News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nama Gus Miftah Terseret dalam Kasus DJKA, KPK Dalami soal Penerimaan Uang Rp100 Juta

Nama Gus Miftah kembali mencuat di tengah-tengah publik bahkan jadi perbincangan publik, usai namanya disebut dalam persidangan kasus proyek pembangunan jalur
Selasa, 14 Juli 2026 - 17:53 WIB
Gus Miftah
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kota Santri

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Gus Miftah kembali mencuat di tengah-tengah publik bahkan jadi perbincangan publik, usai namanya disebut dalam persidangan kasus proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Dalam hal ini, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami fakta persidangan terkait dengan penerimaan uang oleh Gus Miftah senilai Rp100 juta dari proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan penerimaan ini muncul dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang.

"Akan didalami lebih lanjut, karena setiap fakta persidangan pasti akan dianalisis oleh JPU," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (14/7/2026).

Budi mengungkapkan, bahwa keterangan saksi dipersidangan menjadi pengayaan apakah ke depannya akan dilakukan pengembangan atau tidak.

Pasalnya, setiap fakta di persidangan yang muncul harus dikonfirmasi terlebih dahulu terkait dengan tujuan dari pemberian uang tersebut.

"Nah, ini motif dari pemberian uang oleh yang bersangkutan kepada pihak yang disebut dalam persidangan ini seperti apa kedudukannya ya, motifnya, inisiasinya, maksud dari pemberian uang itu untuk apa gitu ya," ungkapnya.

Selain itu sambung Budi, fakta yang terungkap menjadi infomasi penting untuk mengungkap kasus ini bahwa aliran uang tidak hanya mengalir ke tersangka tetapi juga ada penerimaan oleh pihak lain.

"Tentunya itu juga untuk menerangkan aliran uang berkaitan dengan proyek-proyek pengadaan di DJKA ini tidak berhenti di pelaku utama, tetapi juga ada dugaan mengalir kepada pihak-pihak lain," tandasnya.

Sebelumnya dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Semarang, Senin (13/7/2026). Nama Gus Miftah disebut oleh saksi yaitu mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Jalur Ganda Solo-Semarang Segmen 6 (JGSS 6), Dheki Martin.

Saat itu Jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sebelumnya telah diberikan oleh Dheki. Dimana salah satu poinnya soal adanya penerimaan uang oleh Gus Miftah Rp100 juta.

"Gus Miftah itu yang kemarin ramai gara-gara penjual es?" tanya jaksa kepada Dheki.

"Iya," jawab Dheki.

Tak berhenti di situ, jaksa kembali memperjelas identitas orang yang dimaksud agar tidak menimbulkan multitafsir.

"Dia juga dapat duit itu Rp100 juta. Supaya orang tahu, supaya orang di Pati juga tahu," ujar jaksa.

"Gus Miftah yang rambutnya gondrong dapat duit dari bapak (Dheki) dari duit proyek supaya orang tahu," lanjut jaksa.

Untuk diketahui, sampai berita ini diterbitkan, pihak tvOnenews.com masih mencoba menkonfirmasi soal tanggapan Gus Miftah terkait fakta persidangan tersebut. (aha/aag)
 

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Video Pria Kanada Ramalkan Gempa M9 Bakal Guncang Indonesia, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Video Pria Kanada Ramalkan Gempa M9 Bakal Guncang Indonesia, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya

Dalam video yang beredar dan viral, seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald menyampaikan perkiraan mengenai gempa berkekuatan M7 hingga M9
Perkuat Tata Kelola Dana Bergulir, LPDB Koperasi Dorong Mitigasi Risiko hingga Kepastian Hukum

Perkuat Tata Kelola Dana Bergulir, LPDB Koperasi Dorong Mitigasi Risiko hingga Kepastian Hukum

LPDB Koperasi memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko hukum untuk melindungi dana bergulir melalui penguatan jaminan, SOP, dan sistem pengawasan sejak dini.
Sebaran Abu Vulkanik Sasar Jakarta, Legislator Kenneth Bagikan Masker

Sebaran Abu Vulkanik Sasar Jakarta, Legislator Kenneth Bagikan Masker

Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta.
Boyong 10 Atlet Muda ke Asian Games 2026, PB Akuatik Indonesia Berharap Regenerasi Bisa Akhiri Paceklik Medali

Boyong 10 Atlet Muda ke Asian Games 2026, PB Akuatik Indonesia Berharap Regenerasi Bisa Akhiri Paceklik Medali

PB Akuatik Indonesia (PB AI) mengusung misi regenerasi pada gelaran Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Vanja Bukilic Segera Gabung Red Sparks, Siap Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027

Vanja Bukilic Segera Gabung Red Sparks, Siap Lawan Megawati Hangestri di Liga Voli Korea 2026-2027

Vanja Bukilic dikabarkan akan segera kembali bergabung dengan Red Sparks. Pevoli asal Serbia itu siap menghadapi Megawati Hangestri sebagai rival di Liga Voli Korea 2026-2027.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral