Investor Ngamuk Karena SPPG Ditutup, Istana Akui BGN Sedang Lakukan Pembenahan Total
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mengakui Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), di tengah memanasnya protes para investor dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengeluhkan dapur-dapur MBG belum beroperasi meski telah dibangun dengan investasi miliaran rupiah.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan, Kepala BGN yang baru dilantik, Nanik S Deyang, saat ini memfokuskan perhatian pada perbaikan tata kelola program secara menyeluruh, termasuk pengelolaan dan alokasi dapur MBG yang menjadi tulang punggung pelaksanaan program.
“Saya sempat berbicara dengan Ibu Nanik sebagai Kepala BGN pada saat pelantikan. Memang fokus dari Bu Nanik adalah untuk pembenahan dan pengelolaan secara menyeluruh,” kata Qodari di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).
Menurut Qodari, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah penataan alokasi serta implementasi tata kelola dapur-dapur MBG yang selama ini telah dibangun oleh para mitra di berbagai daerah.
“Dan salah satu yang pokok itu adalah mengenai alokasi ya dan implementasi tata kelola dari dapur-dapur yang ada,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah investor dan mitra SPPG mendatangi kantor BGN di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (8/6/2026).
Mereka menuntut kejelasan nasib investasi yang telah ditanamkan untuk membangun dapur MBG, termasuk di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Kekecewaan para investor dipicu oleh kondisi sejumlah dapur yang disebut telah selesai dibangun sejak sekitar tujuh bulan lalu, namun hingga kini belum memperoleh kepastian operasional. Situasi itu memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi yang telah mereka keluarkan.
Qodari mengakui proses evaluasi yang dilakukan BGN tidak mudah karena program sebelumnya telah berjalan dan melibatkan banyak mitra yang sudah mengeluarkan modal besar untuk menyiapkan fasilitas pendukung.
“Memang bukan hal yang mudah karena memang proses yang sudah berjalan sejauh ini kan juga sudah melibatkan para mitra ya yang sudah menyiapkan mungkin lahan, kemudian mungkin merenovasi bangunan, melakukan pembangunan fisik. Tetapi kembali harus ada satu titik di mana evaluasi itu harus dikerjakan dulu,” katanya.
Load more