Geger Ledakan Bom di MAN 3 Padang, Pelaku Ternyata Siswa Kelas 3, Terungkap Motifnya
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak kepolisian tengah mendalami alasan di balik aksi nekat seorang pelajar berinisial R (17) yang meledakkan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7).
Berdasarkan hasil interogasi sementara, Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang mengungkapkan bahwa aksi berbahaya tersebut dipicu oleh rasa sakit hati akibat perundungan atau bullying yang dialami oleh pelaku.
"Dari pemeriksaan awal kami temukan kalau motif pelaku R adalah risak," ungkap Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin, pada Selasa (14/7).
R mengakui kepada penyidik bahwa sebenarnya ia tidak memiliki niat awal untuk memicu ledakan atau membakar bom buatannya tersebut.Â
Namun, tekanan mental yang ia rasakan kian memuncak hingga akhirnya ia nekat melakukan aksi tersebut di lingkungan sekolah pada hari Selasa.
Kepada polisi, remaja yang kini duduk di kelas 3 MAN tersebut bercerita bahwa dirinya telah menjadi korban perundungan, baik secara lisan maupun fisik, dalam jangka waktu yang sangat lama, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.Â
Tindakan meledakkan bom itu pun dianggap R sebagai sebuah jalan untuk menunjukkan jati diri serta eksistensinya di mata teman-temannya.
Hal yang mengejutkan, R ternyata merakit benda peledak tersebut secara mandiri. Ia mempelajari teknik pembuatannya melalui tutorial di internet secara otodidak.Â
Segala keperluan alat dan bahan baku ia dapatkan dengan memesan melalui toko daring (online shop).
Proses perakitan bom dilakukan R secara sembunyi-sembunyi di rumahnya selama kurang lebih empat bulan terakhir tanpa terdeteksi oleh orang tua maupun anggota keluarga lainnya.Â
Selama ini, benda tersebut hanya disimpan di rumah, hingga akhirnya ia bawa ke sekolah pada Selasa pagi.
Meskipun ledakan tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di lingkungan sekolah dan merusak beberapa fasilitas, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Hingga Selasa malam, R masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Padang dengan didampingi oleh kedua orang tuanya.Â
Selain melakukan pemeriksaan internal, Polresta Padang juga tengah berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror untuk langkah penanganan hukum selanjutnya. (ant/dpi)
Load more