Menguak Tabir Tewasnya Dokter Internship Cantik di Apartemen Kalibata, Polisi: Korban Tinggal dengan Ibunya
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Menguak tabir kasus tewasnya dokter internship cantik, Siti Zahra Maghfira, pada Minggu (26/7/2026), pasalnya penyebab tewasnya dokter tersebut masih misteri. Bahkan kabar tewasnya dokter tersebut menyedot perhatian publik. Lantas, bagaimana kronologi insiden tewasnya dokter internship cantik, Siti Zahra Maghfira?
Untuk diketketahui, Siti Zahra Maghfira merupakan dokter internship RS Sentra Medika Cisalak. Ia tewas pada Minggu (26/7/2026) siang.
Dari keterangan pihak kepolisian, Kapolsek Pancoran Kompol Mansur, insiden nahas itu pertama kali dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 14.13 WIB.
Kata dia, adanya laporan mengenai seorang dokter yang diduga melompat dari apartemen.
"Benar, ada yang loncat sekitar jam 14.13 WIB. Korban dokter," ujar Mansur saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dr Siti Zahra Maghfira tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum insiden terjadi, sang ibu sempat mengajak korban pergi ke pusat perbelanjaan.
Namun, ajakan itu ditolak. Korban memilih tetap berada di apartemen, sementara ibunya pergi meninggalkan unit.
"Korban tinggal berdua sama ibunya. Saat itu ibunya mengajak pergi ke mal, tetapi korban tidak mau dan tetap di unit," kata Mansur.
Setelah ibunya pergi, korban diketahui mengunci pintu apartemen dari dalam. Tak lama berselang, korban diduga melompat dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.
"Setelah ibunya pergi, pintu dikunci dari dalam oleh korban. Di situlah korban diduga melompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya," tuturnya.
Dalam proses kejadian tersebut, korban sempat tersangkut di balkon sebelum akhirnya terjatuh. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah dr Siti Zahra Maghfira kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti di balik peristiwa tersebut. Mansur menegaskan belum ditemukan bukti yang mengarah pada motif tertentu, termasuk dugaan adanya tekanan dalam pekerjaan.
"Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka," bebernya.
Sebelumnya beredar kabar terkait meninggalnya dr Siti Zahra Maghfira lebih dahulu diumumkan melalui akun Instagram Junior Doctor Network Ikatan Dokter Indonesia (JDN IDI).Â
Dalam unggahannya, organisasi tersebut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya dokter internship RS Sentra Medika Cisalak tersebut.
Menurut informasi dari Asosiasi Program Internship Dokter dan Dokter Gigi Indonesia, dr Siti Zahra Maghfira merupakan alumni Universitas Hasanuddin. Hingga saat itu, penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi.
"Keluarga Besar Junior Doctor Network Ikatan Dokter Indonesia (JDN IDI) turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Dr. Siti Zahra Maghfira - Dokter Internship RS Sentra Medika Cisalak. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya," tulis JDN IDI. (aag)
 Â
Load more