Update Kondisi Korban Penyekapan di Percetakan Jakpus, Sampai Kini Masih Alami Trauma
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Tegar, salah satu karyawan sekaligus korban dugaan penyekapan dan penyiksaan di sebuah percetakan di Jakarta Pusat, mengaku masih trauma akibat kekerasan yang dialaminya selama bekerja.
Hal tersebut diungkapkan Tegar saat dijenguk Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di kediamannya, pada Rabu (1/7).
Tegar menjelaskan kasus itu bermula ketika dirinya dituduh mengambil limbah pelat cetak di tempatnya bekerja sebanyak 10 kali.
“Awalnya saya dituduh mencuri limbah plat cetak. Setelah itu saya mengalami kekerasan bersama teman-teman saya dan kemudian langsung dibawa ke rumah dan dipermalukan di depan warga sekitar,” kata Tegar, mengutip Antara pada Kamis.
Dalam perkara ini, terdapat tiga korban penyekapan yakni Tegar Saputra, Adit Saputra, dan Rafly Jaelani.
Tegar mengungkap pihak perusahaan meminta uang ganti sebesar Rp50 juta kepada masing-masing korban. Padahal, lembah plat yang diambil hanya berkisar harga senilai Rp200 ribu.
Dia pun tak menampik bahwa dirinya memang mengambil limbah plat tersebut lantaran sedang membutuhkan uang untuk kebutuhan keluarganya yang sedang sakit.
“Saat itu saya memang sedang membutuhkan uang untuk keperluan keluarga yang sedang sakit,” ucapnya.
Dia juga membantah tuduhan bahwa dirinya berulang kali mengambil limbah plat cetak.
Ia mengaku mendapat ancaman kekerasan apabila tidak mampu membayar uang yang diminta perusahaan.
“Adik pemilik perusahaan, Albert, mengancam kalau saya tidak membayar Rp50 juta maka tangan saya akan dipatahkan. Teman-teman saya juga mendapat ancaman yang sama,” ungkapnya.
Tegar menyebut dirinya bekerja sebagai pekerja lepas selama sekitar dua tahun di perusahaan percetakan tersebut dengan gaji Rp500 ribu per bulan tanpa BPJS Ketenagakerjaan.
“Kalau sakit atau membutuhkan biaya pengobatan, saya tanggung sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, memastikan negara hadir melindungi hak-hak para korban penyekapan dan penyiksaan di sebuah perusahaan percetakan di Jakarta Pusat.
Hal ini disampaikan Iqbal saat menjenguk salah satu korban bernama Tegar kediamannya, Rabu.
Load more