Kronologi Gadis Cantik Tanpa Busana di Lumajang Tewas Dibunuh Pacar usai Bersetubuh dan Bertengkar Hebat
- Antara
Lumajang, tvOnenews.com - Seorang gadis cantik berinisial MTA (22) mengalami nasib tragis. Warga Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi korban pembunuhan oleh pacar sendiri berinisial A (18).
Jasad gadis cantik tersebut ditemukan kondisi mengejutkan. MTA bersimbah darah dalam keadaan telentang tanpa busana di atas tempat tidurnya pada Jumat (3/7/2026) siang hari.
Penemuan jasad gadis cantik asal Lumajang tersebut berawal dari adanya kejanggalan. Sebuah panggilan telepon dari pelaku membuat polisi melakukan penyelidikan intensif hingga mengamankan pacar korban di kediamannya dalam waktu kurang dari 1x24 jam.
Kronologi Tragedi Gadis Cantik Tewas Tanpa Busana Dibunuh Pacar di Lumajang
Dalam jumpa pers, Minggu (5/7/2026), Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP M Ari Nuzul Aulia mengungkap kronologi kasus pembunuhan gadis cantik tersebut. Dari data pihak kepolisian, hal ini bermula saat keduanya makan bersama di kawasan Lumajang, Kamis (2/7/2026).
MTA dan A pada saat itu makan bersama sekitar pukul 19.00 WIB. Selepas itu, pelaku mengantarkan korban pulang ke rumahnya yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP).
Pelaku menggunakan sepeda motor saat membawa korban pulang sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah sampai ke TKP, MTA dan A masuk ke kamar korban untuk melakukan hubungan intim.
"Korban dan tersangka hubungan badan sebanyak dua kali," kata AKP M Ari Nuzul Aulia dikutip, Rabu (8/7/2026).
Momen itu tentu menciptakan kebahagiaan bagi keduanya. Menariknya, kesenangan setelah berhubungan intim mendadak berubah dan membawa malapetaka.
Keduanya mendadak bertengkar. Percekcokan hebat sepasang kekasih yang telah menjalani hubungan asmara selama kurang lebih satu tahun itu tidak terelakan lagi.
Motif pertengkaran tersebut terjadi lantaran pelaku sibuk bermain smartphone miliknya. Situasi ini mengakibatkan korban merasa tidak nyaman dan terabaikan oleh pacarnya sendiri.
Sontak, emosi korban meluap hingga melontarkan kata-kata mengandung ejekan dan kata kotor. Ucapan tersebut ditujukan kepada orang tua pelaku.
Akibat ejekan tersebut, remaja berusia 18 tahun itu mendadak marah sangat hebat dan mengakibatkan dirinya gelap mata.
Emosi yang memuncak mendorong pelaku keluar dari rumah. A mengambil sebatang balok kayu dan kemudian masuk ke dalam kamar untuk menghantam pacarnya yang masih dalam kondisi tanpa busana.
Load more