Benarkah Izin RS Leona Kefamenanu Dicabut Imbas Dokter Icha Diduga Diintimidasi Anggota DPRD TTU? Ini Kata sang Direktur
- Facebook RS Leona Kefa
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus kematian tragis dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha (27) berdampak pada izin operasional Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu.
Izin operasional RS Leona Kefamenanu dikabarkan akan dibekukan Dinas Kesehatan Timor Tengah Utara (TTU). Hal itu berasal dari perintah Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo.
Ancaman tersebut membuat Direktur RS Leona Kefamenanu, Rizky Anugrah Dewati buka suara. Ia mengabarkan bahwa rumah sakit tetap beroperasi seperti biasanya.
"Kami masih tetap beroperasi," ujar Rizky dalam wawancara melalui program Kabar Siang tvOne, Selasa (30/6/2026).
Kabar Terbaru Aktivitas di RS Leona Kefamenanu
- tvOneNews
Rizky menyampaikan, pihaknya belum menghentikan kegiatan RS Leona. Hal ini mengingat rumah sakit tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya di TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hingga kini, kata dia, terpantau masih banyak pasien membutuhkan pelayanan kesehatan di RS Leona. Oleh karena itu, belum ada keputusan menghentikan izin operasional rumah sakit tersebut.
"Kami masih melayani semua pasien-pasien yang datang ke Rumah Sakit Leona Kefamenanu," terangnya.
Ia memahami keputusan yang dikeluarkan Bupati TTU. Yosep sangat menyayangkan terhadap tragedi menimpa dr Icha yang tidak seharusnya terjadi di Kabupaten TTU.
dr Icha ditemukan mengakhiri hidupnya akibat mengalami depresi berat. Penyebabnya diduga dampak dari intimidasi tiga anggota DPRD Kabupaten TTU.
Rizky berharap keputusan tersebut dapat dikaji ulang dan hanya bersifat sementara. Sebab, RS swasta itu menjadi salah satu bagian mitra Pemda TTU di bidang kesehatan.
"Saya percaya Pemerintah Daerah (Pemda) TTU akan menyelesaikan secara bijak karena kami Rumah Sakit Leona merupakan mitra pemerintah daerah, dalam hal ini, pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Timor Tengah Utara," katanya.
Sikap RS Leona Tanggapi Pernyataan IDI soal Insiden Dokter Icha
- tvOneNews
Rizky ditanya terkait jawaban sekaligus sikap RS Leona. Belakangan ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut peristiwa dialami dr Icha merupakan tanggung jawab pihak rumah sakit.
Rizky telah mendengar pernyataan tersebut. Ia mengatakan bahwa, pihaknya sudah sangat kooperatif sejak awal kejadian yang menimpa Dokter Icha.
"Kami memastikan prioritas utama kami di awal adalah keluarga, tim, dan pihak terkait terlebih dahulu," tegasnya.
Di balik itu, ia menyampaikan bahwa, RS Leona masih mengikuti proses penyelidikan. Tujuannya untuk mengungkap penyebab pasti Dokter Icha diduga mengakhiri hidupnya.
Ia meluruskan tuduhan yang terus menyasar pada RS Leona. Pihaknya telahh memberikan sejumlah barang bukti untuk memudahkan proses penyelidikan.
"Beberapa teman kami juga sudah diambil keterangannya oleh pihak kepolisian. Kami sudah menyerahkan bukti CCTV di rumah sakit kepada pihak kepolisian," ucapnya.
Kronologi dr Icha Diduga Diintimidasi Anggota DPRD TTU
Sebelumnya, kabar kematian Dokter Icha menggegerkan masyarakat NTT dan para tenaga medis maupun kesehatan. Ia ditemukan dalam kondisi gantung diri di rumah orang tuanya pada Jumat, 26 Juni 2026.
Awal mula insiden ini terjadi saat dr Icha bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Sabtu (13/6/2026). Ia menangani seorang pasien anak korban gigitan bisa ular.
Di tengah itu, situasi mendadak tegang saat orang tua pasien meminta vaksin tertentu. Berdasarkan hasil konsultasi, dr Icha belum merekomendasikan dan stoknya sedang kosong di rumah sakit.
Ketegangan semakin meningkat setelah dua pria datang menghampirinya. Mereka mengaku sebagai anggota DPRD TTU dan orang yang berpengaruh di wilayah TTU, NTT.
Dua anggota DPRD TTU tersebut bernama Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Sementara, seorang anggota dewan lainnya, Veronika Lake ikut disebut dan terseret kasus dugaan intimidasi dr Icha.
Berdasarkan pengakuan mereka, kedatangan tersebut bentuk meminta penjelasan terhadap tenaga medis. Meski begitu, mereka mengakui kondisi saat itu bernada tinggi.
Sementara, Nur Azizah, ibu mendiang Dokter Icha mengenang kisah putrinya setelah mendapat dugaan intimidasi. Peristiwa di IGD dinilai mengandung ancaman memicu depresi berat bagi putrinya.
Dokter Icha pun sempat dirawat beberapa hari. Situasi ini belum mampu meredakan ketakutan dan depresi berat yang mendorong korban mengakhiri hidupnya.
(hap)
Load more