selama ini dijalankan pemerintah menggunakan anggaran negara.

“Sama seperti anggaran Banpres yang diwujudkan dalam bentuk sembako lalu didistribusikan ke masyarakat. Logikanya sama, hewan kurban ini tidak dikonsumsi pribadi oleh Presiden, melainkan langsung disalurkan ke daerah-daerah,” pungkas Niam.

Sementara itu, pihak Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa pembagian sapi kurban Presiden merupakan bagian dari program Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang telah dilakukan sejak lama.

Menurut Juri, tujuan utama bantuan tersebut agar masyarakat, terutama warga yang membutuhkan, dapat ikut merasakan suasana Idul Adha dan menikmati daging kurban.

“Maksud dari sapi kurban dari Presiden adalah bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya agar warga yang membutuhkan dapat merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban bersama,” ujar Juri di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia mengatakan penggunaan dana Banpres untuk program tersebut merupakan hal yang lazim karena sifatnya memang bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat.

Selain itu, Juri menegaskan bahwa sapi-sapi tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi Presiden, melainkan seluruhnya dibagikan kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Pemerintah, lanjut dia, ingin memastikan masyarakat dapat merasakan kehadiran negara, terutama dalam momen keagamaan yang memiliki nilai sosial dan kebersamaan yang tinggi seperti Idul Adha.

Juri juga memastikan Presiden Prabowo tetap melaksanakan ibadah kurban secara pribadi dengan menggunakan dana miliknya sendiri. Hewan kurban pribadi Presiden itu juga disembelih dan dibagikan kepada masyarakat. (nba)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tyson Fury vs Anthony Joshua Resmi Digelar Desember, Intip Rekor Dua Raksasa Inggris

Tyson Fury vs Anthony Joshua Resmi Digelar Desember, Intip Rekor Dua Raksasa Inggris

Pertarungan yang telah lama dinantikan akhirnya menjadi kenyataan. Tyson Fury dan Anthony Joshua resmi bertemu dalam duel kelas berat pada 11 Desember mendatang
Kreativitas Bawa Cuan Melimpah! Cek Ramalan Keuangan Shio Kambing 26 September 2026 di Sini

Kreativitas Bawa Cuan Melimpah! Cek Ramalan Keuangan Shio Kambing 26 September 2026 di Sini

Karakter dasar shio Kambing yang dikenal artistik, empatik, penyayang, serta menyukai kerja sama tim akan menjadi motor utama penggerak rezeki pada esok hari.
Tinggal Kenangan, Nostalgia 10 Lagu Terbaik Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Wafat di Usia 73 Tahun

Tinggal Kenangan, Nostalgia 10 Lagu Terbaik Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Wafat di Usia 73 Tahun

Meninggal di usia 73 tahun, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai sosok seniman legendaris, dimana lagu karya-karyanya selalu bisa dinikmati lintas generasi.
6 Zodiak Paling Berlimpah Rezeki pada 27 September 2026: Taurus Siap-siap Banjir Cuan

6 Zodiak Paling Berlimpah Rezeki pada 27 September 2026: Taurus Siap-siap Banjir Cuan

Pada Minggu, 27 September 2026, menjadi salah satu hari yang menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan keuangan. Siapa saja yang paling berlimpah cuan besok?
Antisipasi Antrean Truk, Kapal 2.400 GRT Tambah Armada Ketapang-Gilimanuk

Antisipasi Antrean Truk, Kapal 2.400 GRT Tambah Armada Ketapang-Gilimanuk

Antrean kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar, masih menjadi salah satu persoalan dalam penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Sejumlah pertandingan UEFA Nations League A tersaji pada Sabtu (26/9/2026). Prancis meraih kemenangan di debut Zidane, sedangkan Italia takluk 0-2 dari Belgia.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Timnas Indonesia Diakui Rival, Pelatih Singapura Tak Segan Puji Kualitas Skuad Garuda Usai Dipermalukan 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Diakui Rival, Pelatih Singapura Tak Segan Puji Kualitas Skuad Garuda Usai Dipermalukan 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Singapura, Gavin Lee. Ia menilai skuad Garuda tampil sangat baik saat kedua tim bertemu di FIFA ASEAN Cup 2026.
Gantikan Jay Idzes Jadi Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks Dapat Sanjungan Striker Liga Belanda: Pemimpin yang Baik

Gantikan Jay Idzes Jadi Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks Dapat Sanjungan Striker Liga Belanda: Pemimpin yang Baik

Kevin Diks mendapat pujian dari Ole Romeny setelah memimpin Timnas Indonesia melawan Singapura. Romeny menilai Diks mampu menjadi sosok pemimpin yang baik.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral