News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peringati Hari Lahir Pancasila, Ketua KPI Ajak Perkuat Ekosistem Penyiaran Nasional untuk Jadi Benteng Pancasila

Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, menegaskan bahwa lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga penggunaan frekuensi publik agar tetap menghadirkan konten yang memperkuat persatuan.
Senin, 1 Juni 2026 - 14:21 WIB
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat nasional tahun 2026 yang digelar secara khidmat di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta.
Sumber :
  • Dok. KPI Pusat

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Ubaidillah, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat nasional 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (1/2026/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden, para menteri kabinet, serta pimpinan lembaga negara.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat peran industri penyiaran dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usai mengikuti upacara, Ubaidillah menegaskan bahwa lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga penggunaan frekuensi publik agar tetap menghadirkan konten yang memperkuat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

"Pancasila sebagai pemersatu bangsa harus menjadi roh dari setiap produk siaran yang dinikmati masyarakat, dari Sabang sampai Merauke. Di sinilah peran krusial penyiaran, yaitu membumikan nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial ke dalam ruang keluarga Indonesia melalui tayangan yang edukatif dan inspiratif," ujar Ubaidillah di Gedung Pancasila, Jakarta.

Menurutnya, upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui siaran kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Perubahan lanskap media akibat disrupsi digital membuat industri penyiaran membutuhkan dukungan nyata untuk menjaga keberlanjutan dan daya saingnya.

Ia menilai penguatan ekosistem penyiaran yang sehat dan berkarakter tidak dapat dilakukan oleh lembaga penyiaran semata. Dibutuhkan sinergi berbagai pihak untuk menciptakan industri yang kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah dan regulator diharapkan menghadirkan kebijakan yang adaptif, memberikan perlindungan bagi industri dalam negeri, serta menciptakan iklim persaingan yang adil bagi seluruh pelaku media.

Sementara itu, lembaga penyiaran, baik televisi maupun radio, perlu terus menghadirkan program berkualitas yang menjunjung tinggi etika dan kepentingan publik, tanpa hanya berorientasi pada aspek komersial maupun perolehan rating.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, masyarakat juga didorong meningkatkan literasi media agar mampu menjadi audiens yang kritis dan selektif dalam memilih tayangan yang sehat dan bermanfaat.

"Kita tidak boleh membiarkan industri penyiaran berjuang sendirian menghadapi badai disrupsi ini. Penguatan ekosistem penyiaran harus didukung semua pihak agar media penyiaran kita tetap kokoh menjadi benteng budaya dan jati diri bangsa," tegasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pada Jumat

Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pada Jumat

Kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi menduduki posisi 10 besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia dan masuk ke dalam kategori udara tak sehat.
KDM Ajak Warga Jabar Tidak Takut Melapor atau Memviralkan Kasus Kejahatan dan Penjualan Tramadol

KDM Ajak Warga Jabar Tidak Takut Melapor atau Memviralkan Kasus Kejahatan dan Penjualan Tramadol

Gubernur Jawa Barat, KDM membagikan informasi berupa sayembara untuk masyarakat umum, terutama warga Jabar, simak
Padel Club Six Nine Bandung Didenda Rp100 Juta hingga Wajib Menanam 100 Pohon

Padel Club Six Nine Bandung Didenda Rp100 Juta hingga Wajib Menanam 100 Pohon

Tak hanya itu pengelola Padel Club Six Nine Bandung serta membayar denda paksa sebesar Rp100 juta. Satpol PP menyebut seluruh sanksi tersebut telah dipenuhi.
Timnas Indonesia Lebih Sering Menang atas Singapura: Dari 59 Pertemuan, Garuda Kalahkan The Lions 30 Kali

Timnas Indonesia Lebih Sering Menang atas Singapura: Dari 59 Pertemuan, Garuda Kalahkan The Lions 30 Kali

Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026. Duel di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), menjadi penentu semifinal.
Timnas Indonesia Dapat Kabar Baik dan Buruk dari Eropa: Maarten Paes Bersinar di Conference League, Mees Hilgers Masih Menghilang

Timnas Indonesia Dapat Kabar Baik dan Buruk dari Eropa: Maarten Paes Bersinar di Conference League, Mees Hilgers Masih Menghilang

Kabar berbeda datang dari dua pemain Timnas Indonesia di Belanda. Maarten Paes tampil gemilang bersama Ajax, sedangkan Mees Hilgers belum terlihat di FC Twente.
Misi Wajib Menang, John Herdman Kirim Sinyal Menyeramkan untuk Singapura Jelang Hadapi Timnas Indonesia: Kami Tim Kuat

Misi Wajib Menang, John Herdman Kirim Sinyal Menyeramkan untuk Singapura Jelang Hadapi Timnas Indonesia: Kami Tim Kuat

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai pertandingan melawan Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026 menjadi ujian penting bagi Skuad Garuda.

Trending

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Terbongkar, Ini Alasan Mengejutkan Kenapa Ada 995 Senjata di Dalam Sekolah Jaksel Sejak 2020

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin serta Kuasa Hukum Eks Ketua Yayasan, IWD, yakni Alhadid Endar Putra buka suara soal temuan 995 senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Soal Status Cekal

Usai gugatan praperadilan ketiga soal ganti rugi, tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Roy Suryo mengajukan kembali praperadilan terkait pencekalan. 
Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Geger! PSSI-nya Korea Selatan Dituding Biayai Hiburan Seks untuk Wasit Asing, KFA Buka Suara

Setelah kegagalan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia hingga keputusan aneh pada sanksi pelatih Persija, Shin Tae-yong, kali ini KFA terkena skandal seksual. 
Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Fakta Baru Pelaku Mutilasi di Depok: Mendadak Resign Kerja Goreng Piscok Usai Izin Interview di Mal

Di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggegerkan Depok, muncul cerita dari tempat terakhir Saepul alias Saepullah (26) mencari nafkah.
Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Istana Kepresidenan merespons isu yang beredar mengenai usulan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh Nobel Perdamaian 2026.
KPK Bakal Panggil Kakanim Jaksel Usai Ditemukan Uang 8.500 Dolar Singapura Hasil Penggeledahan 

KPK Bakal Panggil Kakanim Jaksel Usai Ditemukan Uang 8.500 Dolar Singapura Hasil Penggeledahan 

Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan, Winarko akan dipanggil KPK usai ditemukannya uang 8.500 Dolar Singapura di dalam ruangannya oleh penyidik. 
Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Lewat Diskusi Persoalan Bangsa di Yogyakarta, Gerakan Iqra Indonesia Terbentuk

Puluhan peserta dari berbagai universitas dan organisasi ekstra kampus di Yogyakarta mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD) '81 Tahun Merdeka, 19 Tahun Menuju Indonesia 2045'.
Selengkapnya

Viral