Dokter PPDS Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri Usai Alami Bullying di RSUP Kandou Manado
- Instagram @kemenkes_ri
Jakarta, tvOnenews.com - Seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado meninggal dunia.
TRIGGER WARNING:
Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak profesional seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Dokter Adrian Rantung diduga meninggal dunia setelah mengakhiri hidup akibat mengalami perundungan (bullying).
Korban diduga mendapat perundungan seniornya selama bertugas di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, dr Adrian ditemukan tewas di kamar kosnya. Ia diduga menenggak cairan pembersih kamar mandi.
Kemenkes Sampaikan Bela Sungkawa
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya dr. Adrian Rantung.
"Semangat beliau selama menjalani masa pendidikan sebagai PPDS Anestesi di RS Prof. Dr. R. D. Kandou Manado adalah teladan nyata tentang pengabdian tanpa batas," tulisnya di Instagram @kemenkes_ri Selasa (7/7/2026).
Kemenkes juga mengucapkan terima kasih, atas segala upaya yang telah almarhum curahkan demi kesembuhan sesama.
"Jasamu akan selalu hidup dalam setiap helaan napas pasien yang pernah engkau bantu dan dalam kenangan rekan sejawat yang berjuang bersamamu," lanjutnya.
"Selamat beristirahat dalam damai. Semoga segala amal baik menjadi penerang jalanmu, dan kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," pungkas Kemenkes.
Hingga berita ini dibuat, Kemenkes belum mengkonfirmasi terkait dugaan penyebab kematian dr Adrian. (muu)
Load more