Terungkap, Motif Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan, Polisi Ceritakan Kronologi hingga Jaringan Teror
- tvOnenews
Ia menambahkan, pelaku berharap ledakan tersebut mampu merobohkan dinding kelas sehingga dapat mencelakai teman-temannya. Namun, bangunan sekolah cukup kokoh sehingga ledakan tidak menimbulkan kerusakan besar maupun korban.
"Bom itu diletakkan di bawah meja dengan harapan ledakan bisa meruntuhkan dinding kelas untuk mencelakai teman-teman yang sering membully dirinya. Namun bangunan sekolah cukup kuat sehingga ledakan tidak menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan korban jiwa," bebenya.
Bahkan ia jelaskan, saat ledakan terjadi ruang kelas dalam keadaan kosong.
"Tidak ada orang di dalam kelas saat ledakan terjadi. Yang terdengar hanya dentuman dan muncul kepulan asap dari dalam ruangan," katanya.
Sementara, Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan, ledakan pertama kali terjadi sekitar pukul 10.15 WIB di bagian luar ruang kelas.
"Jadi tadi pada pukul 10.15 WIB, terjadi ledakan bom eksplosif di depan ruangan kelas XII IPS 7, bagian luar, di dalam laci meja," katanya.
Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, polisi mengidentifikasi pelaku sebagai siswa berinisial L.
"Setelah diselidiki, ada siswa yang berinisial L diduga karena rasa dendam, tertekan, karena sering dibully oleh temannya, yang bersangkutan meluapkan emosinya dengan melakuka hal tersebut," tuturnya.
Apri memastikan ledakan tersebut tidak menimbulkan korban.
"Setelah kita cek, tidak ada korban jiwa," jelasnya.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa bom molotov. Selain itu, di dalam tas pelaku juga ditemukan ketapel dan kelereng yang diduga akan digunakan untuk melampiaskan dendam kepada teman-temannya.
Polisi juga mengamankan tiga bom rakitan lain yang belum sempat diledakkan.
"Jadi bom ini sengaja diledakkan di dalam kelas, total empat unit, satu sudah diledakkan, namun tiga lagi belum, sudah diamankan. Untuk sementara, terkait bom rakitan akan ditelusuri, unsur apa yang terkandung di dalamnya," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, usai menerima laporan, personel Brimob, Tim Gegana, Polresta Padang, hingga Polda Sumbar langsung melakukan sterilisasi di lingkungan sekolah.
Kemudian dari pantauan awak media, di lokasi menunjukkan garis polisi dipasang di sekitar area ledakan.
Load more