News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Luhut Daftar Bansos, Pendaftaran Ditolak Otomatis gara-gara Punya Mobil dan Tanah

Langkah modernisasi birokrasi terus digulirkan oleh pemerintah melalui penyempurnaan sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis teknologi digital. Luhut
Senin, 15 Juni 2026 - 11:20 WIB
Kolase foto Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan coba sistem Bansos Digital
Sumber :
  • Tangkapan layar

​​​​​tvOnenews.com – Langkah modernisasi birokrasi terus digulirkan oleh pemerintah melalui penyempurnaan sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis teknologi digital.

Sistem anyar ini diklaim tidak hanya mampu meningkatkan akurasi data penerima manfaat secara instan, melainkan juga berpotensi menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara hingga ratusan triliun rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Komite Percepatan Reformasi Digital Pemerintah sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DENLuhut Binsar Pandjaitan membeberkan bahwa sistem Bansos Digital tersebut telah sukses melewati fase uji coba di Banyuwangi, Jawa Timur, belum lama ini.

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Saat ini, Tim Percepatan Transformasi Digital Pemerintahan terus mengebut penyempurnaan sistem sebelum resmi diimplementasikan ke skala yang lebih luas.

“Hasilnya seperti yang kita lihat bersama, di mana setelah saya coba sendiri proses verifikasi kelayakan penerima bantuan sosial hanya butuh waktu dua menit paling lama,” ungkap Luhut melalui unggahan resmi di akun Facebook pribadinya, Jumat (12/6/2026).

Penasihat Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan itu menjelaskan bahwa durasi verifikasi kilat tersebut sudah selaras dengan hasil demonstrasi yang sebelumnya dipaparkan oleh Tim Percepatan Transformasi Digital Pemerintahan dalam agenda rapat kerja bersama Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.

Secara teknis, para calon penerima Bansos Digital nantinya hanya perlu memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) serta melakukan verifikasi biometrik berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui teknologi liveness detection.

Pasca-tahapan tersebut, sistem pintar ini akan langsung menyisir dan mengecek data secara real-time ke berbagai basis data sektoral yang relevan, mulai dari kepemilikan aset, data ketenagakerjaan, hingga rekam data pelanggan listrik PT PLN (Persero).

“Jika pemohon ternyata punya mobil, tanah, atau konsumsi listriknya tinggi, sistem otomatis mendeteksi bahwa yang bersangkutan tidak berhak. Begitu pula jika datanya sesuai, sistemlah yang akan membacakannya untuk Anda,” urai Luhut taktis.

Momen Unik Luhut Ditolak Sistem Saat Uji Coba Pendaftaran Bansos

Dalam kesempatan uji coba tersebut, sebuah momen menarik terjadi ketika pria berusia 78 tahun ini sengaja menguji keandalan sistem dengan mencoba mendaftarkan dirinya sendiri sebagai penerima bansos.

Ilustrasi warga menerima bansos beras.
Ilustrasi warga menerima bansos beras.
Sumber :
  • Istimewa

Setelah melewati proses pencocokan NIK hingga pemindaian biometrik AI, sistem secara otomatis menerbitkan status penolakan terhadap Luhut.

Layanan verifikasi digital tersebut membaca secara akurat alasan penolakan kelayakan Luhut, di antaranya karena ia tercatat memiliki lebih dari satu sertifikat tanah, memiliki lebih dari satu unit kendaraan roda empat, serta berada di luar garis desil yang layak menerima bansos.

Selain itu, sistem mendeteksi pendapatan Luhut berada di atas angka Rp1.082.072 per kapita per bulan, dengan daya listrik di rumah di atas 900 VA serta tingkat konsumsi melebihi 41,5 KWH per kapita per bulan.

Lebih lanjut, Luhut menuturkan bahwa sistem inovatif ini juga sangat adaptif dalam mengakomodasi dinamika perubahan data di lapangan. Apabila terjadi kekeliruan, masyarakat bisa memanfaatkan fitur sanggah secara mandiri untuk mengajukan keberatan.

Proses verifikasi sanggahan tersebut akan langsung dicocokkan ke pusat data, termasuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Badan Pusat Statistik (BPS), dengan estimasi waktu hanya sekitar 15 menit.

“Praktis, cepat, dan transparan. Tidak perlu bertemu operator desa/kelurahan setempat,” imbuh Luhut memberikan poin plus.

Luhut menegaskan bahwa validitas data merupakan fondasi mutlak dalam tata kelola penyaluran bantuan sosial.

Pendekatan digitalisasi ini berjalan selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menuntut setiap pengambilan kebijakan strategis wajib berbasis pada data yang akurat.

“Tak terkecuali dalam pola pemberian bantuan sosial, ke depannya subsidi tidak akan diberikan kepada barang lagi, tetapi kepada individu yang menurut sistem layak menerimanya,” tegas Luhut.

Mantan Menko Marves ini mengaku sangat bangga lantaran arsitektur sistem Bansos Digital ini sepenuhnya dirancang dan dikembangkan oleh talenta-talenta digital dalam negeri.

Melalui pemanfaatan teknologi ini, efisiensi anggaran negara diyakini bisa dioptimalkan sekaligus mempersempit celah tindak pidana korupsi.

“Saya berharap sistem ini bisa di-roll out serentak secara nasional sesuai target pada Oktober-November mendatang,” pungkas Luhut optimistis terkait target peluncuran masal sistem baru tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Asian Games 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Siap Bertolak ke Nagoya, PBVSI Beri Target Medali untuk Farhan Halim Cs

Asian Games 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Siap Bertolak ke Nagoya, PBVSI Beri Target Medali untuk Farhan Halim Cs

Timnas Voli Putra Indonesia akhirnya resmi dilepas oleh PBVSI menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang pada Kamis 24 September pada pagi hari tadi WIB.
Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Standar mutu pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dinilai tidak semata-mata bertumpu pada kecepatan maupun keandalan tindakan teknis semata, melainkan juga sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi yang diterima pasien. 
Jadi Lawan Pertama di FIFA ASEAN Cup, Singapura Akui Kekuatan Timnas Indonesia Beda Jauh di Piala AFF

Jadi Lawan Pertama di FIFA ASEAN Cup, Singapura Akui Kekuatan Timnas Indonesia Beda Jauh di Piala AFF

Dalam pertandingan ini akan menjadi laga ulangan di fase grup Piala AFF 2026 di mana Singapura justru menyingkirkan Timnas Indonesia usai hasil imbang 1-1. 
Heboh! Marak Ratusan Hotel di Bali Dijual Lewat Situs Online, Sektor Pariwisata Lagi Kendor?

Heboh! Marak Ratusan Hotel di Bali Dijual Lewat Situs Online, Sektor Pariwisata Lagi Kendor?

Gubernur Bali, Wayan Koster akan memverifikasi ratusan hotel maupun vila yang dijual melalui situs online di tengah peningkatan sektor pariwisata Pulau Dewata.
Temui Gubernur Banten Andra Soni, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

Temui Gubernur Banten Andra Soni, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

PT Telkom Akses (Telkom Akses), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), terus mempererat hubungan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. 
Didukung Ratu Voli Korea, Zhong Hui Tinggalkan China Demi Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks

Didukung Ratu Voli Korea, Zhong Hui Tinggalkan China Demi Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks

Red Sparks memasuki musim baru dengan wajah berbeda setelah tak lagi diperkuat Megawati Hangestri. Zhong Hui ungkap peran Kim Yeon-koung soal keputusannya.

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Peluang karier mulai terbuka! 4 zodiak ini diprediksi makin bersinar besok, 25 September 2026. Siapa yang bakal mendapat kesempatan menarik?
Selengkapnya

Viral