Bicara soal Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Wanita di Bandung, Dedi Mulyadi: Akan Peka Ketika Viral, Itu Cermin Lingkungan Abai terhadap Peristiwa
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 / tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kasus penyekapan dan penganiayaan wanita di salah satu tempat kos-kosan di Kabupaten Bandung selama tiga tahun lamanya.
Menurut pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini, kasus ini tidak terdeteksi secara dini karena lingkungan masyarakatnya abai.
Hingga akhirnya, permasalahan ini baru “diperhatikan” setelah viral di media sosial.
"Akan peka ketika viral, itu cermin lingkungan abai terhadap peristiwa," ujar KDM, Rabu (24/6/2026).
Menurut Dedi Mulyadi, kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat (30) terhadap YTR (29) memprihatinkan.
Dia mengimbau agar masyarakat harus selalu peka terhadap kondisi di lingkungan sekitarnya dengan menanyakan identitas setiap warga baru di lingkungannya.
Tujuannya, kata Dedi Mulyadi, untuk mengetahui warga baru tersebut pasangan suami istri atau bukan.
Menurut dia, lingkungan sekitar tidak boleh membiarkan setiap pasangan berada di tempat kos tanpa menunjukkan surat nikah.
"Jadi jangan sampai orang bermukim di suatu tempat, bukan pasangan suami istri, kok bisa dan dibiarkan," ungkapnya.
Dedi Mulyadi bahkan menyebut sistem lingkungan yang baik menerapkan wajib lapor 1x24 jam.
Adapun kasus yang saat ini viral tidak menjalankannya untuk memberitahukan kepada pengurus RT/RW setempat.
"Harusnya itu (pelaku dan korban) terdata, yang datang difoto wajahnya, setelah itu masukin dalam data penduduk sementara," ucapnya.
Di samping itu, KDM berharap orang tua juga harus lebih aktif mengawasi anak-anaknya untuk memastikan pergi ke mana dan dengan siapa sehingga bisa terdeteksi keberadaannya. (ant/nsi)
Load more