Kronologi Wanita Asal Bandung Menghilang 3 Tahun yang Ternyata Disekap hingga Dianiaya Pacar di Indekos
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang wanita berinisial YTT (29), warga Antapani, Kota Bandung diduga menjadi korban penyekapan hingga penganiayaan oleh pacarnya inisial TH di indekos.
Ironisnya, YTT sempat dinyatakan hilang selama tiga tahun setelah lama menetap di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Hal ini mendorong pihak keluarga melaporkan kepada Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026.
Kakak korban, Afif menjelaskan kronologi YTT dianggap menjadi korban tindak penyekapan hingga penganiayaan oleh kekasihnya. Mulanya, sang adik mengaku sempat berencana pekerjaannya akan dimutasi ke Majalengka.
"Setelah dimutasi ke Majalengka itu, dia mendadak susah dihubungi juga," ujar Afif melalui saluran program Kabar Petang tvOne, Sabtu (20/6/2026).
Keluarga Cari Keberadaan Korban
- tvOneNews
Afif mengatakan bahwa, hal tersebut memicu kekhawatiran. Keluarga kemudian berinisiatif untuk mencari keberadaan korban yang diperkirakan berada di indekosnya di Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Sayangnya upaya tersebut berakhir gagal. Pemilik indekos mengabarkan bahwa YTT sudah tidak berada di kamar kosnya.
"Saya coba cari ke tempat kerjaannya. Dia itu ternyata sudah resign yang suratnya dikasih sama pacarnya itu," terangnya.
Keluarga berupaya untuk meminta bantuan kepada publik. Melalui media sosial, ia menginformasikan bahwa sang adik telah menghilang sejak tidak berkomunikasi selama 3-4 bulan.
Seiringnya waktu, pihak keluarga bisa berkomunikasi dengan korban. Afif menambahkan bahwa, hal tersebut tetapi jarang terjadi dengan alasan sang adik sibuk dengan pekerjaannya.
Ia menambahkan, terakhir kali pihak keluarga dikabarkan oleh korban. Sang adik mengatakan bahwa dirinya bekerja di Jakarta.
"Ketika kita mau cari, dia tiba-tiba ada dan mengabarkan bahwa saya enggak apa-apa, saya sibuk. Saat disebar ke media sosial, dia juga tiba-tiba telepon dengan marah-marah bahwa dia sudah besar dan enggak mau dikhawatirkan," tuturnya.
Selepas itu, kata Afif, keluarga benar-benar hilang komunikasi dengan YTT. Hal inilah membuat dirinya langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.
Keluarga Dihubungi Rumah Sakit
Lanjut, Afif mengatakan, pihak keluarga tiba-tiba terkejut mendapat informasi melalui pesan WhatsApp (WA) dari orang tidak dikenal (OTK). Setelah ditelusuri, ia dihubungi oleh pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Pihak RSHS Bandung mengatakan bahwa, YTT berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung. Ia dan keluarga pun langsung menujuu lokasi memastikan kondisi korban.
"Ada yang menelepon katanya dari pihak rumah sakit bahwa adik saya ada di IGD. Saat saya ketemu sama adik saya di IGD, dia minta maaf terus," lanjutnya.
Di momen ini, korban menceritakan kronologi dirinya menghilang selama tiga tahun. YTT mengatakan telah disekap hingga dianiaya di kamar kos oleh pacarnya berinisial TH.
"Pertama itu dari yang awalnya cuma pukulan, kemudian pernah pakai kursi juga, ujung golok, sama pakai helm juga ke bagian kepala sampai matanya," tuturnya.
Lanjut Afif, korban mengungkapkan motif awal dugaan penganiayaan tersebut. Hal ini terjadi setelah tabungan dan harta YTT habis menjadi pemicu disiksa oleh kekasihnya.
Dampak Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan terhadap Wanita Asal Bandung
Afif mengabarkan dampak dari dugaan penyiksaan mengarah pada adiknya yang disekap oleh kekasihnya selama tiga tahun. Korban mengalami luka berat.
Ia menuturkan kondisi terkini korban, mulai dari keterbatasan melihat, luka di bagian kepala, wajah, kaki, serta luka ringan di tangannya.
"Jalan pun mungkin harus belajar lagi karena sebelumnya juga diikat. Luka-luka di kakinya juga parah," tambahnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan merespon kabar tersebut. Ia membenarkan pihaknya mendapatkan adanya laporan kasus ini.
Hendra menyampaikan bahwa, pihaknya masih melakukan proses penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Selain itu, polisi juga terus menggali informasi tambahan agar mudah menangkap terduga pelaku.
"Yang bersangkutan saat ini berupaya untuk menghilang dan melarikan diri," katanya.
Hendra mengatakan, polisi menduga korban berulang kali mendapatkan tindakan kekerasan berupa penganiayaan. Terduga pelaku diduga menggunakan beberapa cara untuk menghabisi YTT.
"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang," kata Hendra.
(hap)
Load more