News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Purbaya Minta Polemik Dana Kopdes Merah Putih Diakhiri, Rp240 Triliun Cukup Asal Tidak Dikorupsi

Purbaya sebut alokasi anggaran sebesar Rp240 triliun untuk pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih dinilai memadai. Dengan catatan bebas dari praktik korupsi.
Jumat, 17 Juli 2026 - 07:18 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Minta saat pembukaan UMi dan Becakalista di Alun-alun Selatan Yogyakarta, pada Kamis (16/7/2026).
Sumber :
  • Sri Cahyani Putri/tvOne

Yogyakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa meminta polemik mengenai kebutuhan anggaran untuk proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) segera diakhiri.

Menurutnya, alokasi anggaran sebesar Rp240 triliun untuk mendukung pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih dinilai memadai. Dengan catatan, pengelolaannya dilakukan secara baik serta bebas dari praktik korupsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat pembukaan UMi dan Becakalista di Alun-alun Selatan Yogyakarta, pada Kamis (16/7/2026).

Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini bukan lagi membahas besaran anggaran, melainkan memastikan dana yang digelontorkan benar-benar digunakan sesuai tujuan program.

Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih
Ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih
Sumber :
  • Antara

"Untuk pendanaan (Kopdes Merah Putih) sudah gak ada isu lagi, hanya yang paling penting adalah pelaksanaannya lebih rapih dan bersih serta sedikit kebocoran, itu yang dipentingkan," kata Purbaya. 

Dijelaskan bahwa besaran anggaran tersebut berasal dari pinjaman Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan skema cicilan pokok dan bunganya selama enam tahun ke depan. 

Kemungkinan cicilannya mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun, sesuai dengan jumlah koperasi yang beroperasi.

"(Anggaran Rp240 Triliun) cukup untuk pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih," ucap Purbaya.

Kendati demikian, Purbaya menyebut ada sedikit tambahan mengenai operasional para pegawai Kopdes Merah Putih.

"Dua tahun pertama, pegawai-pegawai operasinya dibiayai oleh negara untuk pelatihan dan gaji selama 1,5 tahun pertama. Setelah itu mereka jalan sendiri," ujarnya.

Selain itu, Purbaya juga mengungkap hasil dari rapat kabinet memutuskan bahwa semua barang bersubsidi akan disalurkan lewat Kopdes Merah Putih dan tidak diperjualbelikan di luar koperasi desa.

"Harusnya dari situ aja Koperasi Desa Merah Putih sudah pasti untung, asal gak dikorupsi harusnya sih aman," ucapnya. (scp/muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral