APSKI Gelar Rakernas III, Jadi Momen Satukan Akademisi, Pemerintah, dan Industri Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Indonesia
- Istimewa
Ia menyebut, kampus juga harus membangun ekosistem yang memungkinkan lahirnya pencipta lapangan kerja dengan dukungan riset, laboratorium, inkubator, mentor, dunia usaha, lembaga pembiayaan, pemerintah pusat dan daerah, serta jejaring alumni.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik pada kesempatan yang sama di Bali secara langsung mengungkapkan Rakernas III APSKI menjadi momentum penting untuk memastikan pendidikan kewirausahaan semakin relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan dunia usaha, potensi daerah, dan agenda pembangunan nasional. Menurut Riza, Indonesia memiliki sumber daya manusia, kreativitas, dan gagasan yang besar. Tantangannya adalah mengubah potensi tersebut menjadi usaha yang produktif, inovatif, bertumbuh, dan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.
“Kita tidak mengharapkan seluruh lulusan menjadi pengusaha. Namun, setiap lulusan perlu memiliki pola pikir kewirausahaan: peka melihat persoalan, kreatif menemukan solusi, berani mengambil keputusan secara terukur, mampu berkolaborasi, dan tangguh menghadapi perubahan,” kata Riza.
Semangat tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Peraturan tersebut menjadi pedoman bersama bagi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, asosiasi, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi.
Load more