Ngaji Tambang Bareng Gus Ulil: Merawat Alam Lewat Tambang yang Legal dan Beretika
- APWNU
Hal ini berjalan selaras dengan langkah APWNU yang mengusulkan izin operasional atas nama koperasi-koperasi di daerah.
Joko membeberkan bahwa APWNU telah resmi mengajukan dokumen perizinan di beberapa lokasi strategis, antara lain di Maluku, Kalimantan Tengah, dan Jambi.
Luasan lahan yang diajukan berkisar antara 2.000 hingga 2.500 hektar per titik, sesuai dengan batas maksimal yang diperbolehkan regulasi. Adapun komoditas utama yang dibidik meliputi sektor emas, batu bara, hingga nikel.
"Kami lebih fokus di perizinan prioritas untuk koperasi dan UMKM, bukan korporasi besar. Meskipun nanti saat operasional berjalan kita tetap butuh pendampingan korporasi dalam hal pemodalan, izin tambangnya sendiri tetap atas nama koperasi-koperasi daerah," lanjut Joko.
Berkas perizinan tersebut saat ini sudah diterima oleh Kementerian ESDM dan sedang menunggu hasil evaluasi akhir.
Pihak APWNU optimistis jika seluruh proses berjalan mulus, aktivitas penambangan mandiri ini sudah bisa mulai mengepulkan asap produksinya pada tahun depan.
Bentuk Tanggung Jawab Moral: Program Ngaji Tambang dan Pesantren Vokasi
Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam, APWNU secara berkala menggelar program bulanan bertajuk "Ngaji Tambang".
Dalam momentum perayaan harlah kali ini, APWNU menggandeng Harita Group untuk berbagi pengalaman serta mengedukasi anggota mengenai penerapan kaidah penambangan yang baik.
"Kami ingin menekankan cara menambang yang baik. Selain legal, alat dan bahan yang digunakan harus ramah lingkungan. Contohnya untuk emas, kami tidak memakai air raksa karena dilarang undang-undang, melainkan menggunakan sianida yang sesuai dengan teknologi," urai Joko.
Lebih jauh lagi, APWNU menginisiasi program inovatif berupa Pesantren Vokasi Penambangan.
Program ini dirancang khusus agar para penambang tidak hanya mahir mengeruk hasil bumi, melainkan juga dibekali keahlian pascatambang untuk mengelola reklamasi lahan secara produktif, seperti menanam jagung, pohon pinus, serta tanaman keras lainnya.
Pesan Spiritual Gus Ulil
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) dalam ceramahnya mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam mengelola kekayaan alam.
- APWNU
Menurutnya pengelolaan tambang harus dipandang sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Allah, bukan didorong oleh syahwat kepentingan pribadi.
Load more