Kronologi Pasien Epilepsi RSUD Martapura Diduga Alami Pelecehan Seksual oleh Perawat saat Lemas di ICU
- Dokumentasi tvOnenews.com
OKU Timur, tvOnenews.com - Seorang pasien perempuan mengalami epilepsi berinisial KU (26) viral. Ia diduga mengalami pelecehan seksual oleh perawat di ruang ICU RSUD Martapura di OKU Timur, Sumatera Selatan.
Dalam sebuah video yang viral, KU menyebut dirinya diduga menjadi korban pelecehan seksual. Peristiwa itu usai diberikan obat bius akibat kejang-kejang di ruangan ICU RSUD Martapura pada Sabtu (11/7/2026).
Suami pasien, Tri Susilo (28) menceritakan kronologi lengkap istrinya diduga menjadi korban pelecehan seksual. Mulanya KU mengalami epilepsi dampak dari riwayat penyakit jantung di ruang ICU RSUD Martapura pada siang hari.
"Dia kejang-kejang dan dikasih obat bius dan penenang. Setiap perawat menyuntikkan ke istri, saya bertanya jenis obatnya. Perawatnya bilang obat penenang biar enggak kejang," ungkap Tri saat dihubungi tvOnenews.com, Rabu (15/7/2026).
Kondisi Pasien usai Disuntik Obat Penenang di ICU RSUD Martapura
Lebih lanjut, Tri mengungkap kondisi istrinya setelah dikasih obat penenang. KU merasa kejangnya perlahan mulai hilang dan lebih tenang.
Ia menegaskan bahwa, sang istri telah sadar seperti biasanya. Hanya saja korban merasa lemas dan tidak berdaya karena efek dari obat penenang.
"Dia lebih enakan. Istri itu sadar, bukannya dikasih obat penenang kayak enggak sadar, tapi hanya lemas dan sadar. Dia diajak ngomong masih mengangguk dan ngobrol nyambung," jelasnya.
Pihak keluarga kemudian diarahkan keluar dari ruangan ICU. Ia memahami hanya pihak tertentu yang diperbolehkan masuk, seperti dokter, tim medis hingga tim tenaga kesehatan (nakes).
"Kita keluarga pun pulang ke rumah setelah dia tenang dan sembuh," tambahnya.
Diduga Dilecehkan hingga Video Call Suami
Tri menceritakan peristiwa setelah istrinya dalam kondisi sendirian hanya ditemani oleh seorang lansia yang tertidur dan perawat berinisial SL. Ia menuturkan, KU tiba-tiba video call sekitar pukul 15.34 WIB.
Tri merasa ada firasat yang aneh lantaran istrinya tiba-tiba menghubunginya. Di momen itu, KU hanya terdiam dan tidak mengeluarkan suara apa pun.
Kepanikan terus muncul dalam benak suami. Sebab, istrinya direncanakan akan dirujuk ke RSUP Muhammad Husein di Palembang, Sumatera Selatan.
"Istri video call dan di situ saya panik karena dia akan dirujuk. Karena panik, saya lari menuju ruangan ICU rumah sakit. Saat itu posisi ICU terkunci dan ruangan ditutup pintu berlapis," bebernya.
Ia sempat beberapa kali mengetuk pintu ruangan tersebut. Namun, upaya tersebut berakhir gagal karena tidak ada yang memberikan jawaban atau membuka pintu ICU.
"Saya coba kencangin lagi kayak gedor-gedor pintunya. Barulah yang berjaga itu atas nama Sulung keluar membukakan kunci pintu," lanjutnya.
Korban terlihat sudah menangis histeris sambil ketakutan. KU yang tengah mengalami trauma mendesak suaminya agar dirinya dipulangkan.
"Saya tanya lagi. Dia bilang, 'saya dipegang-pegang, digini-giniin'. Nah, posisi di situ cuma ada Bapak Sulung mendorong saya bertanya dan menduga dia melecehkan istri saya," cerita dia.
Kecurigaan semakin kuat setelah Tri melihat kepanikan wajah dari terduga pelaku. Oknum perawat tersebut hanya memperlihatkan mimik ketakutan setelah ditanya olehnya.
Rekaman Video Diduga saat Dilecehkan Menjadi Bukti
Ia pun bertanya kepada rekan satu shift bersama SL berinisial P. Berdasarkan pengakuannya, P sedang istirahat sehingga posisinya tidak berada di lokasi kejadian.
Ia sempat menggertak bahwa dirinya mempunyai rekaman video dugaan adanya dasar tersebut. Hal itu setelah ditanya oleh P terkait dugaan pelecehan seksual dialami istrinya.
"Posisi istri saya sendiri. Saya bilang, 'saya punya rekamannya'. Temannya tanya 'Bapak ada bukti enggak?', kata saya ada karena istri saya merekam lagi posisi sadar cuma enggak kuat dan lemas aja," imbuhnya.
Ia membantah pernyataan dari P yang menyebut rekaman video sebagai bukti berdurasi dua jam. KU hanya merekam sekitar 4 menit 33 detik.
Ia menunjukkan video tersebut sempat merekam suara seorang laki-laki. P mengaku mengetahui sosoknya yang diduga adalah SL.
"Dari situlah sudah terpecah belah. Kemudian, dokter datang, satpam datang, pokoknya sudah ramai dan dokternya di situ bilang rujukan sudah disetujui ke RSUD di Palembang, kita enggak maulah dipulangkan paksa dan harus selesaikan masalah ini dulu," paparnya.
Sikap Rumah Sakit usai Kehebohan di ICU
Ketegangan terus berlanjut pada malam hari. Ia menyoroti sikap dari pihak rumah sakit dinilai tidak menunjukkan itikad baik terutama kepada korban.
"Akhirnya kita menunggu sampai jam 8 malam. Di situ istri sudah gerak sambil ngomel kenapa diam aja dan tidak bertindak," ulas dia.
Puncak emosi ini membuat dirinya melaporkan kejadian dialami istrinya kepada Polres OKU Timur. Ia mengaku lima petugas dari pihak kepolisian langsung bergerak mengolah tempat kejadian perkara (TKP).
Ia menyayangkan adanya kelalaian dari pihak rumah sakit. Kata dia, mereka tidak menahan terduga pelaku agar masalah cepat selesai.
"Saya heran rumah sakit tidak menahan Sulung pulang saat polisi datang. Ibaratnya kenapa kejadian kayak begini si pelaku belum menjadi tersangka seharusnya rumah sakit menahan dulu dan membiarkan dia pulang," katanya.
Proses Mediasi
Di tengah ketegangan itu, personel Unit PPA bersama penyidik dan pihak rumah sakit mengajak mediasi. Tri dan korban menerima hal tersebut dan menyepakati pelaku akan dihadirkan pada keesokan harinya.
Alih-alih perkara selesai, kata dia, terduga pelaku tidak kunjung datang menemui korban setelah ditunggu pada Minggu (12/7/2026), pukul 11.00 WIB.
"Sekitar 4-5 petugas polisi jadi saksi saat musyawarah semalam. Sampai pagi menuju siang, kok enggak datang si SL. Saya desak kepala ruangan ICU dan bilang, 'mana katanya dijanjikan dia hadir'. Balasannya bikin kita naik darah," terangnya.
Kondisi Terkini Korban
Tri mengungkapkan kondisi terbaru korban. Saat ini istrinya semakin membaik setelah proses perawatan dipindahkan ke RSUD OKU Timur.
"Alhamdulillah semakin baik cuma masih lemas aja," ungkapnya.
RSUD Martapura dan Terduga Pelaku Bantah Adanya Pelecehan Seksual
Humas RSUD Martapura, Immala Dewi menepis adanya tuduhan dari keluarga korban. Informasi yang beredar masih sebatas dugaan dan tengah diproses oleh pihak kepolisian.
"Dari keterangan dokter kami, dr Hasiolan, kondisi dialami pasien diduga dipengaruhi oleh efek obat-obatan yang diberikan selamat perawatan. Penjelasan itu juga sudah disampaikan kepada pihak keluarga," tegas Immala.
Sementara, perawat bertugas di ruang ICU, SL membantah dirinya melecehkan pasien. Ia berencana akan melaporkan balik kepada pihak kepolisian atas tuduhan tersebut.
Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono membenarkan pihaknya mendapat aduan dengan nomor Laporan Polisi LP/B/141/VII/2026/SPKT/Polres Ogan Komering Ulu Timur/Polda Sumatera Selatan. Ia memastikan penyidik berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional dan objektif sesuai fakta hukum dan alat bukti yang ditemukan.
"Penyidik terus melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa para saksi, mengumpulkan barang bukti, serta berkoordinasi dengan ahli agar penanganan perkara ini berjalan secara komprehensif dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak," kata Adik.
(hap)
Load more