GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Pelaku Bullying dalam Kasus Santri Terbakar di Ponpes Lombok Tengah? Identitasnya Mengejutkan

Joko Jumadi, kuasa hukum tiga santri dalam kasus dibakar oleh senior di pondok pesantren di Lombok Tengah, NTB mengungkap identitas 2 terduga pelaku bullying.
Jumat, 10 Juli 2026 - 22:06 WIB
Ilustrasi AI - Senior melakukan aksi perundungan atau bullying terhadap santri di pondok pesantren
Sumber :
  • Kolase tvOne/Abdul Rohim & ChatGPT

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus tiga santri terbakar diduga oleh senior di pondok pesantren (ponpes) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin terang benderang. Terbaru, polisi melalui Polres Lombok Tengah telah menetapkan dua orang sebagai tersangka.

Kabar dua orang menjadi tersangka kasus tiga santri terbakar di Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy disampaikan oleh Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid dalam konferensi pers di Polresta Lombok Tengah, Kamis (9/7/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua orang yang menjadi tersangka yakni teman korban berinisial MR (15) dan pimpinan ponpes inisial AMR (55). Penetapan ini membuat kuasa hukum tiga santri sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi berbagi pendapatnya.

Joko mengatakan, keputusan polisi menetapkan dua tersangka pembakaran telah tepat. Selain dalam peristiwa pembakaran, korban juga mendapat tindakan dugaan perundungan atau bullying.

"Kalau dalam kasus ini, kami melihat para tersangka hanya dua ini aja, sedangkan ada satu lagi sebenarnya berkaitan dengan bullying, tetapi itu dalam peristiwa yang berbeda," ujar Joko saat dihubungi tvOne, Jumat (10/7/2026).

Identitas Pelaku Bullying dalam Kasus Santri Terbakar di Lombok Tengah

2 santri korban dugaan pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah
2 santri korban dugaan pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah
Sumber :
  • Instagram/@senjajaya

Ia tidak membantah ada dua peristiwa yang berbeda. Dalam kasus pembakaran, hal itu terjadi di sebuah ruangan ponpes pada 13 Desember 2025.

Sebelum itu, korban mengalami riwayat bullying. Kala itu, seorang santri mengaku telah dirundung oleh dua orang.

Tambah Joko, identitas dua orang tersebut merupakan santri di ponpes. Peristiwa itu membuat korban mengadu kepada pimpinan pesantren.

Aduan tersebut didengar oleh terduga pelaku. Korban merasa ketakutan lantaran adanya ancaman akan dibakar.

Ia mengungkap inisial dua pelaku bullying terhadap para korban. Kata dia, salah satu di antaranya telah menjadi tersangka, yakni berinisial MR.

"Memang sebelumnya ada riwayat bahwa anak-anak korban ini menjadi korban bullying oleh dua orang, yaitu inisial YR dan MR," tuturnya.

Terkait identitas YR, berdasarkan dari keterangan para korban hingga saksi, sosok tersebut dikenal cukup berpengaruh di ponpes tersebut.

"Inisial YR itu diduga adalah anak dari pimpinan pondok pesantren," imbuhnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, YR tidak berada di lokasi kejadian. Sementara, MR sebagai salah satu terduga pelaku bullying merasakan insiden keji tersebut.

"Pada saat peristiwa terjadinya kebakaran itu memang yang ada di situ hanya MR, sedangkan YR itu tidak ada di lokasi, tetapi ada riwayat bullying," terangnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTB, Mohammad Kholid mengungkapkan bahwa peristiwa pembakaran tiga santri terjadi di ponpes di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB pada 13 Desember 2025.

"Penyelidikan baru dilakukan karena para korban tidak langsung melaporkan kejadian tersebut pada saat peristiwa di 2025," kata Kholid.

Peristiwa tersebut membuat tiga santri menjadi korban. Identitas mereka yakni Ahmad Deven Ramdan (14), Sahid Al Hudri (12), dan Sahril Sobirin alias NSS (13).

Korban bernama Sahril Sobirin mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen. Meski sempat dirawat, pria berusia 13 tahun itu meninggal dunia pada Februari 2026.

Korban bernama Deven mengalami luka bakar 30-40 persen, Sahid Al Hudri luka bakar 20-30 persen. Sementara, Yusuf yang selamat mengalami luka ringan dan MR tidak mengalami luka bakar.

"Dalam penanganan perkara ini setidaknya 20 saksi diperiksa, termasuk ahli pidana dan ahli kedokteran dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) serta menyita barang bukti," jelas Kholid.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean mengungkap peran masing-masing tersangka. Untuk MR, hal ini berkaitan dengan berlangsungnya peristiwa pembakaran.

Insiden ini bermula saat pelaku inisial MR meminta salah satu korban membeli satu liter bensin sebagai bahan ganti tiner untuk campuran cat. Sebab, kamar terlapor anak akan dicat ulang akibat banyak coretan di tembok.

Pelaku memisahkan BBM untuk kebutuhan kepentingan cat dan sisanya dibawa keluar. Sementara, korban yang baru mencari kayu untuk dijadikan bahan ketapel masuk ke kamar kosong.

"Mereka berkumpul salah satu ruangan untuk membuat ketapel. Pemahaman dari mereka apabila kayu yangg berbentuk V dibakar akan berbentuk kayu," beber Punguan.

Peristiwa kebakaran terjadi saat pelaku membakar sebagian BBM. Ironisnya, api justru melahap seluruh barang di dalam kamar kosong tersebut.

Terlapor inisial MR panik dan coba memadamkan api. Sayangnya api semakin besar hingga membuat dua orang melarikan diri dan tiga santri terkunci dalam kamar.

Adapun peran tersangka AMR selaku pimpinan ponpes karena tidak menaati surat edaran dari Kementerian Agama terkait tata tertib pondok pesantren. Polisi tidak menemukan adanya aturan khusus agar santri bersikap taat.

Atas hasil keputusan tersebut, dua tersangka dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 466 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siswa SMP Ini Ukir Prestasi Lewat Kreativitasnya Bermasin Alat Musik

Siswa SMP Ini Ukir Prestasi Lewat Kreativitasnya Bermasin Alat Musik

Seorang siswa yang duduk di bangku SMP bernama Arya Zacky Sutanandika atau akrab disapa Jeki menorehkan sejumlah prestasi lewat kreativitasnya bermain alat musik.
Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Sejumlah pihak merespons terkait pernyataan video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengenai situasi politik saat ini.
Belum Dilirik Timnas Indonesia Meski Ngebet Dinaturalisasi, Eks Liga Inggris Ini Pukau Eropa dengan Cetak Hattrick di Kasta Teratas

Belum Dilirik Timnas Indonesia Meski Ngebet Dinaturalisasi, Eks Liga Inggris Ini Pukau Eropa dengan Cetak Hattrick di Kasta Teratas

Joseph Simatupang Ferguson mencuri perhatian di Eropa. Bek keturunan Indonesia itu mencetak hattrick bersama Connah's Quay Nomads.
Menggapai Impian Hadirnya Buah Hati, Amalkan Doa Khusus untuk Memohon Keturunan untuk Pasutri

Menggapai Impian Hadirnya Buah Hati, Amalkan Doa Khusus untuk Memohon Keturunan untuk Pasutri

Anak bukan sekadar pelengkap kebahagiaan rumah tangga, melainkan karunia juga titipan indah dari Allah SWT. Amalkan doa khusus memohon keturunan bagi pasutri
10 Menit Sebelum Subuh, Masih Bisakah Shalat Tahajud? Ini yang Harus Dilakukan

10 Menit Sebelum Subuh, Masih Bisakah Shalat Tahajud? Ini yang Harus Dilakukan

Tak jarang seseorang berniat bangun malam untuk tahajud, namun tanpa disadari waktu merambat cepat hingga mendekati subuh. Masih boleh melakukan shalat tahajud?
Inter Milan Akhirnya Ambil Keputusan, 1 Pemain Masuk Daftar Jual dan Incaran AS Roma Masih Dipertahankan

Inter Milan Akhirnya Ambil Keputusan, 1 Pemain Masuk Daftar Jual dan Incaran AS Roma Masih Dipertahankan

Inter Milan mengambil sikap tegas terkait masa depan Kristjan Asllani. Gelandang asal Albania itu kini dianggap tidak masuk dalam proyek teknis Cristian Chivu.

Trending

Siswa SMP Ini Ukir Prestasi Lewat Kreativitasnya Bermasin Alat Musik

Siswa SMP Ini Ukir Prestasi Lewat Kreativitasnya Bermasin Alat Musik

Seorang siswa yang duduk di bangku SMP bernama Arya Zacky Sutanandika atau akrab disapa Jeki menorehkan sejumlah prestasi lewat kreativitasnya bermain alat musik.
Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Sejumlah pihak merespons terkait pernyataan video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengenai situasi politik saat ini.
Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, aktris Korea calon istri Jang Dong Yoon, debut di drama The Tale of Nokdu.
6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

Berikut daftar 6 drama dan 7 film yang dibintangi Kim Seung Yoon, aktris Korea yang akan menikah dengan Jang Dong Yoon.
Pasca Gempabumi M4.3, Warga Laporkan Adanya Pergeseran Tanah di Desa Matano 

Pasca Gempabumi M4.3, Warga Laporkan Adanya Pergeseran Tanah di Desa Matano 

Pasca gempabumi berkekuatan magnitudo 4,3 yang mengguncang Kabupaten Luwu Timur pada Senin (24/8/2026) kemarin hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan rumah maupun bangunan.
Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Menilik hitung-hitungan peluang Timnas Voli Putri Indonesia untuk lolos ke perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi masih memiliki asa untuk lolos ke babak selanjutnya meski sebelumnya kalah telak dari Thailand.
Video Pernyataan Budi Arie Viral, PSI Angkat Bicara, Pengamat Singgung Jokowi: Tak Ada Perubahan Rawut Wajah

Video Pernyataan Budi Arie Viral, PSI Angkat Bicara, Pengamat Singgung Jokowi: Tak Ada Perubahan Rawut Wajah

Ihwal viralnya potongan video Budi Arie berspekulasi konstelasi ke depan bisa bergerak cepat. Bahkan dia menyeletuk ke Jokowi, politik tidak akan sampai 2029
Selengkapnya

Viral