News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sikapi Kasus Kematian Dokter Icha, IDI Heran dengan Dugaan Intimidasi dari Oknum DPRD: Dia juga Manusia

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti dugaan intimidasi sejumlah oknum anggota DPRD TTU, NTT membuat dokter jaga IGD RS Leona, Dokter Icha tewas bunuh diri.
Selasa, 30 Juni 2026 - 09:55 WIB
Foto dr Icha, dokter jaga IGD di RS Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tewas bunuh diri diduga akibat intimidasi oknum anggota DPRD
Sumber :
  • tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyoroti kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. Perhatian ini menyusul dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas akibat bunuh diri.

Penyebab Dokter Icha tewas diduga akibat intimidasi dari tiga orang oknum anggota DPRD Kabupaten TTU. Hal ini mendorong IDI turun tangan menyikapi kasus kematian ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto menyampaikan duka cita atas kepergian Dokter Icha. Ia mewakili IDI turut mengecam keras atas dugaan intimidasi terhadap dokter.

"Pertama-tama, IDI mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya dr Icha. Kami juga mengutuk keras atas intimidasi-intimidasi yang menimpa Dokter Icha," ujar Slamet saat dihubungi tvOne, Senin (29/6/2026).

Slamet menegaskan, IDI melakukan investigasi dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kehadiran pihaknya diharapkan segera menuntaskan kasus kematian Dokter Icha.

"Apakah memang faktor yang muncul di media itu betul terjadi intimidasi? Kalau memang itu betul intimidasi, kami mengutuk keras," lanjutnya.

IDI Soroti Oknum Anggota DPRD Diduga Intimidasi Dokter Icha

dr. Eliza Princila Utami Paenoni (Icha) yang mengakhiri hidup usai diduga mendapat intimidasi dari sejumlah anggota DPRD.
dr. Eliza Princila Utami Paenoni (Icha) yang mengakhiri hidup usai diduga mendapat intimidasi dari sejumlah anggota DPRD.
Sumber :
  • Instagram @kemenkes_ri

IDI telah mendengar kronologi kematian Dokter Icha yang menggegerkan publik. Dokter jaga IGD di RS Leona tersebut depresi diduga dampak dari intimidasi sejumlah anggota DPRD.

Slamet tidak menyangka apabila kejadian tersebut benar-benar terbukti, maka sangat disayangkan oknum pejabat melakukan intimidasi berujung membuat Dokter Icha tewas bunuh diri.

Menurut Slamet, tidak ada perbedaan apa pun dari seorang dokter. Orang yang bertugas medis juga memiliki kesamaan dan bisa depresi atau sakit akibat perlakuan intimidasi dari orang lain. 

"Apalagi seorang anggota DPRD yang terhormat bisa masuk ke UGD, bisa memaki-maki dokter. Dokter itu kan manusia, bisa depresi, bisa takut juga," terangnya.

Perlakuan intimidasi tidak hanya membuat kondisi psikologis seorang terganggu, tetapi juga potensi mendorong korban melakukan aksi nekat seperti bunuh diri.

"Yang bersangkutan meninggal dunia akibat bunuh diri. Ini yang sangat kita prihatinkan dan sekali lagi kami mengutuk keras kejadian ini," tambahnya.

Ia tidak menafikan kasus seperti Dokter Icha tak hanya sekali. Sejumlah peristiwa sebelumnya juga sering dialami seperti pejabat hingga pasien.

"Sangat sering dan sudah banyak yang viral, misalnya seorang pimpinan daerah datang ke rumah sakit memaki-maki tenaga kesehatan maupun dokternya. Kemudian, pasien juga sama mengintimidasi bahkan ada yang mau memukul," tuturnya.

Kendati demikian, IDI tidak menginginkan kejadian ini terulang lagi terutama di lingkungan tenaga medis. Pihaknya terus mengawal ketat hingga mengusut tuntas kasus kematian Dokter Icha.

Selain mengusut tuntas, Kemenkes diminta melakukan penerbitan terkait regulasi baru. Hal ini bertujuan untuk memberikan jaminan serta keselamatan bagi dokter dan tenaga medis khususnya di unit IGD hingga ruang perawatan.

Pandangan IDI soal Peran dr Icha

Slamet berbagi pandangannya terkait kasus ini. Ia berpendapat bahwa seorang dokter seperti dr Icha yang berjaga di IGD mempunyai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Setiap dokter bertugas tentu mengikuti sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, dr Icha mengutamakan hati nuraninya kebetulan tengah menangani sekaligus menyelamatkan nyawa pasien.

Sayangnya sering kali tugas dokter dianggap remeh yang berujung adanya intervensi. Dugaan intimidasi dari keluarga maupun pihak korban juga rentan menyebabkan tenaga medis stres.

Ia menambahkan, psikologis yang terganggu sangat mempengaruhi kinerja dokter dan tim medis. Akibatnya, mereka kurang maksimal saat menangani pasien terutama lagi kondisi kritis.

"Ini malah mau itu anggota DPRD, mau masyarakat bisa masuk ke dalam ruang pemeriksaan di UGD. Itu yang kita sesalkan," ucapnya.

Kemenkes Investigasi Kasus Kematian Dokter Icha

Sementara, Ketua Tim Inspektorat Investigasi Kemenkes, Yuli Ferianti menyampaikan bahwa, pihaknya telah mengirim jajarannya. Hal ini sebagai sikap tegas mengusut tuntas kasus kematian Dokter Icha.

Yuli menambahkan, pihaknya memastikan siap menginvestigasi secara mendalam. Tujuannya untuk mengungkap misteri motif utama yang menyebabkan dokter di RS Leona, Kefamenanu, Kabupaten TTU, NTT itu bunuh diri.

"Nanti hasilnya akan dipublikasikan ke media," kata Yuli.

Ia menegaskan, dirinya telah bertemu serta melaporkan peristiwa memprihatinkan ini kepada Gubernur NTT. Terkait hasil investigasi, pihaknya tengah bekerja untuk memperoleh motif sebenarnya.

"Kami akan mendalami kejadian dugaan intimidasi ini," tegasnya.

Kronologi Dokter Icha Bunuh Diri Diduga Diintimidasi Oknum DPRD

Sebelumnya, rangkaian peristiwa ini bermula saat seorang pasien anak korban gigitan ular dibawa ke ruang IGD RS Leona pada Sabbtu (13/6/2026). Saat itu dr Icha yang menjalani tugas menangani pasien rujukan dari RSUD Kefemenanu.

dr Icha bertugas sesuai SOP. Selain itu, sang dokter juga telah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Situasi mendadak memanas dan tegang. Hal itu terjadi setelah dua oknum anggota DPRD TTU bernama Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani memasuki ruang IGD RS Leona.

Ketegangan disebabkan lantaran keluarga pasien meminta vaksin tertentu. Berdasarkan hasil pertimbangan medis, permintaan mereka belum direkomendasikan dan stoknya sedang kosong.

Dua oknum anggota DPRD tersebut tiba-tiba datang dan protes dengan nada tinggi. Pada Minggu, 14 Juni 2026, mereka kembali terlihat sebelum dr Icha kembali menjalani tugasnya.

dr Icha yang merasa takut dan mengalami tekanan hebat memutuskan pulang ke tempat tinggalnya. Fakta semakin terungkap setelah rekan kerjanya tidak bisa menghubungi korban sekitar pukul 19.00 WITA.

Situasi ini mendorong mereka mendatangi tempat tinggalnya. Hal yang mengejutkan setelah rekan kerja melihat dr Icha telah dalam kondisi lemah dan langsung dibawa ke RS Leona.

dr Icha kemudian diperbolehkan pulang pada 21 Juni 2026. Ia diputuskan untuk menjalani rawat jalan meskipun kondisi saat itu masih dalam ketakutan akibat peristiwa di IGD.

Pada Rabu, 24 Juni 2026, dr Icha menjalani pemeriksaan di Klinik Utama Jiwa Dewantara Mental Healthcare. Berdasarkan hasilnya, ia mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik.

Hingga Jumat, 26 Juni 2026, dr Icha sempat akan dijadwalkan pemeriksaan lanjutan di RS Bhayangkara Kupang. Sayangnya ia ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

(hap)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komentar Menohok PKB soal Safari Politik Jokowi untuk PSI: Kita Punya Persepsi yang Berbeda-beda

Komentar Menohok PKB soal Safari Politik Jokowi untuk PSI: Kita Punya Persepsi yang Berbeda-beda

Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Hadrian Irfani berkomentar menohok terkait safari politik Jokowi untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kata
Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Pensiunan Kemlu Tuntut Hak Pembayaran Gaji Pokok, Mahkamah Konstitusi: Pemerintah Harus Bantu

Mahkamah Konstitusi menggelar Pengucapan Putusan Nomor 177/PUU-XXIV/2026 tentang Pengujian Pasal 40 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
Lensa Berbicara: Usai Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Temui Pendukung di Luar Ruang Sidang

Lensa Berbicara: Usai Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Temui Pendukung di Luar Ruang Sidang

Mantan Mendikbudristek periode 2019–2024, Nadiem Makarim, divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (30/6).
Ketua MPR Sambut Baik Wacana Umroh Plus via Uzbekistan

Ketua MPR Sambut Baik Wacana Umroh Plus via Uzbekistan

Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama delegasi MPR RI serta para ulama dari Indonesia bertemu dengan Grand Mufti Uzbekistan, Syekh Nuriddin Khaliqnazarov di Museum
KAI Bandara Perluas Jangkauan ke Lubuk Pakam, Sinergi dengan KAI dan DJKA Tingkatkan Aksesibilitas Masyarakat

KAI Bandara Perluas Jangkauan ke Lubuk Pakam, Sinergi dengan KAI dan DJKA Tingkatkan Aksesibilitas Masyarakat

KAI Bandara resmi memperluas layanan transportasi publik berbasis kereta api di Sumatera Utara dengan menghadirkan layanan hingga Stasiun Lubuk Pakam. Layanan
Tak Bisa Tutupi Kekecewaannya, Ini Kata-kata Pertama dari Veda Ega Pratama Usai Dirinya DNF di Moto3 Belanda 2026

Tak Bisa Tutupi Kekecewaannya, Ini Kata-kata Pertama dari Veda Ega Pratama Usai Dirinya DNF di Moto3 Belanda 2026

Rider muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, harus gigit jari pada gelaran Moto3 Belanda 2026 yang berlangsung akhir pekan kemarin.

Trending

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim Jadi Rebutan Volimania Korea Usai Bawa Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026, Minta Abroad di V-League

Farhan Halim mendadak menjadi perbincangan hangat volimania Korea Selatan usai tampil gemilang membawa Timnas Voli Indonesia juara AVC Men's Cup 2026.
Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan Keuangan Shio 1 Juli 2026: Tikus dan Monyet Ada Sinyal Positif

Ramalan keuangan shio 1 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka hoki! Siapa shio yang buka bulan baru dengan cuan paling kencang dan siapa yang perlu strategi dulu?
Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Kapten Belanda Kecewa, Anak Patrick Kluivert Disorot setelah Gagal Penalti: Belanda Angkat Koper dari Piala Dunia 20262026

Langkah Belanda dipastikan terhenti: tiga eksekutor penalti mereka, termasuk anak kandung mantan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert yakni Justin Kluivert
Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 1 Juli 2026: Virgo Dapat Kejutan Manis di Awal Bulan, Scorpio Stop Cemburu Buta atau Si Dia Bakal Jauh

Ramalan Zodiak Cinta Besok Rabu 1 Juli 2026: Virgo Dapat Kejutan Manis di Awal Bulan, Scorpio Stop Cemburu Buta atau Si Dia Bakal Jauh

Berdasarkan ramalan bintang, esok hari Rabu, 1 Juli 2026, beberapa zodiak diprediksi akan mendapatkan momen romantis yang tak terlupakan, sementara yang lain -
Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Ruang Ganti Timnas Jerman Suram Usai Dikalahkan Paraguay dan Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Semuanya Kecewa

Jerman menelan pil pahit di Piala Dunia 2026. Die Mannschaft tersingkir secara dramatis setelah kalah 3-4 dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Viral di Threads Polisi Disebut Nonton Bola saat Terima Laporan Kekerasan, Ini Klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat

Ini klarifikasi Polres Metro Jakarta Barat soal video yang viral di unggahan akun Threads @junist.hairdressing.
Ranking Timnas Voli Indonesia Melesat Usai Juara AVC Men's Cup 2026

Ranking Timnas Voli Indonesia Melesat Usai Juara AVC Men's Cup 2026

Timnas Voli Indonesia langsung melesat di ranking FIVB setelah berhasil mengalahkan Korea Selatan di final AVC Men's Cup 2026.
Selengkapnya

Viral