News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Detik-Detik yang Menentukan, Langkah Habibie yang Tak Boleh Diketahui Siapapun, Bahkan Ainun

Sudah larut malam, Habibie masih mengikuti perkembangan gerakan massa melalui internet dan TV di ruang kerjanya, terkait desakan mundur pada Presiden Soeharto.
Rabu, 8 Juni 2022 - 07:10 WIB
Presiden RI ke 3, BJ Habibie saat meninjau lokasi kerusuhan di Jakarta, Mei 1998
Sumber :
  • Dok.Sekneg - Buku Detik-Detik yang Menentukan, BJ Habibie

Sudah larut malam sekitar pukul 01.00 WIB, tanggal 21 Mei 1998, Habibie masih mengikuti perkembangan gerakan massa melalui internet dan TV di ruang kerjanya, terkait desakan mundur pada Presiden Soeharto.

Sang istri tercinta, Ainun Habibie, mengingatkan agar Ia segera tidur. Habibie pun mengikuti saran istrinya. Ketika Ia berbaring di tempat tidur, masih terdengar obrolan beberapa anggota pasukan pengamanan yang duduk di bawah jendela kamarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walaupun hampir 20 jam belum beristirahat, ternyata pertanyaan dan pemikiran mengenai keadaan di tanah air saat itu terus mengganggu pikiran Habibie. Ia kemudian berdiri perlahan, karena tak ingin mengganggu ibu Ainun yang sedang tidur.

"Saya menutup bantal dan guling dengan selimut untuk memberi kesan seakan-akan saya berbaring di bawah selimut tersebut. Saya keluar ke tempat saya semula untuk menyusun catatan mengenai langkah-langkah awal dan dasar ataupun prinsip,
sikap, dan kebijakan yang harus saya ambil." tulis Habibie, dalam bukunya Detik-Detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi.

Habibie kemudian mencatat sejumlah kesimpulan yang akan Ia ambil, dimana itu akan menjadi sesuatu yang tak akan ia ceritakan pada siapapun. Kesimpulan penting yang ia ambil ketika itu adalah:

- Saya harus banyak mendengar dan tidak boleh terbuka menceritakan kepada siapa saja apa yang akan saya rencanakan dan lakukan. Termasuk kepada istri, anak,
adik, keluarga, kawan dekat, dan sebagainya saya harus tertutup. Ini adalah keputusan yang harus saya ambil dan yang paling berat dilaksanakan karena bertentangan dengan perilaku, karakter, dan sifat saya yang sangat bebas, terbuka, dan transparan.

- Saya mewarisi bentuk institusi kepresidenan yang sangat berkuasa dalam lingkungan dan budaya feodal. Hal ini harus segera saya akhiri, tanpa memberi kesan yang dapat disimpulkan sebagai “penguasa” yang lemah dan takut.

- Tahanan politik harus segera saya lepaskan dan tidak boleh lagi terjadi bahwa orang yang bertentangan dengan pendapat atau rencana Presiden, harus dimasukkan ke dalam penjara, kecuali mereka yang terbukti telah melaksanakan tindakan kriminal.

- Kebebasan berbicara, kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan pers, dan kebebasan unjuk rasa harus segera dilaksanakan.

- Saya menyadari dan dapat mengerti, jikalau yang pernah dirugikan dalam masa Orde Baru menilai negatif, bahkan bersikap anti kepada saya karena kedudukan  dan kedekatan saya dengan kekuasaan selama hampir 25 tahun lamanya, serta menganggap saya ikut bertanggung jawab atas terjadinya multikrisis yang kita hadapi. Oleh karena itu, sikap saya dalam menghadapi semua persoalan harus arif dan toleran demi persatuan dan kesatuan dua ratus juta lebih penduduk Indonesia.

- DPR dan MPR harus diberi legitimasi yang kuat berdasarkan pemilu yang demokratis. Dan kesempatan terbuka untuk mendirikan partai politik apa saja, diperbolehkan asal tidak melanggar UUD ‘45 dan Ketetapan MPR. Untuk itu saya harus berkonsultasi dengan MPR.

- Sidang Istimewa MPR harus diselenggarakan dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk memberi dasar hukum bagi reformasi dan pemilu yang dibutuhkan. Hanya dengan demikian, suatu  revolusi dan khaos, yang bisa memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dapat dicegah.

- Saya harus segera mengikutsertakan para teknokrat yang berpengalaman, bersama secara proporsional wakil semua fraksi di MPR bekerja sebagai satu tim dalam kabinet, yang dalam waktu sesingkat-singkatnya harus dibentuk.

- Semua kebijakan dan tindakan yang tepat dan berkualitas harus berlangsung rapi, transparan, dan konsisten dengan iktikad dan niat lebih cepat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, seiring dengan perubahan yang terus berkembang tiap detik.

- Kemungkinan terjadinya pengambil alih kekuasaan oleh anggota ABRI minimal, karena tidak ada anggota pimpinan ABRI yang memiliki kharisma yang dapat diterima oleh semua angkatan, darat, udara, laut, dan polisi, untuk memimpin bangsa.

- Semua dasar pemikiran, iktikad dan niat saya ini tidak boleh saya sampaikan kepada siapa pun juga, walaupun ditanya atau dipancing secara langsung atau tidak langsung.

Baca Juga: Ketika Dilantik Sebagai Presiden, Habibie Jusru Merasa Menjadi Manusia yang Paling Kesepian

Catatan penting tentang langkah-langkah yang akan dilakukan, Ia susun hingga menjelang pukul 04.00 dini hari. Catatan 'rahasia' itu sontak membuat Habibie merasa sendirian, menghadapi situasi yang terjadi saat itu.

"Pertama kalinya dalam kehidupan saya, saya merasa seorang diri di dunia ini, dengan lingkungan yang ramah dan baik terhadap saya pribadi." ungkap Habibie.

Foto: Pelantikan Menteri Kabinet Reformasi Pembangunan, 23 Mei 1998 (Dok.Sekneg)

Malam sebelum itu, saat bertemu Presiden Soeharto di Cendana, Soeharto menyampaikan pada Habibie, bahwa Sabtu, 23 Mei 1998, Ia bermaksud mengundang Pimpinan DPR/MPR untuk datang ke Istana Merdeka, untuk menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Presiden setelah Kabinet Reformasi dilantik.

Tapi, yang menjadi pertanyaan Habibie saat itu adalah, Presiden Soeharto tidak menyampaikan alasan pengunduran dirinya, padahal baru saja disusun Kabinet Reformasi. Bahkan setelah dialog yang cukup seru, Soeharto sama sekali tidak menyinggung mengenai kedudukan Wakil Presiden selanjutnya.

"Apa yang sebenarnya dikehendaki Pak Harto tentang saya? apakah saya juga diminta ikut mundur? pertanyaan ini muncul karena Pak Harto sehari sebelumnya dihadapan sejumlah tokoh masyarakat seolah 'meragukan'kemampuan saya" ungkap Habibie.

"Saya tahu persis, Pak Harto sangat menyadari, bahwa Presiden dan Wakil Presiden tidak dipilih salam satu peket. Sebagaimana UUD 45 menyatakan bahwa jikalau Presiden berhalangan, maka Wakil Presiden berkewajiban untuk melanjutkan." lanjutnya.

Dalam kecamuk yang ada dalam pikirannya, membuat Habibie terpaksa bertanya.

"Pak Harto, kedudukan saya sebagai Wakil Presiden bagaimana?"

"Terserah nanti. Bisa hari Sabtu, hari Senin atau sebulan kemudian, Habibie akan melanjutkan tugas sebagai Presiden" jawab Soeharto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soeharto kemudian memeluknya dan mengatakan agar sabar dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Juga meminta Habibie menyelesaikan masalah Ginanjar Kartasasmita dan kawan-kawan.

"Laksanakan tugasmu dan waktu tidak banyak lagi" kata Soeharto yang dikutip Habibie dalam bukunya tersebut. (Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Pramac Yamaha mendapatkan kabar buruk menjelang MotoGP Australia 2026 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang akhir pekan ini.
Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Guncangan melanda warga di Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (20/10). Jelang tengah malam, sebuah gempa bumi magnitudo 5,4 mendadak menggetarkan wilayah tersebut.
Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026, Selasa 20 Oktober antara ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dari Hong Kong.
Idola Khabib Nurmagomedov, Cain Velasquez Dikabarkan Segera Comeback usai 7 Tahun Absen

Idola Khabib Nurmagomedov, Cain Velasquez Dikabarkan Segera Comeback usai 7 Tahun Absen

Kabar comeback legenda UFC Cain Velasquez kembali mencuat setelah tujuh tahun absen dari oktagon. Pelatih Khabib Nurmagomedov, Javier Mendez, mengungkapkan.
Mirip Tamagotchi, Gadget Baru Meta Ini Justru Bisa Membantu Pekerjaan: Bisa Diajak Bicara Tanpa Buka Aplikasi dengan Asisten AI

Mirip Tamagotchi, Gadget Baru Meta Ini Justru Bisa Membantu Pekerjaan: Bisa Diajak Bicara Tanpa Buka Aplikasi dengan Asisten AI

Meta Muse Charm membawa AI ke perangkat mungil yang bisa digantung di gantungan kunci. Bukan sekadar mirip Tamagotchi, gadget ini dirancang untuk membantu
7 Life Hack iPhone yang Jarang Diketahui, Nomor 7 Bisa Menyelamatkan Teks yang Terhapus!

7 Life Hack iPhone yang Jarang Diketahui, Nomor 7 Bisa Menyelamatkan Teks yang Terhapus!

Ada sejumlah fitur iPhone yang bisa mempercepat aktivitas sehari-hari, mulai dari merekam video hingga memulihkan teks. Simak 7 life hack iPhone yang relevan

Trending

Idola Khabib Nurmagomedov, Cain Velasquez Dikabarkan Segera Comeback usai 7 Tahun Absen

Idola Khabib Nurmagomedov, Cain Velasquez Dikabarkan Segera Comeback usai 7 Tahun Absen

Kabar comeback legenda UFC Cain Velasquez kembali mencuat setelah tujuh tahun absen dari oktagon. Pelatih Khabib Nurmagomedov, Javier Mendez, mengungkapkan.
Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Buntut Crash saat Sesi Latihan MotoGP Indonesia 2026, Pramac Pastikan Toprak Razgatlioglu Absen Hingga Akhir Musim

Pramac Yamaha mendapatkan kabar buruk menjelang MotoGP Australia 2026 yang dijadwalkan berlangsung sepanjang akhir pekan ini.
Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG

Guncangan melanda warga di Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (20/10). Jelang tengah malam, sebuah gempa bumi magnitudo 5,4 mendadak menggetarkan wilayah tersebut.
Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026: Menang Comeback atas Wakil Hong Kong, Rachel/Febi Mengaku Masih Beradaptasi dengan Venue

Hasil French Open 2026, Selasa 20 Oktober antara ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan dari Hong Kong.
Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik Sewa Apartemen Harian di Bekasi: Manajemen Grand Kamala Lagoon Tegaskan Patuh Aturan Pemkot

Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola. 
Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas saat Aksi Demo Hari Ini, Berikut Rute Alternatifnya

Kepolisian rilis rute alternatif yang bisa digunakan pengguna jalan untuk hindari kepadatan buntut aksi penyampaian pendapat pada hari ini, Selasa (20/10/2026).
Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Dendam Kesumat di Balik Penembakan Bharatu Valdo di Tangsel: Pelaku Luapkan Amarah kepada Sosok yang Salah?

Kasus penembakan tragis yang menimpa Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai (Bharatu Valdo) di Markas Ditpoludara pada Jumat (16/10) menemui titik terang. 
Selengkapnya

Viral