Disorot Lagi karena Kasus DJKA, Ini Deretan Kontroversi Gus Miftah yang Pernah Gegerkan Publik
- Kolase tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com – Nama pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah kembali menjadi perhatian. Kali ini, ia disinggung dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api (double track) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026), saksi Dheky Martin menyebut adanya dugaan alokasi dana sebesar Rp100 juta untuk Gus Miftah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun memastikan akan mendalami fakta yang terungkap di persidangan tersebut.
Di luar perkara tersebut, Gus Miftah memang bukan sosok yang asing dengan kontroversi. Sejumlah peristiwa yang melibatkan dirinya sempat menjadi sorotan publik dalam beberapa tahun terakhir. Berikut rangkumannya.
Nama Disebut dalam Sidang Korupsi DJKA
Kontroversi terbaru datang dari persidangan kasus dugaan korupsi proyek DJKA. Dalam persidangan, saksi Dheky Martin mengaku terdapat alokasi dana Rp100 juta untuk Gus Miftah.
Pernyataan tersebut kini menjadi perhatian KPK yang menyatakan akan mendalami tujuan, motif, dan keterkaitan dugaan aliran dana tersebut dengan perkara korupsi yang sedang disidangkan.
Hingga berita ini ditulis, tvOnenews.com masih berupaya menghubungi Gus Miftah untuk meminta tanggapan terkait penyebutan namanya dalam persidangan.
Mengolok Pedagang Es Teh hingga Mundur dari Jabatan
Pada akhir 2024, Gus Miftah menjadi sorotan usai video dirinya mengolok seorang pedagang es teh saat mengisi pengajian viral di media sosial.
Ucapan tersebut menuai kritik luas dari masyarakat karena dianggap merendahkan pedagang kecil. Tak lama berselang, Gus Miftah memilih mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Dakwah di Klub Malam Bali
Jauh sebelum menjadi tokoh nasional, Gus Miftah mencuri perhatian publik ketika videonya berdakwah di sebuah kelab malam di Bali viral pada 2018.
Aksi tersebut memunculkan dua kubu pendapat. Sebagian menganggap langkah itu sebagai metode dakwah yang menjangkau kelompok yang jarang tersentuh, sementara yang lain menilai lokasi dakwah tersebut tidak pantas.
Ceramah di Gereja Tuai Pro dan Kontra
Pada 2021, Gus Miftah kembali menjadi bahan perbincangan setelah menghadiri sekaligus memberikan ceramah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, Jakarta Utara.
Kegiatan itu dipuji sebagai simbol toleransi oleh sebagian pihak, namun tak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan seorang pendakwah Islam menyampaikan ceramah di rumah ibadah agama lain.
Candaan kepada Yati Pesek Diprotes Publik
Dalam sebuah acara seni di Pondok Pesantren Ora Aji pada 2022, Gus Miftah sempat melontarkan candaan kepada seniman senior Yati Pesek yang dinilai menyinggung dan merendahkan perempuan.
Potongan video acara tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai kritik dari banyak warganet.
Pernyataan soal PKS Jadi Perdebatan
Menjelang Pemilu 2024, Gus Miftah juga sempat menuai polemik setelah menyebut PKS sebagai partai kaum wahabi dalam sebuah ceramah.
Ucapan itu memicu respons dari kader maupun simpatisan PKS yang merasa keberatan dengan penyebutan tersebut.
Sindiran kepada Khalid Basalamah
Masih pada 2022, Gus Miftah sempat menjadi sorotan usai melontarkan komentar yang dianggap menyindir pendakwah Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah pertunjukan wayang di pesantrennya.
Pernyataan itu memicu perdebatan di media sosial dan memunculkan beragam reaksi dari para pendukung kedua tokoh.
Menoyor Kepala Istri di Hadapan Publik
Kontroversi lain muncul ketika video Gus Miftah menoyor kepala istrinya saat tampil di depan umum beredar luas.
Meski ia menjelaskan tindakan tersebut hanya candaan, banyak warganet menilai aksi itu tidak pantas dilakukan oleh figur publik yang dikenal sebagai pendakwah. (cmi)
Load more