News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden, BSKDN Sinkronisasi Lagi Kebijakan Pusat dan Daerah

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan serta monitoring dan evaluasi yang terpadu dan berbasis data perlu dilakukan di daerah.
Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:52 WIB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo.
Sumber :
  • Kemendagri

Jakarta, tvOenews.com - Kemendagri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) kembali mendorong menekankan penguatan tata kelola pemerintahan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, dan mengevaluasi pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden di daerah.  

Kegiatan tersebut digelar melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch IV, di Surabaya, pada 18 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menegaskan, Program Direktif Presiden merupakan agenda prioritas nasional yang harus dikawal secara serius oleh seluruh jajaran pemerintahan.

Program-program itu mencakup berbagai isu strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, swasembada pangan, pemeriksaan kesehatan gratis, Sekolah Garuda, hingga penghapusan kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program tersebut membutuhkan penguatan tiga pilar utama, yakni sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, tata kelola pemerintahan yang baik, serta monitoring dan evaluasi yang terpadu dan berbasis data.

“Program prioritas nasional tidak boleh berjalan terpisah dari perencanaan dan penganggaran daerah. Karena itu, sinkronisasi kebijakan menjadi sangat penting agar program nasional terhubung dengan kebutuhan riil masyarakat dan kapasitas daerah,” ujarnya dilansir Sabtu (20/6/2026)>

Yusharto menjelaskan, monitoring dan evaluasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses administratif ataupun mencari kesalahan.

Sebaliknya, monitoring dan evaluasi harus menjadi instrumen pembelajaran sekaligus perbaikan kebijakan yang mampu mengidentifikasi hambatan, risiko, kebutuhan dukungan, praktik baik, hingga dampak kebijakan di lapangan.

Untuk mendukung hal tersebut, BSKDN terus memperkuat fungsi Policy Hub sebagai simpul strategis kebijakan di lingkungan Kemendagri. Melalui mekanisme tersebut, data, analisis, isu lapangan, dan rekomendasi kebijakan diintegrasikan guna menghasilkan rekomendasi yang lebih tajam, berbasis bukti, dan dapat ditindaklanjuti secara operasional.

“Melalui forum ini, BSKDN tidak hanya menerima laporan, tetapi juga menghimpun berbagai insight dari daerah terkait capaian, kendala, dan kebutuhan dukungan kebijakan. Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan bagi pimpinan,” ungkapnya 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan bahwa Jawa Timur saat ini menunjukkan kinerja pembangunan yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat mencapai 5,96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

“Jawa Timur ini sedang bahagia dengan pertumbuhan ekonomi 5,96 persen. Namun tentu kita tidak boleh cepat puas karena kita ingin mengejar target nasional yang diharapkan dapat tumbuh lebih dari 6 persen,” ujar Adhy.

Adhy juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam mendukung berbagai program prioritas Presiden, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus diperluas cakupannya. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah penerima manfaat MBG terbesar di Indonesia dengan lebih dari 9 juta penerima manfaat dan lebih dari 4.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.

“Tentu ini kami jaga betul. Program Presiden yang sangat baik ini harus berjalan sesuai standar sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Manajemen SDM FISIP Universitas Airlangga Jusuf Irianto memberikan perspektif akademis terkait implementasi Program Direktif Presiden. Menurutnya, capaian yang telah diraih Jawa Timur menunjukkan arah yang positif dan berpotensi menjadi rujukan bagi daerah lain.

“Saya percaya kalau capaian ini terus meningkat, tidak menutup kemungkinan Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengimplementasikan program prioritas nasional,” ujarnya.

Jusuf juga menekankan, keberhasilan kebijakan publik tidak hanya ditentukan oleh besarnya program yang dijalankan, tetapi juga oleh kualitas data yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Karena itu, pendekatan evidence-based policy harus menjadi fondasi dalam penyusunan maupun evaluasi kebijakan.

“Keputusan kita adalah keputusan yang berbasis data. Kalau datanya keliru, itu bahaya. Maka dari itu kebijakan berbasis data menjadi sangat penting agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jusuf menilai keberhasilan implementasi program prioritas nasional sangat dipengaruhi oleh kapasitas birokrasi, ketersediaan sumber daya, pengawasan berbasis data, kolaborasi antarinstansi, serta keterlibatan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Alasan UFC Fight Night Kape vs Horiguchi Wajib Ditonton

3 Alasan UFC Fight Night Kape vs Horiguchi Wajib Ditonton

UFC Fight Night: Manel Kape vs Kyoji Horiguchi wajib ditonton! Simak 3 alasan utamanya, mulai dari rematch panas hingga duel berbahaya di Las Vegas.
Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Legislator PDIP: Padahal Masyarakat Baru Ditimpa Kenaikan Harga BBM

Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Legislator PDIP: Padahal Masyarakat Baru Ditimpa Kenaikan Harga BBM

pemadaman listrik sangat mengganggu dan membebani masyarakat. Padahal, masyarakat baru dibebani dengan kebijakan baru, yaitu kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax.
Gelandang Persib Luciano Guaycochea Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026: Kami Punya Messi!

Gelandang Persib Luciano Guaycochea Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026: Kami Punya Messi!

Gelandang Persib, Luciano Guaycochea, menjagokan Argentina sebagai juara Piala Dunia 2026. Pada laga perdana, Lionel Messi cs berhasil kalahkan Aljazair 3-0.
Prediksi UFC Fight Night: Manel Kape vs Kyoji Horiguchi, Misi Balas Dendam yang Bisa Tentukan Penantang Gelar

Prediksi UFC Fight Night: Manel Kape vs Kyoji Horiguchi, Misi Balas Dendam yang Bisa Tentukan Penantang Gelar

Manel Kape dan Kyoji Horiguchi kembali bentrok di UFC Fight Night dalam duel rematch panas. Simak prediksi, analisis, dan peluang menang keduanya.
Klasemen Piala Dunia 2026: Brasil ke Puncak, Amerika Serikat Amankan Tiket 32 Besar

Klasemen Piala Dunia 2026: Brasil ke Puncak, Amerika Serikat Amankan Tiket 32 Besar

Persaingan fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas setelah rangkaian pertandingan pada Sabtu (20/6/2026) menghadirkan perubahan penting di papan klasemen.
BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

BNI menyalurkan dukungan gizi dan edukasi kesehatan bagi kelompok rentan, mulai dari anak berisiko stunting, ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), hingga remaja putri.

Trending

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Presiden Prabowo Dukung Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN 2026, Siapkan Surat Resmi ke FIFA

Pemerintah Indonesia secara serius membidik posisi sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen FIFA ASEAN yang direncanakan pada September hingga Oktober 2026. 
Posisi PDIP di Pemerintah Dipertanyakan, Deddy Sitorus Heran Ada Pihak yang Nyinyir

Posisi PDIP di Pemerintah Dipertanyakan, Deddy Sitorus Heran Ada Pihak yang Nyinyir

Deddy menilai partai yang diketuai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia itu sebaiknya fokus mengurus masalah pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.
Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Blak-blakan Striker Belanda Keturunan Depok Ini Beri Update soal Naturalisasi ke Timnas Indonesia

Striker VVV-Venlo, Dean Zandbergen, kembali memberikan update terbaru terkait peluangnya untuk membela Timnas Indonesia. Akui belum ada perkembangan berarti.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 21 Juni 2026: Sagitarius Panen Uang Kaget

Tanggal 21 Juni 2026 diprediksi menjadi salah satu momentum paling panas dalam pergerakan energi keuangan bagi beberapa zodiak. Ini zodiak yang bercuan deras.
Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Beri Lampu Hijau: Dukung Penuh Naturalisasi Demi Kejayaan Sepak Bola Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh segala upaya yang bertujuan memajukan prestasi sepak bola Indonesia, termasuk dalam hal naturalisasi pemain keturunan. 
Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Target 10 Juta Peserta, Dedi Mulyadi Gunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk Perangi Kemiskinan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menetapkan target ambisius untuk melindungi 10 juta pekerja informal dan kelompok rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan. 
John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

John Herdman Bisa Dapat 3 Amunisi Baru, Timnas Indonesia Berpotensi Makin Ngeri di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia berpeluang mendapat tambahan kekuatan untuk Piala AFF 2026. Selain Luke Vickery dan Mitchell Baker, ada 3 nama yang bisa jadi kejutan.
Selengkapnya

Viral