Soal Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Jawa, Tenggara: Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
- Aprillio Akbar-Antara
Di sisi lain, kebutuhan batu bara untuk PLN dan pembangkit listrik swasta mencapai sekitar 180–190 juta ton per tahun. Namun pada saat yang sama, pasokan untuk kebutuhan domestik, termasuk sektor ketenagalistrikan, tetap menghadapi kerentanan ketika terjadi hambatan produksi maupun distribusi.
Dengan kebutuhan sektor ketenagalistrikan yang hanya sekitar sepertiga dari total produksi nasional, persoalan yang muncul menurut Tenggara bukan terletak pada ketersediaan batu bara, melainkan kemampuan memastikan pasokan tersedia tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang dibutuhkan pembangkit.
Tantangan tersebut semakin kompleks karena terjadi di tengah tingginya harga batu bara global. Tenggara mencatat bahwa harga DMO untuk kebutuhan pembangkit sebesar 70 US dolar per ton sejak 2018, sementara harga pasar sempat mencapai sekitar 140 US dolar per ton.
Dalam kondisi demikian, produsen menghadapi insentif ekonomi yang lebih besar untuk menjual batu bara ke pasar ekspor dibanding pasar domestik. Akibatnya, pemenuhan kebutuhan dalam negeri semakin bergantung pada efektivitas kebijakan dan pengawasan pemerintah.
Tenggara juga menyoroti keterbatasan pasokan batu bara kalori menengah yang banyak digunakan PLTU. Kondisi ini memaksa sebagian pembangkit melakukan pencampuran batu bara dengan kualitas berbeda, yang berpotensi menambah tantangan operasional.
Kombinasi antara keterlambatan RKAB, penyesuaian target produksi nasional, tingginya harga ekspor, dan keterbatasan pasokan batu bara dengan spesifikasi tertentu dinilai mempersempit ruang antisipasi sistem ketika terjadi gangguan.
Dalam situasi tersebut, gangguan teknis yang seharusnya dapat diatasi lebih cepat berpotensi memberikan dampak yang lebih luas terhadap keandalan pasokan listrik.
Menurut Tenggara, gangguan yang terjadi menunjukkan bahwa persoalan keandalan listrik tidak dapat dilihat hanya dari sisi operasional pembangkit.
Dinamika produksi batu bara, efektivitas kebijakan DMO, kepastian perizinan melalui RKAB, hingga ketersediaan batu bara dengan spesifikasi yang sesuai merupakan bagian dari rantai pasok yang saling memengaruhi.
Ketika salah satu mata rantai mengalami gangguan, gangguan tersebut dapat lebih mudah berkembang menjadi gangguan pasokan listrik yang lebih luas.
"Tanpa pembenahan yang lebih menyeluruh, Indonesia berisiko menghadapi kembali gangguan pasokan pada tahun-tahun mendatang," tulis Tenggara Strategics.
Load more