News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berkaca dari Pencuri Ayam di Bali Tewas Dihajar Massa, Pengamat Sosial Soroti Tegas 'Normalisasi Kekerasan'

Pengamat sosial, Devie Rahmawati mewanti-wanti pandangan 'normalisasi kekerasan' usai insiden viral pelaku pencuri ayam di Tabanan, Bali tewas dikeroyok massa.
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:58 WIB
Ilustrasi pengeroyokan
Sumber :
  • tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Pengamat sosial, Devie Rahmawati menyoroti peristiwa pilu seorang pria berinisial KD, terduga pencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Peristiwa terduga pencuri ayam diamuk massa terjadi pada Jumat (24/7/2026), sekitar pukul 01.30 Wita. Aksi main hakim sendiri oleh warga membuat KD tewas hingga video anaknya menangis viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video massa tengah mengamuk mencuri perhatian publik. Devie Rahmawati coba menguraikan tentang aksi main hakim sendiri sehingga memicu pandangan menormalisasi kekerasan yang kini ramai diperbincangkan di ruang jagat maya.

Menurut Devie, aksi main hakim sendiri tidak bisa dilihat semata-mata sebagai ledakan kemarahan individual, baik terjadi secara sesaat maupun berkepanjangan.

"Ini sebuah peristiwa sosial yang terjadi ketika tiga hal bertemu sekaligus," ujar Devie saat dihubungi tvOne, Selasa (28/7/2026).

Seorang anak perempuan di Bali menjerit histeris melihat jenazah ayahnya yang tewas akibat dikeroyok kerana diduga mencuri ayam.
Seorang anak perempuan di Bali menjerit histeris melihat jenazah ayahnya yang tewas akibat dikeroyok kerana diduga mencuri ayam.
Sumber :
  • Tangkapan Layar IG Info Berita Bali

Ia menuturkan ketiga hal yang bertemu dalam satu waktu sebagai pemicu aksi main hakim sendiri. Pertama menyangkut terkait individu maupun kelompok telah melabeli seseorang sangat buruk.

"Adanya cap terhadap seseorang sebagaiorang jahat. Lalu kemudian, hadirnya kerumunan yang saling menguatkan dan munculnya keyakinan bahwa kekerasan tersebut akan dibenarkan oleh kelompok," terangnya.

Ia menyebut fase ini disebut deindividualisasi. Momen tersebut berlangsung ketika seseorang kehilangan kesadaran pribadi untuk bertanggung jawab lantaran berlindung di balik identitas massa.

"Masalah terbesarnya adalah ketika masyarakat dalam kerumunan itu tidak lagi melihat orang yang dituduh sebagai manusia, tetapi sebagai orang yang dicap sebagai pencuri, pelaku, atau orang jahat," bebernya.

Menurutnya, terduga pelaku telah dicap buruk. Hal ini membuat KD dinilai sebagai pencuri, pelaku hingga orang jahat menyebabkan hewan ternak warga sekitar hilang secara misterius.

"Inilah makanya kekerasan massa itu justru dimulai ketika seseorang berhenti dipandang sebagai manusia dan hanya dipandang sebagai kesalahannya," bebernya.

Bagi Devie, hal yang perlu ditelaah lebih dalam bukan hanya berasal dari satu peristiwa kekerasan saat massa menghajar terduga pelaku. Kekhawatiran terjadi pada proses dari normalisasi kekerasan.

"Apalagi ketika masyarakat mulai berkata, 'wajar dipukul' atau misalnya, 'pantaslah dihajar', atau misalnya 'biarin aja biar kapok'," tuturnya.

Pandangan ini membuat tindakan yang seharusnya tidak dibenarkan justru menjadi sesuatu diterima secara sosial. Kondisi tersebut mendorong massa melakukan aksi main hakim sendiri.

"Ini menjadi pesan sosial yang disaksikan banyak orang termasuk anak-anak bahwa orang yang dianggap bersalah boleh diperlakukan tanpa batas. Pesan ini yang justru sangat berbahaya bagi masa depan masyarakat kita sendiri," katanya.

Sebelumnya, sebuah video viral mendadak mengguncang publik. KD terekam meninggal dunia akibat menjadi korban diamuk massa.

Suasana duka menyelimuti rumah duka di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Hal itu berlangsung saat jenazah KD tiba dan disambut tangis histeris anak bungsunya yang menjadikan peristiwa ini viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani menjelaskan kronologinya. Peristiwa ini bermula bahwa KD diduga tertangkap tangan ketika mencuri seekor ayam milik seorang warga berinisial IWAS (31).

"Aksi pencurian tersebut diketahui warga dan memicu kemarahan spontan dari masyarakat setempat, mengingat di wilayah tersebut sudah sering terjadi kasus kehilangan ayam sebelumnya, sehingga warga merasa resah dan geram," kata Wiwik, Minggu (26/7/2026).

Warga yang tersulut emosi, kata Wiwik, mereka langsung mengeroyok KD sampai meninggal dunia di tempat kejadian pada Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 01.30 Wita. Warga yang mengeroyok juga membakar sepeda motor diduga dipakai oleh terduga pelaku.

Petugas dari Polsek Baturiti pun tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 Wita. Sayangnya terduga pelaku sudah dalam kondisi meninggal dunia yang membuat polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Sementara, Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati mengungkapkan kabar terbaru dari hasil penyelidikan tewasnya terduga pelaku mencuri ayam di Tabanan. Polisi menetapkan lima orang tersangka dan masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND.

"Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai dan kondusif," kata Putu Bayu.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fore Ungkap Fakta Sebenarnya soal Insiden 5,7 Juta Data Pelanggan Bocor, Minta Pengguna Segera Lakukan Hal Ini

Fore Ungkap Fakta Sebenarnya soal Insiden 5,7 Juta Data Pelanggan Bocor, Minta Pengguna Segera Lakukan Hal Ini

Fore buka suara soal insiden akses tanpa izin yang berdampak pada data 5,7 juta akun pelanggan. Simak data yang terdampak dan imbauan penting untuk pengguna.
Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Kekerasan sebelum Pembunuhan Istri Siri di Madiun

Komnas Perempuan Desak Polisi Usut Kekerasan sebelum Pembunuhan Istri Siri di Madiun

Komnas Perempuan mengingatkan penyebutan motif cemburu atau emosi pada kasus pembunuhan sadis di Madiun Jatim berisiko menormalkan kekerasan terhadap korban.
Nova Arianto Sempat Khawatir Amar Brkic Gabung Borneo FC, Ini Alasannya

Nova Arianto Sempat Khawatir Amar Brkic Gabung Borneo FC, Ini Alasannya

Nova Arianto mengaku sempat khawatir saat Amar Brkic meninggalkan Jerman untuk Borneo FC. Namun, menit bermain dan gol sang pemain membuatnya kini merasa lega.
Nyaris Bergabung dengan Ducati di MotoGP Musim Ini, Pedro Acosta Malah Bersyukur Hal Tersebut Batal Terjadi

Nyaris Bergabung dengan Ducati di MotoGP Musim Ini, Pedro Acosta Malah Bersyukur Hal Tersebut Batal Terjadi

Pedro Acosta mengungkapkan jika dirinya bersyukur tidak jadi meninggalkan KTM dan bergabung dengan Ducati di MotoGP musim ini.
Timnas Indonesia U-20 Bakal TC di Turki, Amerika Serikat dan Yordania Jadi Lawan Uji Coba

Timnas Indonesia U-20 Bakal TC di Turki, Amerika Serikat dan Yordania Jadi Lawan Uji Coba

Nova Arianto menyiapkan TC Timnas Indonesia U-20 di Turki pada November 2026. Amerika Serikat dan Yordania jadi lawan uji coba, Ousmane Camara ikut dipantau.
Jumlah Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan Bertambah, Akses Layanan Rujukan Makin Luas

Jumlah Rumah Sakit Mitra BPJS Kesehatan Bertambah, Akses Layanan Rujukan Makin Luas

BPJS Kesehatan menambah 66 fasilitas kesehatan mitra, sehingga totalnya menjadi 3.287 rumah sakit dan klinik utama mulai 1 November 2026.

Trending

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mendapatkan kabar baik usai dicadangkan oleh Rayo Vallecano. Itu terjadi dalam laga kontra Recreativo Huelva pada pentas Copa del Rey.
Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Divpropam Mabes Polri melakukan pemeriksaan intensif terhadap perwira menengah Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Herwiyanto. Kapolda Jatim
NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 akan segera hadir pada 4–7 November di ICE BSD City untuk memperkuat kolaborasi industri peternakan dan pertanian Indonesia.
5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi. Salah satu yang dikatakannya, yakni “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi".
Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Menanggapi kabar tersebut, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono belum menjelaskan secara detail mengenai duduk perkara terkait hal tersebut.
Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada

Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menang dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Kanada, dengan 74.479 suara. Kenali profil dan perjalanan.
Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update daftar pemain Timnas Voli Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk musim 2026-2027. Megawati Hangestri kini bukan satu-satunya, usai Luvi Febrian Nugraga menambah daftar nama pevoli Indonesia yang bermain abroad.
Selengkapnya

Viral