News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tanggapi Keresahan soal Penyusutan Skor Pendaftar PCMB Jabar, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi keresahan publik soal penyusutan skor pendaftar dalam sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Jawa Barat 2026.
Kamis, 11 Juni 2026 - 08:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Gedung DPRD Jabar Bandung, Senin (11/5).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi keresahan publik soal penyusutan skor pendaftar dalam sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Jawa Barat 2026.

Pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu meminta agar para orang tua siswa tidak panik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat mengunjungi Kantor Disdik Jabar pada Selasa (9/6/2026) lalu, KDM menyebut perubahan nilai yang terjadi secara otomatis di dalam sistem murni karena proses penyesuaian standardisasi sertifikat prestasi yang harus mengacu pada regulasi ketat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). 

"Misalnya, kejuaraan di provinsi itu skornya di bawah kejuaraan nasional. Kayak tadi kan 'Saya juara di luar negeri', tapi itu tidak diakui sebagai kejuaraan yang terdaftar di Kemdikdasmen," terang KDM. 

Dedi Mulyadi memaparkan penyusutan skor muncul pada tahapan PCMB yang merupakan fase pendataan awal untuk memetakan sebaran calon siswa di sekolah negeri.

Dia menyebut fenomena itu bukan merupakan tahapan pendaftaran resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2026 yang baru akan dibuka pada 15 Juni nanti. 

"Sebenarnya pemetaan itu bukan pendaftaran, tetapi ketika orang sudah terpetakan dengan baik, kemudian dalam sisi kualifikasi sudah memenuhi syarat, ya sudah jalan," terangnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat hanya sebagian kecil pendaftar yang mengalami anomali skor dari total sekitar 340.000 calon murid baru yang masuk dalam basis data pemetaan. 

Menurut KDM, justru kendala di awal ini merupakan bukti keberhasilan fungsi PCMB sebagai instrumen mitigasi risiko.

Dengan mendeteksi eror sistem lebih cepat, sambung dia, pihaknya memiliki ruang untuk melakukan evaluasi dan perbaikan teknis sebelum masa pendaftaran resmi dimulai.

"Jadi, bagi saya, kegiatan pemetaan ini relatif berhasil. Kami bisa memitigasi berbagai problem dibandingkan kami bikin SPMB, ditutup, orang tua siswa anaknya tidak diterima, waktunya terbatas," terangnya. 

Dia lantas mengidentifikasi bahwa akar persoalan yang dikeluhkan masyarakat ini murni kendala teknis pada aplikasi penunjang, bukan karena kerumitan regulasi atau sistem yang cacat.

"PCMB itu tujuannya untuk memetakan seluruh siswa di seluruh sekolah Provinsi Jawa Barat di sekolah-sekolah negeri sehingga pemetaan itu nanti bagi mereka siswa yang sudah memenuhi syarat kemudian memang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikdasmen, mereka sudah otomatis menjadi siswa," jelas KDM. 

"Kalau saya melihat problemnya tadi sederhana. Ini kan dari 340.000 ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi. Tidak usah panik. Lebih baik kita hadapi kesulitan sekarang. Masih ada waktu untuk membenahi," pungkasnya. (ant/nsi)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Selengkapnya

Viral