Fakta Baru Penyekapan Pacar di Cikarang: Pelaku Ditangkap di Rumah Teman
- tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi menangkap kekasih wanita berinisial TS yang merupakan pelaku utama dalam kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap dirinya di kontrakan, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Jerico Lavian Chandra mengatakan, yang bersangkutan diamankan saat berada di rumah rekannya.
“(Pelaku diamankan) Kemarin malam Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, dikediaman temannya daerah Jakarta Timur,” kata Jerico, kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).
Sementara itu, Jerico menerangkan, saat ini yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan, guna mengungkap peristiwa menjadi terang.
“Sementara masih kami dalami ya pemeriksaannya,” ujar Jerico.
Untuk diketahui, Peristiwa ini mencuri perhatian setelah sejumlah media lokal ramai-ramai mengunggah kondisi tubuh korban. Dalam video viral, TS tampak dipenuhi luka lebam. Wajah korban terluka diduga dampak dari pemukulan.
Dalam keterangan video yang beredar, korban diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh SL di sebuah kontrakan.
Lokasi kontrakan tersebut terletak di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Peristiwa semakin terungkap pasca keluarga TS mendatangi lokasi kejadian pada Rabu (8/7/2026).
TS menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya. Peristiwa pilu dialaminya berawal saat melakukan perbincangan secara intens dengan pelaku.
Situasi berubah ketika keduanya bertengkar. Pertengkaran tersebut membuat SL diduga meluapkan emosi hingga melakukan kekerasan fisik kepada TS selama sepekan.
"Sebelumnya kami memang sudah berantem terus. Selama satu minggu terakhir itu, dia sudah membabi buta. Kalau dari sebelumnya, kita masih normal aja kayak berantem jeda, baikan," kata TS.
Pelaku sudah tidak bisa mengendalikan emosinya. Dugaan tindakan penganiayaan kerap kali terjadi baik saat dalam kondisi sadar maupun tidak sadar.
Kejadian pemukulan terjadi secara berulang selama satu pekan. Selain mengalami luka lebam, korban juga mengaku sangat trauma atas peristiwa pilu tersebut.
Peristiwa ini membuat korban sempat ingin melarikan diri. Akan tetapi, pelaku tidak mengizinkan dan selalu mengunci pintu dari luar menggunakan gembok.
"Saya berhasil kabur saat malam hari ketika pelaku sedang pergi. Saya keluar melalui jendela karena pintu dikunci menggunakan gembok dari luar," bebernya. (Ars/cmi)
Load more