Menteri ESDM: Program E20 Butuh 4 Juta Kiloliter Etanol
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia program mandatori campuran etanol dengan bensin atau bioetanol 20 persen (E20) membutuhkan 4 juta kiloliter (KL) etanol.
Angka tersebut berdasarkan total konsumsi bensin domestik yang berada di kisaran 40 juta KL per tahun.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bahlil mengajak perguruan tinggi untuk berperan dalam mengoptimalkan teknologi pengolahan komoditas nabati lokal, seperti tebu, singkong, dan jagung.
"Karena E20 kita butuh 4 juta kiloliter. Jadi ini bisa kita bikin plasma inti dengan rakyat, ini jauh lebih jelas optekernya negara daripada kita impor dari Amerika atau Eropa," katanya, Minggu (28/6/2026).
Melalui pola kemitraan antara korporasi inti dan plasma rakyat, perguruan tinggi diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara hasil riset di laboratorium dan penerapannya pada skala industri nasional.
Selain di sektor bahan bakar, kontribusi inovasi dari perguruan tinggi juga dinilai penting untuk mendorong program bauran energi baru melalui percepatan penggunaan kompor alternatif.
Termasuk sambung dia, kompor listrik dan kompor energi alternatif lainnya, serta pemanfaatan compressed natural gas (CNG) dan jaringan gas (jargas) rumah tangga.
"Di Kementerian ESDM tahun 2027 mendatang ada program pengadaan kompor listrik Rp600 miliar dan kampus siapa yang mau bikin langsung akan kita pesan pengadaannya di kampus itu saja," jelasnya.
Adapun keduanya merupakan program strategis nasional yang dirancang secara terintegrasi untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus menyelamatkan devisa negara dalam jumlah besar.(aha/raa)
Load more