Mengenal RUU Pidana LGBT yang Diusung Majelis Ulama Indonesia
- dok.kolase tvOnenews.com / Youtube tvonenews
Jakarta, tvOnenews.com- RUU Pelanggaran atau RUU Pidana LGBT tengah didorong oleh majelis ulama indonesia (MUI). Tentu dengan beberapa poin tujuan yang melatarbelakanginya.
- Freepik
Secara umum LGBT atau kepanjangan dari dari Lesbian (wanita penyuka wanita), Gay (pria penyuka pria), Biseksual (ketertarikan pada dua jenis kelamin), dan Transgender (identitas gender yang berbeda dengan jenis kelamin saat lahir) yang diklaim menyimpang dari ajaran agama dan budaya di Indonesia.
Istilah ini digunakan secara luas untuk mewakili kelompok dengan orientasi seksual dan identitas gender yang beragam. LGBT ini mau dibuatkan peraturannya melalui RUU Pidana LGBT yang diusung MUI.
Mengenal RUU Pidana LGBT
Merangkum informasi dari berbagai informasi resmi, seperti laman MUI dan Jakarta Islamic Center bahwa RUU Pidana LGBT atau juga disebutkan sebagai RUU Pelanggaran LBGT merupaka rancangan undang-undang yang sedang disusun dan diusulkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengkriminalisasi pelaku serta kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia.
MUI mengajukan usulan ini ke DPR RI karena menilai imbauan moral saja tidak lagi efektif dalam membendung fenomena penyimpangan seksual.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis menyampaikan bahwa langkah hukum itu diambil karena pendekatan moralitas dan imbauan sosial dinilai belum efektif.
Pendekatan yang dilakukan selama ini dianggap kurang kuat dalam merespons fenomena tersebut di ruang publik. Sehingga butuh aturan yang konret, jelas dan tegas terkait orientasi dan perilaku dari LGBT.
"Demi cinta kami kepada kemanusiaan yang hakiki, kami ajak mereka kembali pada fitrahnya. Kami siapkan naskah akademik dan RUU pidananya, tinggal DPR membahas dan menetapkannya," kata ulama yang akrab disapa Kiai Cholil ini dalam laman MUI Digital, Selasa (7/7).
Ditambahkan lagi, Kiai Cholil menilai, dahulu pelaku penyimpangan seksual cenderung bersembunyi karena malu. Namun terbalik saat ini mereka justru terkesan bangga bahkan berani menggelar acara atau pesta sesama jenis secara terang-terangan.
- dok.kolase tvOnenews.com / Youtube tvonenews
Ironisnya, masyarakat yang menegur justru sering kali dicap tidak toleran. Sehingga orientasi menyimpang ini menjamur.
Load more