Kadin Rayu Investor Belarus, Indonesia Bukan Sekadar Pasar tapi Basis Produksi
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengajak pelaku usaha Belarus menjadikan Indonesia sebagai basis investasi dan manufaktur untuk menembus pasar Asia Tenggara.
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Indonesia disebut tengah memperkuat fondasi industri nasional sekaligus membangun iklim usaha yang semakin ramah bagi investor.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady mengatakan, transformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah membuka peluang baru bagi investor asing, khususnya Belarus, untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang.
“Sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat basis manufaktur Indonesia, kapabilitas industri, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, dan kapasitas teknologi,” kata James T. Riady dalam Forum Bisnis Indonesia-Belarus di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).
Menurut James, Indonesia kini semakin serius menciptakan iklim investasi yang kompetitif di tengah pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke kawasan Asia-Pasifik.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa saat ini Belarus akan menemukan Indonesia yang semakin berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang pro-bisnis dan pro-investasi,” ujarnya.
Ia menilai perubahan peta ekonomi global menjadi momentum yang harus dimanfaatkan kedua negara untuk memperluas kemitraan bisnis.
“Ekonomi global juga telah berubah. Selama sebagian besar abad lalu, aktivitas ekonomi berpusat di kawasan Atlantik, antara Amerika dan Eropa. Namun saat ini, pusat gravitasi ekonomi jelas telah bergeser ke kawasan Pasifik,” katanya.
James menegaskan Indonesia memiliki posisi strategis karena berada di pusat kawasan ASEAN yang menjadi salah satu kawasan ekonomi paling dinamis di dunia.
“Kita berada di abad Pasifik, rumah bagi beberapa ekonomi terbesar di dunia, pasar dengan pertumbuhan tercepat, dan populasi paling dinamis. Dan Indonesia berada tepat di jantung ASEAN,” ujarnya.
Dengan populasi Indonesia mencapai sekitar 285 juta jiwa dan akses ke pasar ASEAN yang berpenduduk lebih dari 680 juta orang, James menilai Indonesia merupakan pintu masuk ideal bagi perusahaan Belarus yang ingin berekspansi di kawasan Asia Tenggara.
“Bagi perusahaan-perusahaan Belarus, Indonesia bukan hanya pasar berpenduduk 285 juta jiwa, tetapi juga pintu gerbang menuju ASEAN, sebuah kawasan dengan lebih dari 680 juta jiwa,” katanya.
Sebaliknya, Kadin juga mendorong pelaku usaha Indonesia memanfaatkan Belarus sebagai gerbang menuju pasar Eurasia melalui pembentukan usaha patungan dan investasi bersama.
“Demikian pula, kami berharap lebih banyak pelaku usaha Indonesia yang menjajaki peluang di Belarus, membangun usaha patungan (joint venture) dan investasi bersama. Dan melalui Belarus, mendapatkan akses ke kawasan Eurasia yang lebih luas,” ujar James.
Menurutnya, keberhasilan kerja sama ekonomi tidak hanya ditentukan oleh hubungan antarpemerintah, tetapi juga oleh keberanian dunia usaha untuk berinvestasi dan membangun kolaborasi jangka panjang.
“Pemerintah dapat menciptakan kerangka kerja, pemerintah dapat memperkuat hubungan diplomatik, namun para pelaku bisnislah yang menciptakan investasi, menciptakan lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan menciptakan kemakmuran,” tegasnya.
Karena itu, James mengajak pelaku usaha kedua negara memanfaatkan Forum Bisnis Indonesia-Belarus sebagai titik awal lahirnya kemitraan yang berorientasi jangka panjang.
“Oleh karena itu, mari kita gunakan forum hari ini bukan sekadar untuk bertukar kartu nama, melainkan untuk mulai membangun kemitraan jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi kedua bangsa kita selama bertahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya. (agr/ree)
Load more