SOSOK Tan Kian, Konglomerat Pemilik Pasific Place yang Diduga Terseret Kasus Korupsi Febrie Adriansyah
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Profil Tan Kian, konglomerat pemilik Pacific Place, yang terseret kasus dugaan korupsi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.
Sebelumnya, Tan Kian diperiksa penyidik Polda Metro Jaya bersama 14 orang saksi lainnya setelah melakukan penggeledahan di 13 lokasi.
Tan Kian diperiksa dalam dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait batu bara PT PLN (Persero), PT Asabri, Krakatau Steel, hingga PT CBS-KNI.
- dok. Polda Metro Jaya
Kepala Bagian Operasi Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kabag Ops Kortas Tipidkor) Polri, Kombes Ahmad Yusuf Afandi, mengungkapkan bahwa Tan Kian hanya diperiksa sebagai saksi.
Dia mengatakan pengusaha properti itu tidak ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
“Yang bersangkutan saksi, bukan ditahan,” ungkap Yusuf kepada wartawan, pada Minggu (12/7/2026).
Profil Tan Kian
Tan Kian dikenal sebagai pengusaha properti premium di Indonesia. Tan Kian merupakan pendiri Dua Mutiara Group, yang kini beroperasi dengan nama Century Properties Group Indonesia, perusahaan yang membangun kawasan bisnis premium di Mega Kuningan dan Sudirman.
Deretan aset properti kelas atas sukses dibangunnya hingga menjadi ikon di Jakarta, seperti Pasipic Place Jakarta, JW Marriot Jakarta, The Ritz-Calton Jakarta Mega Kuningan, dan The Ritz-Calton Pasific Place.
Tan Kian juga membangun proyek prestisius lainnya di Jakarta, seperti Millennium Centennial Center, South Hills Apartment, Sahid Sudirman Center, Botanica Apartment, hingga The Plaza Office Tower.
Tak hanya di Jakarta, Tan Kian juga memiliki sekitar 60 vila resor di Pulau Bintan dengan nilai investasi yang pernah diperkirakan mencapai 65 juta dolar AS.
Sang konglomerat juga terlibat dalam pengembangan Millennium City di Parung Panjang bersama Hanson International.
Sebelum terjun ke bisnis properti, Tan Kian mengawali bisnis keluarga di bidang perdagangan udang dan tekstil.
Pada 2016, kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar 570 juta dolar AS (sekitar Rp10,3 triliun lebih), sehingga masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Jakarta Globe.
Namun, pada 2017, operasional perusahaan mulai dijalankan generasi ketiga keluarga melalui Nicholas Tan, sementara Tan Kian lebih banyak berperan sebagai penasihat strategis perusahaan.
Load more