News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dudung Bongkar Dugaan Praktik Jual Beli Titik Dapur MBG: SK Bisa Jadi Jaminan Bank

Dudung Abdurachman mengungkap, dugaan praktik korupsi yang lebih luas dalam proyek pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rabu, 10 Juni 2026 - 17:36 WIB
Tangkapan layar - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman memberikan keterangan lewat video yang diterima di Jakarta, Selasa (2/6).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap, dugaan praktik korupsi yang lebih luas dalam proyek pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, dugaan penyimpangan tidak hanya terkait pengadaan barang, tetapi juga menyangkut praktik jual beli titik pembangunan SPPG yang diduga dimanfaatkan sebagai instrumen bisnis bernilai miliaran rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kemudian ada juga disampaikan dari Bu Nanik tentang dampak dari jual beli titik. Nah, jual beli titik tuh demikian. Jadi yang tadi saya katakan, seharusnya misalnya satu dapur itu kan 3 ribu, ya, tiga ribu penerima manfaat. Kemudian kalau dikali 2 ribu, berarti kan Rp6 juta. Nah, kenyataannya tidak 3 ribu (penerima manfaat), ada yang 1,5 ribu, ada yang seribu, sehingga menggelembung,” kata Dudung, di Gedung KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Menurut Dudung, persoalan bermula dari penetapan jumlah dapur yang jauh melebihi kebutuhan riil. Saat ini tercatat terdapat 27.877 dapur SPPG untuk melayani sekitar 63 juta penerima manfaat. 

Padahal, apabila setiap dapur benar-benar melayani 3.000 penerima manfaat sesuai perencanaan awal, kebutuhan nasional diperkirakan hanya sekitar 22 ribu dapur.

Ia juga menyoroti adanya dugaan manipulasi dalam penetapan wilayah 3T. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, daerah 3T hanya mencakup sekitar 30 kabupaten/kota. Namun dalam praktiknya, muncul definisi baru yang memperluas cakupan wilayah sasaran pembangunan dapur MBG.

“Namun kenyataannya ini pejabat lama ya, yang sekarang sedang diproses ini, justru membuat definisi tersendiri bahwa satu desa tidak terlayani SPPG terdekat atau lebih dari tiga puluh menit jaraknya. Sehingga dengan ketentuan tersebut, maka ditetapkan 8.617 dengan SK penetapan lokasi oleh kepala badan yang terdahulu,” ujar Dudung.

Dari total 8.617 surat keputusan (SK) lokasi tersebut, sebanyak 6.138 SK disebut ditandatangani oleh mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Menurut Dudung, dokumen itulah yang kemudian memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat digunakan sebagai dasar pengajuan pembiayaan ke lembaga keuangan.

“Kemudian 6.138 ini yang menandatangani itu Pak Sony ya, dari yang penandatanganan itulah yang berharga bagi mereka-mereka ini. SK itu, SK itulah yang kemudian akhirnya yang menjadikan jaminan untuk pinjam bank, ya,” tegasnya.

Dudung mengungkapkan salah satu aspek yang paling mencurigakan adalah pola bisnis pembangunan dapur yang dinilai sangat menguntungkan pihak tertentu. 

Ia menyebut terdapat ribuan titik yang telah melalui proses appraisal, termasuk ratusan proyek yang dibangun bekerja sama dengan perusahaan pelat merah.

“Kemudian ada hal lagi yang yang sangat penting kalau menurut saya. Ini dari 6.138 ini yang sudah di-appraisal ini ada 1.745. Salah satu contohnya dari 1.745, ini ada yang sudah terbangun dengan Krakatau Steel ini empat ratus tujuh puluh enam. Ini yang menggiurkan tuh demikian,” ungkapnya.

Menurut Dudung, seseorang yang memperoleh SK pembangunan dapur hanya perlu menyediakan modal awal relatif kecil sebelum proyek dibangun dengan nilai yang jauh lebih besar.

“Jadi misalnya salah satu mitralah ditentukan mendapat SK untuk ditentukan satu titik. Titik itu hanya modal Rp100 juta saja, kemudian dibuatkan fondasi. Nanti dari pemborong atau dari Krakatau Steel membangun lah misalnya Rp1,2 miliar,” tambahnya.

Yang menjadi sorotan, biaya pembangunan tersebut disebut akan dibayarkan oleh BGN melalui skema sewa jangka panjang selama empat tahun dengan pembayaran di muka. 

Pola ini diduga menjadi salah satu alasan mengapa titik-titik SPPG memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dan diperebutkan oleh berbagai pihak.

Di tengah polemik tersebut, Dudung juga merespons tuntutan sejumlah pemilik SPPG yang meminta penggantian dana investasi dari pemerintah. 

Ia menegaskan tidak ada jaminan seluruh biaya yang telah dikeluarkan akan otomatis diganti negara karena BGN saat ini masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap legalitas dan prosedur pembangunan yang telah dilakukan.

“Oh belum tentu. Ya saya enggak mengatakan uangnya akan diganti. Karena kan ini akan ditata ulang, ya tentunya juga pasti ada langkah-langkah konkret lah dari BGN, kan begitu kan,” pungkasnya. (agr/cmi)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Instruksi Gubernur DKI Soal Pilah Sampah Sudah Berlaku, Nussa Rarra Ikut Turun Tangan

Instruksi Gubernur DKI Soal Pilah Sampah Sudah Berlaku, Nussa Rarra Ikut Turun Tangan

Sejak pertama kali hadir pada 2018, kakak beradik Nussa Rara dikenal melalui cerita-cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia.
Timnas Indonesia Dapat Dua Kabar Baik dari FIFA usai Sapu Bersih Semua Laga di FIFA Matchday Juni 2026

Timnas Indonesia Dapat Dua Kabar Baik dari FIFA usai Sapu Bersih Semua Laga di FIFA Matchday Juni 2026

Berkat hasil positif yang sangat membanggakan dalam dua laga FIFA Matchday, Timnas Indonesia langsung mendapat dua kabar baik sekaligus dari FIFA. Apa saja itu?
Seluruh Jajaran Polri Gelar Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Seluruh Indonesia

Seluruh Jajaran Polri Gelar Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Seluruh Indonesia

Menurut Kapolri, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026 yang ditayangkan TVRI serta upaya menghadirkan ruang hiburan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Wali Kota Farhan Umumkan Fase Baru Bandung Zoo, Faunaland Siapkan Revitalisasi Besar

Wali Kota Farhan Umumkan Fase Baru Bandung Zoo, Faunaland Siapkan Revitalisasi Besar

Penunjukkan Pemkot Bandung ini diambil setelah proses seleksi yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. 
Diringkus Saat Lagi Ujian Sekolah, Dua Pelajar SMK Jadi Tersangka Pembacokan Siswa di Palmerah

Diringkus Saat Lagi Ujian Sekolah, Dua Pelajar SMK Jadi Tersangka Pembacokan Siswa di Palmerah

Dua siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) berinisial AS dan MF tak berkutik saat polisi menjemput mereka di tengah pelaksanaan ujian sekolah, Rabu (10/6). 
MU Resmi Tendang Jadon Sancho, Winger Rp1,4 Triliun secara Gratis

MU Resmi Tendang Jadon Sancho, Winger Rp1,4 Triliun secara Gratis

Selesai sudah saga transfer penuh drama di Old Trafford. Manchester United (MU) resmi mengonfirmasi bahwa winger mahal mereka, Jadon Sancho, bakal angkat kaki dari klub dengan status bebas transfer alias gratis setelah kontraknya habis.

Trending

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Muncul Nama Nanik S Deyang Hingga Ibunda Seskab Teddy dalam Pusaran Dugaan Korupsi MBG, Kuasa Hukum Sony Buka Suara

Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief buka suara soal beredarnya puluhan nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Diantaranya yakni Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang hingga Ibunda Seskab Teddy Indra Wijaya.
Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Sulut Emosi Beckham Putra, Kronologi Oknum Suporter yang Acungkan Jari Tengah pada Timnas Indonesia Sampai Kena Damprat Kevin Diks

Beckham Putra Nugraha sengaja menghampiri oknum suporter yang berada di tribun penonton setelah oknum tersebut mengacungkan jari tengah ketika Timnas Indonesia tengah berkeliling Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta usai laga melawan Mozambik, Selasa (10/6/2026). 
Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi Beberkan Hasil Pemeriksaan Dosen FIB UGM, Ada Pencatutan Nama, Foto hingga Kaitan Keluarga dengan Ketua Yayasan Little Aresha

Polisi membeberkan hasil pemeriksaan terhadap seorang dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM dalam dugaan kasus kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha.
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Panas di Perbatasan Hingga Reuni Timnas Indonesia U-19 dengan Australia

Australia dan Kamboja menjadi dua tim terakhir yang bergabung dengan Timnas Indonesia U-19 dan Thailand yang sudah lebih dahulu menyegel slot babak semifinal Piala AFF U-19 2026. 
Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Dear John Herdman, Media Vietnam Punya Request Khusus soal Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Salah satu media Vietnam menyoroti komposisi pemain Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday. Media tersebut juga request susunan pemain di FIFA ASEAN Cup 2026
Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah Terancam Kehilangan Hak Asuh Thalia dan Thania Buntut Berkonflik dengan Ruben Onsu? Komnas PA Bilang Begini

Sarwendah terancam kehilangan hak asuh Thalia dan Thania. Ketua Umum Komnas PA Agustinus Sirait, S.E. sebut gugatan Ruben Onsu sah secara hukum.
Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Media Vietnam Kaget Bukan Main usai Lihat Kim Sang-sik Rela Terbang ke Jakarta Demi Pantau Timnas Indonesia

Kehadiran pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik di GBK saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik menjadi sorotan media Vietnam. Mereka kaget bukan main.
Selengkapnya

Viral