News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Miris Pembunuhan Balita di Bekasi, Korban Tewas di Tangan Om Sendiri Usai Terganggu Saat Main Game Online

Tangis balita berusia 2,5 tahun ternyata sempat terdengar berjam-jam sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kontrakan kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:01 WIB
Ilustrasi Pembunuhan
Sumber :
  • Pebri

Jakarta, tvOnenews.com - Tangis balita berusia 2,5 tahun ternyata sempat terdengar berjam-jam sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan di sebuah kontrakan kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi.

Polisi kini mengungkap fakta baru yang bikin miris, pelaku yang merupakan om korban sendiri diduga kalap hanya gara-gara terganggu saat bermain game. Pelaku berinisial G (18) kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sadis tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyebut emosi pelaku memuncak ketika korban naik ke punggungnya saat dirinya tengah bermain gim di dalam kamar kontrakan. Hal itu diungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Andi Muhammad Iqbal.

“Yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Ketika dia bermain game, korban balita naik ke punggungnya yang mengganggu sedang bermain game. Kemudian tersangka emosi,” tuturnya, Sabtu, 30 Mei 2026.

Tanpa pikir panjang, pelaku disebut langsung menuju dapur mengambil pisau sebelum menyerang korban secara brutal.

“Langsung ke dapur mengambil pisau dan langsung menancapkan pertama itu di kepala korban, kemudian dilanjutkan ke badan,” katanya.

Kekerasan yang dilakukan pelaku tergolong sangat sadis. Berdasarkan hasil visum Rumah Sakit Polri Kramat Jati, ditemukan total 32 luka tusuk dan sayatan di tubuh balita malang tersebut.

“Khusus di wajah saja ada 20 tusukan. Kemudian di badan ada 12. Jadi total kurang lebih 32 tusukan di seluruh tubuh korban,” ujar dia.

Tak hanya mengaku kesal, pelaku juga mengungkap hal lain yang kini masih didalami penyidik. Kepada polisi, G mengaku mendengar bisikan-bisikan sebelum menghabisi nyawa keponakannya.

“Pengakuannya ada bisikan-bisikan. Dia juga pengen cepat ketemu Tuhan,” katanya.

Korban diketahui sejak bayi diasuh oleh neneknya di kontrakan tersebut. Sehari-hari, balita itu tinggal bersama nenek dan pelaku. Sang nenek biasanya keluar berjualan pada sore hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Polisi menyebut, ketika korban menangis atau rewel, pelaku biasanya akan meminta bantuan keluarganya yang tinggal di lantai atas kontrakan. Namun, pada hari kejadian, hal itu tidak dilakukan sama sekali.

“Pada saat hari kejadian itu, tersangka tidak ada komunikasi dan naik ke atas sama sekali,” ucap dia.

Salah satu fakta paling memilukan terungkap dari keterangan saksi. Sebelum ditemukan tewas, korban ternyata sempat menangis cukup lama di dalam kontrakan.

“Bayi ini menangis kurang lebih tiga jam,” katanya.

Bahkan, ada saksi yang masih mendengar suara tangisan korban saat pelaku keluar membeli token listrik menjelang magrib.

Usai melakukan aksinya, pelaku diduga mencoba bunuh diri dengan melukai tubuhnya sendiri. Polisi menyebut, keinginan mengakhiri hidup ternyata sudah beberapa kali diutarakan pelaku kepada keluarganya sebelum tragedi berdarah itu terjadi.

“Tersangka ini udah sempat mencoba menyampaikan ingin bunuh diri kurang lebih 10 kali,” katanya.

Selain itu, pelaku juga diketahui memiliki riwayat epilepsi dan diduga mengalami tekanan mental dalam beberapa waktu terakhir.

“Jadi dia juga stres dengan penyakitnya,” ujar dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, misteri kematian tragis seorang balita berusia 2,5 tahun di sebuah kontrakan kawasan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, mulai terkuak.

Polisi kini mendalami keterlibatan seorang remaja berinisial G (18), yang merupakan om korban dan ditemukan bersimbah darah di lokasi kejadian.

Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Korban balita berinisial A ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kontrakan dengan luka tusuk dan sayatan di sekujur tubuh.

Sementara itu, G ditemukan masih hidup dalam kondisi luka parah akibat benda tajam dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Polisi Andi Muhammad Iqbal mengatakan, polisi pertama kali menerima laporan dugaan pembunuhan sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat petugas tiba di lokasi bersama anggota Polsek Jatisampurna, dua korban ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam kontrakan sempit tersebut.

“Di dalam kontrakan ada dua korban. Pertama anak umur kurang lebih 2,5 tahun. Kondisinya meninggal dunia dan sangat mengenaskan,” kata Iqbal kepada wartawan, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut dia, kondisi balita itu sangat memprihatinkan. Polisi menemukan banyak luka tusuk dan sayatan di tubuh korban, mulai dari kepala hingga selangkangan.

“Banyak, di kepala, wajah, badan, sampai selangkangan. Pipinya juga diiris sampai terbuka mulutnya,” kata dia.

Foe Peace Simbolon

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Penyebab Tewasnya Diduga Karumga Febrie Masih Misteri, Polisi Imbau Keluarga Sutrimo Melapor: Bila Janggal

Penyebab Tewasnya Diduga Karumga Febrie Masih Misteri, Polisi Imbau Keluarga Sutrimo Melapor: Bila Janggal

Penyebab tewasnya diduga Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo masih misteri. Bahkan hal ini telah menuai berbagai spekulasi di tengah-tengah publik
Polresta Yogyakarta Pecah Berkas 19 Tersangka di Sesi Dua Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jadi Dua Kelompok

Polresta Yogyakarta Pecah Berkas 19 Tersangka di Sesi Dua Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jadi Dua Kelompok

Polresta Yogyakarta memecah berkas perkara 19 tersangka di sesi dua kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha menjadi dua kelompok. 
Hasil Olah TKP Klinik Jaksel Soal Kematian Sutrimo: Polisi Tak Temukan Racun

Hasil Olah TKP Klinik Jaksel Soal Kematian Sutrimo: Polisi Tak Temukan Racun

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait tewasnya Sutrimo yang diduga merupakan kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Senin (27/7).
Tak Hanya Jaga Kedaulatan, TNI Kini Bantu Ketahanan Pangan

Tak Hanya Jaga Kedaulatan, TNI Kini Bantu Ketahanan Pangan

Program TMMD Reguler ke-129 sendiri merupakan salah satu program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang berfokus pada pembangunan infrastruktur.
Ditanya Ada Racun di TKP Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Polisi Jawab Begini

Ditanya Ada Racun di TKP Tewasnya Diduga Karumga Febrie Adriansyah, Polisi Jawab Begini

Misteri penyebab tewasnya diduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) dari mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, Sutrimo masih menjadi buah bibir di
Pemain Keturunan Indonesia Bawa Singapura Amankan Puncak Klasemen Grup A Piala AFF 2026 Usai Taklukkan Timor Leste

Pemain Keturunan Indonesia Bawa Singapura Amankan Puncak Klasemen Grup A Piala AFF 2026 Usai Taklukkan Timor Leste

Tampil sebagai tim tuan rumah, Singapura menang dengan skor 2-0 dari Timor Leste di Stadion Jalan Besar, Singapura, Senin (27/6/2026).

Trending

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali

Warga yang mengetahui aksi KD langsung mengamankannya. Kabar adanya maling ayam yang tertangkap basah langsung tersebar hingga warga terus berdatangan.....
Menguak Tabir Tewasnya Dokter Internship Cantik di Apartemen Kalibata, Polisi: Korban Tinggal dengan Ibunya

Menguak Tabir Tewasnya Dokter Internship Cantik di Apartemen Kalibata, Polisi: Korban Tinggal dengan Ibunya

Menguak tabir kasus tewasnya dokter internship cantik, Siti Zahra Maghfira, pada Minggu (26/7/2026), pasalnya penyebab tewasnya dokter tersebut masih misteri.
Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Viral! Beredar Tampang Diduga Para Pelaku Pengeroyokan Maling Ayam hingga Tewas di Bali, Benarkah?

Kasus tewasnya seorang pria yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, terus menjadi sorotan publik.
Viral Kabar Dokter Meninggal Dunia saat Menjalani Program Internship di Jakarta

Viral Kabar Dokter Meninggal Dunia saat Menjalani Program Internship di Jakarta

Heboh kabar dokter meninggal dunia. Dokter yang ditemukan meninggal dunia ini, merupakan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas).
Cerita Detik-detik Mengerikan Tewasnya Dokter Internship Cantik di Apartemen Kalibata, Begini Riwayat Akademiknya

Cerita Detik-detik Mengerikan Tewasnya Dokter Internship Cantik di Apartemen Kalibata, Begini Riwayat Akademiknya

Siti Zahra Maghfira, merupakan dokter internship cantik yang kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, ia tewas karena diduga bunuh diri dengan terjun dari lantai
Prediksi Skor, Susunan Pemain, hingga Jalannya Pertandingan Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 Menurut Gemini AI

Prediksi Skor, Susunan Pemain, hingga Jalannya Pertandingan Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 Menurut Gemini AI

Dari 17 bentrokan dengan Kamboja sejak tahun 1995, Timnas Indonesia berhasil mengemas 16 kemenangan dan hanya mencatatkan satu hasil imbang di ajang Piala AFF.
Imbauan Tegas Kepala BGN: Masak MBG Tak Boleh Pakai Gas Melon dan Beras SPHP

Imbauan Tegas Kepala BGN: Masak MBG Tak Boleh Pakai Gas Melon dan Beras SPHP

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengimbau tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dilarang menggunakan barang-barang bersubsidi
Selengkapnya

Viral