News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cemburu Berujung Penyekapan! Polisi Buru Pria yang Diduga Aniaya Kekasih Berulang Kali di Bekasi

Polisi memburu HSLT, pria yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya di Bekasi karena cemburu. Korban berhasil kabur lewat jendela setelah mengalami kekerasan berulang.
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:53 WIB
Ilustrasi Cemburu Berujung Penyekapan! Polisi Buru Pria yang Diduga Aniaya Kekasih Berulang Kali di Bekasi
Sumber :
  • tim tvOnenews

tvOnenews.com - Kasus kekerasan terhadap perempuan kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan seorang pria terhadap kekasihnya sendiri di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa kekerasan dalam hubungan asmara sering kali berawal dari sikap posesif, rasa cemburu yang berlebihan, hingga keinginan menguasai pasangan. Tidak sedikit korban yang memilih diam karena takut, hingga akhirnya mengalami kekerasan berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepolisian menegaskan bahwa kecemburuan tidak pernah dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan. 

Dalam kasus ini, korban bahkan diduga disekap selama beberapa hari dan mengalami penganiayaan berulang sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat melalui jendela rumah. Polisi kini masih memburu pelaku utama untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polres Metro Bekasi mengungkap motif di balik dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial TS (25) yang diduga dilakukan oleh kekasihnya sendiri berinisial HSLT. 

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena pelaku menuduh korban memiliki hubungan dengan pria lain.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Jerico Lavian Chandra mengatakan motif tersebut terungkap dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik.

"Motifnya itu karena cemburu. Jadi pacarnya ini menuduh ceweknya ini ada (hubungan) dengan orang lain lah. Motifnya seperti itu," kata Jerico saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dugaan Penganiayaan Terjadi Berulang Selama Lebih Sepekan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dan pelaku diketahui menjalin hubungan asmara sejak April 2025. Keduanya kemudian tinggal bersama di sebuah rumah di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Namun, hubungan tersebut diduga berubah menjadi penuh kekerasan. Polisi menduga korban mengalami penganiayaan secara berulang sejak 29 Juni hingga 8 Juli 2026.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah korban datang sendiri ke Polres Metro Bekasi untuk membuat laporan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Luka tersebut diduga akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh HSLT secara berulang sejak 29 Juni hingga 8 Juli 2026," ujar Budi.

Saat membuat laporan, korban datang dengan kondisi mengalami luka lebam pada wajah dan tangan. Berdasarkan keterangan korban, selama beberapa hari ia diduga tidak dapat meninggalkan rumah karena berada dalam pengawasan pelaku sehingga penyidik juga mendalami unsur dugaan penyekapan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bikin Nyesek! Momen Pasien TB Tulang Ditandu 10 Km Demi Bisa Berobat, Imbas Jalan Rusak di Cianjur

Bikin Nyesek! Momen Pasien TB Tulang Ditandu 10 Km Demi Bisa Berobat, Imbas Jalan Rusak di Cianjur

Dua pasien, Siti Lestari (15) dan Erik Setiawan (16), remaja Desa Cibuluh, Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ditandu 10 kilometer viral di media sosial.
Aliran Uang di Kasus Pemalang Didalami KPK, Periksa Pihak Swasta Hingga Tim Media

Aliran Uang di Kasus Pemalang Didalami KPK, Periksa Pihak Swasta Hingga Tim Media

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan penerimaan uang yang dilakukan oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
Puan Minta Wacana Gabung BMKG dan Badan Geologi Dikaji: DPR Dukung kalau Efektif

Puan Minta Wacana Gabung BMKG dan Badan Geologi Dikaji: DPR Dukung kalau Efektif

Puan meminta, usulan penggabungan dua badan tersebut harus dikaji lebih dulu. Mengingat, kedua badan itu memiliki tugas yang berbeda-beda.
Peran 5 Tersangka Korupsi KPR di Karawang Terungkap! Modusnya Bikin Kaget

Peran 5 Tersangka Korupsi KPR di Karawang Terungkap! Modusnya Bikin Kaget

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang membongkar peran lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR
Pengacara Ungkap Hubungan Febrie Adriansyah dengan Lucy yang Disebut Tan Kian

Pengacara Ungkap Hubungan Febrie Adriansyah dengan Lucy yang Disebut Tan Kian

Nama Lucy diketahui tercantum dalam BAP Tan Kian terkait perkara dugaan korupsi PT ASABRI dan Jiwasraya yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).
Alasan Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Terancam Batal Digelar di SUGBK: Ada Izin Lisan, Suratnya Belum Keluar

Alasan Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Terancam Batal Digelar di SUGBK: Ada Izin Lisan, Suratnya Belum Keluar

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija, Albin Laurent, menyebut bahwa surat izin kepolisian belum diturunkan jelang laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung.

Trending

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Anak Eks Komandan Banser Jakarta Diduga Dikeroyok di Kalibata, Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Isi Surat Terakhir Fajar Sahrudin untuk Sang Kakak sebelum Jasadnya Ditemukan di GBK: Jangan Utak-atik Rekeningku

Fajar Sahrudin mendokumentasikan aktivitasnya membuat kado perpisahan. Ia juga menulis tangan beberapa surat, dimana salah satunya ditujukkan untuk sang kakak.
Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Deretan Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Media Sosial, Nomor 3 Masih Jadi Misteri

Kasus bunuh diri di Kawasan GBK lagi menjadi sorotan publik di media sosial. Sebab ada satu kasus viral mencuat dan mengingatkan satu nama yang dulu terjadi.
Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Alasan Para Pemain Timnas Indonesia Geruduk Kreator Konten Australia: Welber Jardim hingga Justin Hubner Susul Mathew Baker

Para pemain Timnas Indonesia terpantau meramaikan kolom komentar salah satu podcaster Australia, Daniel Olaniran. Hal itu viral lantaran dirinya menyebut jika skuad Garuda tak mengerti sepak bola. 
Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Kejagung Bungkam, Empat Nama Pejabat Kejaksaan Masuk dalam BAP Konglomerat Tan Kian

Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.
ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

ISI Chat Tak Wajar Guru SMAN 1 Pamanukan Subang kepada Murid, Panggil Dirinya "Ayah"

AT diamankan pihak kepolisian setelah ratusan siswa SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa dan meminta klarifikasi guru tersebut pada hari Senin kemarin.
Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Kronologi Lengkap Kasus Bunuh Diri di GBK yang Viral di Medsos Bernama Fajar Sahrudin

Viral satu kasus bunuh diri di media sosial (Medsos) yang masih didalami oleh Kepolisian. Korban FS ditemukan tak bernyawa di kawasan GBK, Jakarta.
Selengkapnya

Viral