Pasar Global RI Tunjukkan Peringkat Positif, Ekonom Sebut Peran Pemerintah Sukses Jaga Kepercayaan Investor
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Lembaga pemeringkat global yakni S&P Global Ratings mengeluarkan keputusan berupa peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil dinilai menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi nasional.
Keputusan itu dinilai tidak hanya mempertahankan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia tetapi juga mulai memberikan perhatian terhadap reformasi struktural yang tengah dijalankan pemerintah termasuk peran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam mengoptimalkan penerimaan negara.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai keputusan S&P tersebut bahkan lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar serta menunjukkan adanya perubahan cara pandang investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
"Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia dengan outlook stabil merupakan perkembangan yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Ini menjadi sinyal bahwa lembaga pemeringkat mulai melihat perbaikan arah kebijakan ekonomi Indonesia," ujar Fakhrul kepada awak media, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan terdapat sejumlah indikator positif dari keputusan tersebut mulai dari kuatnya kenaikan pendapatan negara pada Semester I 2026, komitmen pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), hingga langkah penyesuaian belanja negara guna mempertahankan disiplin fiskal.
Tak hanya itu, kata Fakhrul, S&P juga mulai memberikan penilaian lebih positif terhadap reformasi Danantara, termasuk inisiatif Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang diarahkan untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperbaiki kualitas ekspor nasional.
Menurutnya apresiasi tersebut menunjukkan bahwa reformasi yang dijalankan pemerintah mulai dipahami sebagai upaya transformasi struktural yang berpotensi memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
"Ini merupakan pengakuan bahwa reformasi yang sedang dilakukan mulai dipahami oleh investor global. Namun yang diapresiasi S&P bukan hanya idenya, melainkan keyakinan bahwa implementasinya akan semakin baik," kata Fakhrul.
Di sisi lain, Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutyanto menilai prospek ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang positif karena didukung ruang fiskal yang masih memadai.
Menurut David pemerintah diproyeksikan mampu menjaga defisit APBN 2026 tetap berada di bawah batas 3 persen terhadap PDB.
Load more