10 WNI Baru Mendarat dari Bangkok Langsung Dijaring BNN di Bandara Soekarno-Hatta, Dinyatakan Positif Narkoba
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com – Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) yang baru saja pulang dari Bangkok, Thailand, langsung dijaring Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di Bandara Soekarno-Hatta.
10 WNI itu dinyatakan positif mengandung zat narkotika dan zat adiktif.
Kasus ini terungkap usai petugas melakukan pemeriksaan terhadap 14 penumpang yang tiba dari Thailand pada Senin (8/6/2026) malam.
Pemeriksaan dilakukan dalam Operasi Sekuens "Sapu Bersih Narkotika" yang merupakan bagian dari penguatan pengawasan di pintu masuk Indonesia menjelang Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus narkotika yang sebelumnya menyeret dua warga negara Rusia berinisial KK (52) dan SK (40).
Sebelumnya, KK dan SK diamankan dengan barang bukti hashish 7,8 kilogram bruto yang diduga dibawa dari Thailand pada 3 Juni 2026.
Petugas lantas memetakan penumpang yang tiba dari Bangkok dan memilih 14 orang WNI untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Hasilnya, kata dia, 10 orang dinyatakan positif setelah menjalani tes urine.
"Sepuluh penumpang yang positif masing-masing berinisial MM, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN dan RA," terangnya, Rabu (10/6/2026).
Suyudi menyebut petugas juga mendapati serbuk 22 gram yang diduga ketamin di dalam koper milik salah satu penumpang berinisial HP.
Meski ketamin tidak masuk dalam golongan narkotika, sambung dia, BNN tetap melakukan pendalaman dan pengujian laboratorium untuk memastikan kandungan zat yang ditemukan tersebut.
Setelah dilakukan asesmen dan gelar perkara terhadap 10 penumpang itu, mereka dikategorikan sebagai penyalahguna kategori ringan atau coba pakai.
Atas dasar itu, BNN tidak melakukan proses pidana dan memutuskan memberikan rehabilitasi rawat jalan di Klinik IPWL BNN RI Cawang. Mereka juga diwajibkan menjalani pelaporan secara berkala.
Dia menambahkan kolaborasi antara BNN, Imigrasi, Bea dan Cukai serta Polri akan terus diperkuat untuk memperketat pengawasan terhadap orang maupun barang yang masuk ke wilayah Indonesia. (Foe Peace Simbolon/VIVA/nsi)
Load more