Ternyata Ini Alasan Presiden Prabowo Kumpulkan Purbaya hingga DEN
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto mengaku telah mengumpulkan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hingga Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Sontak hal ini menjadi pusat perhatian publik dan menuai pertanyaan publik, untuk apa Presiden Prabowo kumpulkan mereka.
Ternyata, Presiden Prabowo kumpulkan mereka untuk membentuk tata kelola ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
KSSK beranggotakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.Â
Sementara DEN, dihadiri langsung oleh Luhut B. Pandjaitan selaku ketua lembaga tersebut.
Entitas baru pelat merah ini dibentuk untuk menekan praktik under invoicing atau pemalsuan dokumen pelaporan nilai barang yang jauh di bawah harga transaksi.
"Untuk hadapi praktik under invoicing atau pelaporan-pelaporan palsu, saya kumpulkan KSSK, Menteri Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan tim ekonomi kita, kita telah kumpul di Istana Merdeka, Ketua DEN juga hadir dengan beberapa penasehat ekonomi," ungkap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dalam prosesnya, Prabowo meminta para jajarannya untuk mencari solusi menekan praktik kecurangan tersebut. Ia juga mengatakan, praktik ini membuka aliran uang Indonesia keluar negeri.
"Waktu itu saya gambarkan, saya minta pendapat mereka semua, apa mau kita teruskan ini aliran uang ratusan miliar dolar ke luar negeri? Kekayaan kita, dari sumber daya kita. Mau kita teruskan? Mereka semua bilang, 'jangan, Pak, jangan kita teruskan.' Bagaimana caranya tidak kita teruskan? Akhirnya diusulkan lah sistem ekspor satu pintu untuk komoditas-komoditas milik bangsa dan negara," jelasnya.
Sumber daya alam (SDA) yang akan dikelola oleh DSI juga mencakup komoditas strategis seperti nikel hingga karet. Aktivitas ekspor ini akan dilakukan secara satu pintu melalui DSI.
"Semua komoditas adalah milik bangsa Indonesia, bumi air dan semua kekayaannya yang terkandung di dalamnya, itu milik bangsa Indonesia, nikel, karet, semuanya, kelapa sawti, batu bara, emas, sehingga kita terapkan ekspor satu pintu dan kita dirikan PT DSI, Danantara Sumberdaya Indonesia," pungkasnya. (aag)
Load more