GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Uji 27 Calon Komisioner KPI, Buyung Tawarkan Gagasan Menata Ulang Penyiaran Indonesia di Tengah Dominasi Medsos

DPR menguji 27 calon Komisioner KPI 2026-2029. Jurnalis senior dan tokoh media Buyung Wijaya Kusuma mengusung reformasi penyiaran agar adaptif menghadapi dominasi media sosial.
Senin, 13 Juli 2026 - 17:20 WIB
Buyung Wijaya Kusuma sesuai mempresentasikan Rencana Kerja Calon Komisioner KPI RI di DPR.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi I DPR RI menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) terhadap 27 calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selama dua hari yang dimulai pada Senin (13/7/2026). Tahapan ini menjadi proses penentu untuk memilih sembilan anggota KPI RI untuk masa jabatan 2026-2029.

Seleksi tersebut merupakan tahap akhir dari rangkaian pemilihan komisioner yang telah berlangsung sejak Januari 2026. Para kandidat berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komisioner KPI petahana, anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di sejumlah provinsi, akademisi, dosen, praktisi penyiaran, hingga profesional yang memiliki pengalaman di bidang komunikasi dan media.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaksanaan seleksi berlangsung ketika industri penyiaran nasional tengah mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital.

Pola masyarakat dalam mengakses informasi kini berubah drastis. Televisi dan radio tidak lagi menjadi satu-satunya rujukan, sementara media sosial dan berbagai platform digital semakin mendominasi sebagai sumber berita, hiburan, sekaligus ruang pembentukan opini publik.

Di saat yang sama, pertumbuhan ruang digital menghadirkan tantangan baru. Arus informasi yang beredar tidak selalu melalui proses editorial sebagaimana media penyiaran konvensional.

Misinformasi, disinformasi, ujaran kebencian, hingga konten yang mengabaikan etika komunikasi semakin mudah tersebar. Kondisi tersebut menuntut kebijakan komunikasi publik yang mampu beradaptasi tanpa mengabaikan prinsip kebebasan berekspresi.

Sebagai lembaga negara independen, KPI memegang peran penting dalam mengawasi penyelenggaraan penyiaran sesuai amanat Undang-Undang Penyiaran.

Selain mengawasi isi siaran, lembaga ini juga diharapkan memperkuat literasi penyiaran, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang selaras dengan perkembangan ekosistem media.

Dalam uji kelayakan tersebut, seluruh calon komisioner diminta memaparkan visi, gagasan, serta program kerja apabila terpilih menjadi anggota KPI.

Buyung Wijaya Kusuma Tawarkan Strategi Hadapi Gempuran Medsos

Salah satu peserta dari kalangan praktisi dan profesional, Buyung Wijaya Kusuma, mempresentasikan rencana kerja bertajuk "Menata Ulang Penyiaran Indonesia di Tengah Dominasi Media Sosial".

Ia mengusung visi membangun sistem penyiaran nasional yang adaptif, berkeadilan, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Melalui paparannya, Buyung menempatkan penguatan fungsi penyiaran sebagai ruang publik sebagai prioritas utama. Menurut konsep yang disampaikan, perubahan teknologi perlu direspons dengan memperbaiki tata kelola penyiaran, meningkatkan kualitas pengawasan, menyusun kebijakan berbasis data dan riset, serta memperkuat literasi penyiaran agar sistem penyiaran nasional mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip pelayanan publik.

Program yang ditawarkan juga menitikberatkan pentingnya sinergi antara KPI, DPR RI, pemerintah, lembaga penyiaran, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam presentasinya, Buyung menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap penyiaran nasional secara signifikan. Televisi dan radio kini tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi.

Kehadiran media sosial (medsos) dan berbagai platform digital telah menjadi bagian penting dalam ekosistem komunikasi yang memengaruhi cara masyarakat memperoleh informasi, membentuk opini publik, hingga menentukan arah percakapan di ruang publik.

Jurnalis senior itu juga menilai media daring dan platform digital memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan industri penyiaran.

Pergeseran perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi, berpindahnya belanja iklan ke platform digital, serta semakin dominannya algoritma dalam mendistribusikan konten menjadi tantangan yang harus direspons melalui kebijakan yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan publik.

"Penyiaran bukan lagi sekadar persoalan frekuensi, melainkan persoalan kualitas ruang publik Indonesia. Karena itu, KPI perlu terus memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kualitas pengawasan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar penyiaran nasional tetap sehat, kredibel, dan mampu menjawab tantangan era digital," ujar Buyung.

Menurut Buyung, transformasi tersebut harus dijawab melalui penguatan tata kelola penyiaran yang mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan amanat Undang-Undang Penyiaran maupun fungsi utama KPI sebagai regulator independen yang melindungi kepentingan publik.

Uji kelayakan ini diharapkan menghasilkan komisioner KPI yang tidak hanya memahami regulasi penyiaran, tetapi juga mampu merespons perkembangan teknologi, menjaga independensi lembaga, dan memperkuat perlindungan terhadap kepentingan publik.

Ke depan, tantangan penyiaran Indonesia tidak lagi terbatas pada pengawasan isi siaran. Yang tak kalah penting adalah membangun ekosistem informasi yang sehat, berkualitas, dan mampu memperkuat demokrasi di tengah pesatnya perkembangan media digital. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Program Unggulan TNI AD Untuk Rakyat, Wujud Nyata Pengabdian di Wilayah Kodam XV/Pattimura

Program Unggulan TNI AD Untuk Rakyat, Wujud Nyata Pengabdian di Wilayah Kodam XV/Pattimura

TNI Angkatan Darat melalui jajaran Kodam XV/Pattimura terus menjalankan Program Unggulan TNI AD untuk Rakyat di wilayah Provinsi Maluku dan Maluku Utara sepanjang tahun 2026.
90 Persen Senjata Iran Diproduksi di Dalam Negeri

90 Persen Senjata Iran Diproduksi di Dalam Negeri

90 persen senjata dan amunisi Iran diproduksi di dalam negeri. Hal ini diungkapkan juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik pada Jumat.
TNI AD dan US Army Tuntaskan 15 Hari Latihan, Interoperabilitas Makin Teruji

TNI AD dan US Army Tuntaskan 15 Hari Latihan, Interoperabilitas Makin Teruji

TNI Angkatan Darat (TNI AD) dan United States Army (US Army) menuntaskan Latihan Bersama (Latma) Ksatria Warrior 2026 setelah 15 hari melaksanakan berbagai materi latihan.
Pesan Rizky Ridho Jelang Persija Vs Brisbane Roar: Jangan Sampai Ada yang Cedera

Pesan Rizky Ridho Jelang Persija Vs Brisbane Roar: Jangan Sampai Ada yang Cedera

Persija tinggal selangkah lagi menyelesaikan seluruh rangkaian persiapannya menuju Super League 2026/2027. Brisbane Roar menjadi lawan terakhir di pramusim.
Harga Emas Antam Babak Belur, Turun Rp48.000 per Gram

Harga Emas Antam Babak Belur, Turun Rp48.000 per Gram

Penurunan juga terjadi pada harga jual kembali atau buyback emas Antam. Pada perdagangan hari ini, harga buyback berada di angka Rp2.523.000 per gram.
Segini Keuntungan yang Dijanjikan Ruben Onsu dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi, Kuasa Hukum Korban Beri Penjelasan

Segini Keuntungan yang Dijanjikan Ruben Onsu dalam Kasus Dugaan Penipuan Investasi, Kuasa Hukum Korban Beri Penjelasan

Kasus Ruben Onsu terus mencuri perhatian karena sebagai pihak yang dilaporkan menunda jadwal pemeriksaan ke Polres Jakarta Selatan.

Trending

Alasan Ini Membuat Ruben Onsu Tunda Jalani Pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan

Alasan Ini Membuat Ruben Onsu Tunda Jalani Pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan

Ruben Onsu menjadi tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan dana investasi senilai Rp3,5 miliar.
Polda Metro Jaya Ungkap Adanya Korban Jiwa Dalam Kericuhan Massa Pasca-Demo 27 Agustus

Polda Metro Jaya Ungkap Adanya Korban Jiwa Dalam Kericuhan Massa Pasca-Demo 27 Agustus

Satu orang meninggal dunia akibat kericuhan massa pasca-aksi demonstrasi di gedung DPR RI, Kamis (27/8).
Viral Video Detik-detik Diduga Anak Buah Hercules Terlibat Kericuhan di Pejompongan, Ini Kata Polisi

Viral Video Detik-detik Diduga Anak Buah Hercules Terlibat Kericuhan di Pejompongan, Ini Kata Polisi

Viral video sekelompok massa diduga anak buah Hercules dari GRIB Jaya turun menggunakan mobil di tengah aksi massa di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Spanduk Bertebaran Buntut Polemik SDIP Pamulang, Ini Respons Yayasan Syarif Hidayatullah

Polemik pengelolaan dan status aset pendidikan TKIP-SDIP Pamulang antara Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuai respons publik.
Selamat Berbahagia! Inilah 5 Zodiak Paling Hoki 30 Agustus 2026: Finansial hingga Karier Mulai Membaik

Selamat Berbahagia! Inilah 5 Zodiak Paling Hoki 30 Agustus 2026: Finansial hingga Karier Mulai Membaik

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 30 Agustus 2026: Finansial hingga karier mulai membaik. Ada zodiakmu?
Kongres III Iwakum Rampung, Ketum Terpilih Bawa Visi Perbesar Organisasi

Kongres III Iwakum Rampung, Ketum Terpilih Bawa Visi Perbesar Organisasi

Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) rampung melaksanakan Kongres III yang berlangsung di bilangan Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
BRICS dan OECD Buka Peluang Besar Ekonomi Jatim

BRICS dan OECD Buka Peluang Besar Ekonomi Jatim

Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menegaskan OECD dan BRICS tidak perlu dipertentangkan. Keduanya harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi ekonomi Indonesia.
Selengkapnya

Viral