Kronologi ASN BPN Lompat dari Lantai 12 Apartemen, Berawal Open BO Berujung Diperas hingga Tersangka PSK Tanya AI
- tvOneNews
Karena tidak terima, FR mendesak agar korban membayar uang pembatalan. Ia menodong uang cancel sebesar Rp400 ribu.
"JS setelah itu menetapkan tarif sebesar Rp850 ribu untuk hubungan seksual. Kemudian, korban membayar melalui transfer," terang Adrian.
Adrian menyampaikan dari hasil pendalaman tersangka. Di tengah momen itu, ASN BPN Nias itu meminta layanan tambahan dengan gaya oral seks.
JS menuruti kemauan korban. Selepas itu, ia memanggil FR yang masih berada di luar kamar diduga untuk melakukan pemerasan dengan menodong uang tambahan sebesar Rp4,5 juta.
"Korban tidak mau memberikan uang tambahan. Kedua tersangka justru terus mendesak hingga meminta korban menunjukkan saldo rekening di handphone miliknya," jelasnya.
Adrrian menambahkan, kasus ini melibatkan JS berperan sebagai cewek PSK berhubungan badan dengan AL, sementara FR terus melakukan pemerasan.
"JS juga mengatakan agar korban loncat dari apartemen lantai 12, sedangkan FR merupakan temannya yang membentak, memeras, dan juga mengatakan agar korban loncat," tuturnya.
Mereka sempat saling cekcok mulut. AL sempat memberikan peringatan bahwa dirinya akan benar-benar melompat jika terus dipaksa oleh kedua tersangka.
"Kedua tersangka justru menjawab, 'Loncat saja'," tambah Adrian.
AL langsung keluar dari kamar. Ia menujuu balkon apartemen sehingga melompat dari lantai 12 apartemen sambil memegang ponselnya berujung tewas di tempat.
Kedua pelaku langsung melarikan diri. Dari hasil rekaman CCTV, mereka ditangkap setelah beberapa jam peristiwa mengerikan tersebut.
"Kedua tersangka dijerat Pasal 462 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru tentang dugaan pemerasan dan penghasutan orang lain untuk bunuh diri mengakibatkan korban meninggal dunia," ucap Adrian.
2 Cewek Open BO Sindikat Pemerasan hingga Tanya AI
- tvOneNews
Adrian menyampaikan informasi terbaru. Tindakan terhadap korban memang terjadi adanya indikasi kesengajaan lantaran keduanya teridentifikasi sebagai sindikat pemerasan.
"Mereka ini salah satu bagian dari sindikat pemerasan. Kedoknya seksual," imbuh Adrian.
Fakta lain hasil penyelidikan menunjukkan fenomena unik dari salah satu tersangka. Pelaku PSK, FR (31) sempat berkonsultasi dengan artificial intelligence (AI).
"FR ini sempat berkonsultasi dengan AI Dola setelah kejadian itu," kata Adrian.
Load more