Emak-emak Nangis Lihat Harga Pangan, Bawang dan Minyak Goreng Alami Lonjakan Harga
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan harga pangan nasional menunjukkan arah yang berlawanan pada pekan pertama Juni 2026. Di satu sisi, harga berbagai komoditas hortikultura dan protein hewani mengalami koreksi cukup dalam.
Namun di sisi lain, sejumlah kebutuhan pokok yang menjadi tulang punggung dapur rumah tangga justru terus merangkak naik.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Minggu (7/6/2026) menunjukkan penurunan tajam terjadi pada kelompok cabai dan daging-dagingan.
Akan tetapi, kenaikan harga bawang merah, bawang putih, serta minyak goreng menjadi sinyal bahwa tekanan biaya konsumsi rumah tangga belum sepenuhnya mereda.
Harga cabai merah keriting tercatat turun paling dalam, yakni 12,61 persen menjadi Rp61.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai merah besar yang anjlok 11,64 persen menjadi Rp64.550 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit merah turun 8,19 persen menjadi Rp75.700 per kilogram dan cabai rawit hijau melemah 7,21 persen menjadi Rp55.350 per kilogram.
Kendati mengalami koreksi, harga cabai masih bertahan di level tinggi, terutama cabai rawit merah yang tetap berada jauh di atas Rp70.000 per kilogram.
Koreksi harga juga terlihat pada komoditas protein hewani. Daging ayam ras segar turun 2,68 persen menjadi Rp38.150 per kilogram. Harga daging sapi kualitas I turun 1,46 persen menjadi Rp148.500 per kilogram, sementara daging sapi kualitas II turun 0,74 persen menjadi Rp140.100 per kilogram.
Namun, penurunan tersebut tidak sepenuhnya membawa kabar baik bagi konsumen. Sebab, komoditas yang hampir selalu digunakan dalam aktivitas memasak sehari-hari justru mengalami kenaikan.
Harga bawang merah melonjak 6,99 persen menjadi Rp54.350 per kilogram, menjadi salah satu kenaikan tertinggi di antara seluruh komoditas pangan strategis. Bawang putih ukuran sedang juga naik 0,52 persen menjadi Rp38.850 per kilogram.
Tren kenaikan serupa terjadi pada seluruh kategori minyak goreng. Harga minyak goreng curah naik 0,73 persen menjadi Rp20.700 per kilogram.
Sementara minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,21 persen menjadi Rp24.050 per kilogram dan minyak goreng bermerek II naik 0,22 persen menjadi Rp23.200 per kilogram.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski beberapa komoditas pangan mulai mengalami koreksi harga, biaya memasak bagi rumah tangga belum sepenuhnya turun karena kenaikan masih terjadi pada bahan-bahan pokok yang digunakan hampir setiap hari.
Di kelompok bahan pangan utama lainnya, harga beras relatif stabil. Beras medium I bertahan di Rp16.200 per kilogram, sedangkan beras medium II tetap Rp16.050 per kilogram.
Meski demikian, kenaikan tipis masih terjadi pada beras kualitas premium. Beras kualitas super I naik 0,29 persen menjadi Rp17.500 per kilogram, sementara beras kualitas bawah I meningkat 0,34 persen menjadi Rp14.650 per kilogram.
Sementara itu, harga gula pasir lokal turun tipis 0,26 persen menjadi Rp19.100 per kilogram. Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan 0,33 persen menjadi Rp30.400 per kilogram. Adapun gula pasir premium bertahan di level Rp20.250 per kilogram. (agr/muu)
Load more