News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerintah Didesak Manfaatkan Fase Transisi Ekspor Satu Pintu

Direktur Eksekutif Reform Syndicate, M. Jusrianto, menilai kebijakan ini sebagai langkah krusial di tengah fragmentasi rantai pasok global, rivalitas geopolitik, dan perebutan sumber daya strategis. 
Selasa, 23 Juni 2026 - 14:46 WIB
Direktur Eksekutif Reform Syndicate, M. Jusrianto
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Langkah pemerintah menyatukan pintu ekspor komoditas strategis melalui PP No.24 Tahun 2026 tengah menjadi sorotan publik.

Kebijakan ini dinilai berpotensi memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global, sekaligus turut menyimpan risiko distorsi pasar, inefisiensi birokrasi serta celah rent-seeking jika tidak diperkuat dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui peraturan ini, pemerintah mengalihkan seluruh jalur ekspor tiga komoditas CPO (crude palm oil), batubara, dan ferro-alloy ke dalam mekanisme tunggal melalui PT. Danantara Semesta Internasional (DSI). 

Meski sudah berlaku secara bertahap pada 1 Juni 2026, namun peraturan ini baru akan masuk fase implementasi penuh pada 1 Januari 2027.

Pemerintah didesak agar bisa memanfaatkan sisa waktu transisi untuk mematangkan kebijakan terkait kerangka kelembagaan.

Desakan itu mencuat dalam diskusi publik bertajuk “Ekspor Satu Pintu Melalui BUMN: Antara Kedaulatan Ekonomi dan Risiko Distorsi Pasar” yang diselenggarakan lembaga think-tank Reform Syndicate, di Jakarta Selatan, pada Senin (22/6/2026).

Direktur Eksekutif Reform Syndicate, M. Jusrianto, menilai kebijakan ini sebagai langkah krusial di tengah fragmentasi rantai pasok global, rivalitas geopolitik, dan perebutan sumber daya strategis. 

Menurutnya, integrasi lewat PT DSI dinilai mampu menekan kebocoran Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta praktik manipulasi harga (under-invoicing) yang menyebabkan kerugian negara.

"Aktif mengelola sumber daya alam strategis untuk optimalisasi manfaat pastinya relevan di tengah rivalitas geopolitik. Ini membuat ekspor satu pintu bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan," ujar Jusrianto.

Kendati demikian, Jusrianto juga mengingatkan adanya risiko ketegangan antara misi kedaulatan ekonomi dan efisiensi pasar. Risiko hilangnya fleksibilitas perdagangan global membayangi jika birokrasi baru ini tidak lincah.

“Indonesia membutuhkan pengelolaan SDA yang semakin berdaulat. Namun, kedaulatan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika berjalan beriringan dengan efisiensi, transparansi, dan daya saing pasar,” pungkas Jusrianto.

Celah Perburuan Rente

Sorotan konstruktif juga datang dari Direktur Riset Reform Syndicate Moh. Jawahir yang mengidentifikasi adanya empat risiko yang berkelindan dibalik kebijakan ekspor, yakni monopoli penentuan harga, konflik kepentingan struktural, serta lemahnya mekanisme pengawasan dari auditor negara dan ekstraksi rente melalui instrumen keuangan.

Jawahir secara khusus mengkritik frasa “tingkat kewajaran” yang tertuang di dalam PP No.24 Tahun 2026/ Menurutnya, absennya parameter kuantitatif yang jelas dalam frasa tersebut menjadi celah paling berbahaya yang dapat disalahgunakan.

“Kekuatan yang absolut yang diberikan ke PT DSI ketika tidak memiliki penyeimbang pasar otomatis akan memicu berbagai risiko, di antaranya kartelisasi harga yang lahir akibat absennya mekanisme koreksi pasar yang alami,” jelas Jawahir.

Celah ini dikhawatirkan Jawahir membuka ruang bagi selisih margin logistik yang tidak transparan, negosiasi harga preferensi secara privat dan praktik transfer pricing internal.

Fase Transisi Kritis

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, menggarisbawahi bahwa fase transisi menuju awal 2027 adalah momentum paling krusial. 

Jika pada fase ini kendala teknis dan regulasi gagal dimitigasi, pemerintah disarankan tidak memaksakan implementasi penuh.

"Pada fase transisi ini, kalau berhasil, kebijakan otomatis berjalan ke fase implementasi penuh. Tapi kalau masih banyak kendala, PP ini juga bisa kemudian ditunda,” kata Tauhid.

Tauhid lantas mengkritisi payung hukum kebijakan ini. Menurutnya landasan ideal dari kebijakan ini seharusnya diatur melalui UU, seperti UU Perdagangan, bukan sekedar PP. 

Dia mengkhawatirkan margin operasional yang diambil PT DSI sebagai middleman justru akan membebankan biaya baru yang menekan harga jual petani sawit dan penambang skala kecil di hulu.

Sementara, Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan Global Value Chain (GVC) LPEM-FEB UI, Christina Ruth Elisabeth menilai PT DSI berpotensi menciptakan dualisme berbahaya: monopoli di pasar ekspor internasional sekaligus monopsoni bagi produsen domestik. Sebagai pembeli tunggal di dalam negeri, lembaga ini memiliki kuasa penuh mendikte para produsen lokal.

Ruth Elisabeth juga mengingatkan kewajiban pemerintah untuk menotifikasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) supaya tidak dituduh melanggar prinsip non-diskriminasi. 

Ia melihat adanya risiko penurunan ekspor CPO ke Uni Eropa akibat sulitnya pemenuhan standar ketertelusuran (traceability) ISPO dalam skema satu pintu. 

Lebih lanjut Ruth mendesak pemerintah merombak desain kelembagaan PT DSI dengan membedakan antara regulator, operator, dan pengawas sebelum fase transisi berakhir. 

"Harus ada pemisahan fungsi kelembagaan. Pilihan yang paling tepat adalah DSI sebagai operator komersial saja, sehingga mengurangi distorsi di pasar," ujarnya.

Rekomendasi Taktis

Untuk memastikan cita-cita kedaulatan ekonomi ini tidak menjadi inefisiensi baru, Reform Syndicate menyodorkan lima rekomendasi taktis kepada pemerintah:

1. Pemisahan Kekuasaan: Menegakkan batas tegas antara peran regulator (kementerian), operator komersial (PT DSI), dan pengawas.

2. Benteng Independensi: Membentuk dewan pengawas independen yang dilengkapi sistem perlindungan saksi/peniup peluit (whistleblower system).

3. Anti-Oligarki: Menjamin akses dan perlakuan setara bagi perusahaan nasional, koperasi, UMKM, hingga pelaku usaha di daerah.

4. Audit Berbasis Outcome: Menetapkan indikator kinerja utama (KPI) yang terukur dan wajib diaudit secara berkala oleh lembaga independen.

5. Mekanisme Sunset Review: Menyediakan klausul evaluasi total yang memungkinkan kebijakan ini direvisi atau bahkan dihentikan jika terbukti merugikan daya saing nasional.

Sebagai informasi, Reform Syndicate adalah lembaga pemikiran (think-tank) yang berfokus pada kajian kebijakan publik, reformasi ekonomi, dan penguatan tata kelola di Indonesia. Melalui Discourse Forum, Reform Syndicate berkomitmen menghadirkan dialektika sehat demi kemajuan bangsa. (muu)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim Polri 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Bakal Diperiksa Bareskrim Polri 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Kim Yeon-gyeon Terpukau dengan Power Megawati Hangestri, Singgung Gaya Serang Megatron

Kim Yeon-gyeon Terpukau dengan Power Megawati Hangestri, Singgung Gaya Serang Megatron

Megawati Hangestri mulai menunjukkan kualitasnya dalam latihan bersama Hyundai Hillstate. Libero utama tim, Kim Yeon-gyeon, bahkan mengaku terkejut atas power.
Pernyataan Tak Terduga Roberto Mancini usai Timnas Italia Kalahkan Turki: Ini Tak Ada Artinya

Pernyataan Tak Terduga Roberto Mancini usai Timnas Italia Kalahkan Turki: Ini Tak Ada Artinya

Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini, menilai bahwa kemenangan atas Turki sama tidak berartinya dengan kekalahan dari Belgia. Dia menekankan timnya harus fokus kepada apa yang bisa dilakukan di lapangan.
Detik-detik Kevin Diks dapat Contekan dari John Herdman, Kapten Timnas Indonesia Langsung Baca di Tengah Lapangan

Detik-detik Kevin Diks dapat Contekan dari John Herdman, Kapten Timnas Indonesia Langsung Baca di Tengah Lapangan

Kapten Timnas Indonesia Kevin Diks kedapatan baca contekan yang diberikan John Herdman lewat Ivar Jenner di tengah lapangan dalam laga lawan Malaysia, semalam
Pengakuan Jujur Alessandro Bastoni usai Bikin Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026: Saya Merasa Berutang

Pengakuan Jujur Alessandro Bastoni usai Bikin Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia 2026: Saya Merasa Berutang

Bek tengah Timnas Italia, Alessandro Bastoni, merasa bahwa dirinya berutang kepada masyarakat Italia. Hal ini beriringan dengan kegagalannya untuk mempersembahkan tiket ke Piala Dunia 2026.
Hitung-hitungan Timnas Voli Indonesia Lolos ke Perempat Final Asian Games 2026

Hitung-hitungan Timnas Voli Indonesia Lolos ke Perempat Final Asian Games 2026

Menilik hitung-hitungan peluang Timnas Voli Indonesia lolos ke babak perempat final voli putra Asian Games 2026. Skuad Garuda masih memiliki peluang untuk melaju ke babak delapan besar, namun kemenangan atas Iran menjadi syarat mutlak.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Selengkapnya

Viral