News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bercermin dari Maling Ayam Tewas di Bali, Apa Penyebab Maraknya Aksi Main Hakim Sendiri ke Pelaku Pencurian?

Komisioner Kompolnas menyoroti fenomena semakin marak aksi main hakim sendiri setelah insiden terduga pelaku maling ayam di Bali tewas dikeroyok oleh massa.
Rabu, 29 Juli 2026 - 07:31 WIB
Ilustrasi pengeroyokan
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Jakarta, tvOnenews.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Yusuf Warsyim menyoroti fenomena semakin marak aksi main hakim sendiri kepada pelaku pencurian.

Ia membahas hal ini tak lepas adanya insiden seorang maling ayam aduan berinisial KD tewas. Terduga pelaku meninggal dunia pasca diamuk massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Yusuf, aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan. Aturan ini telah berlaku sesuai dengan hukum yang ditetapkan di Indonesia.

"Itu tidak boleh. Selanjutnya memang yang menjadi persoalan itu mengapa ada perilaku main hakim sendiri?," ujar Yusuf saat dihubungi tvOne, Selasa (28/7/2026).

Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali
Kronologi Pria Tewas Dihakimi Massa Usai Kepergok Maling Ayam di Bali
Sumber :
  • Instagram @wijaya_uqu

Ia mengacu dari data didasari evidence based. Bukti mengenai perilaku main hakim sendiri sebenarnya tidak hanya terjadi akhir-akhir ini, termasuk pencuri ayam dikeroyok massa hingga meninggal dunia.

"Tapi di dalam konteks kita berhukum itu memang ada perilaku itu dan dari dulu itu ada," lanjutnya.

Ia kembali mengulas maraknya perilaku main hakim sendiri yang terjadi pada awal 2000-an. Ia mencontohkan pencopet atau pencuri yang kepergok warga berujung diamuk massa.

Ia mengulas dua faktor secara umum terkait bisa terjadinya aksi main hakim sendiri. Faktor pertama yakni dari masyarakat itu sendiri.

Lanjut Komisioner Kompolnas, biasanya pemicu dari faktor tersebut akibat kurangnya pemahaman dan kesadaran hukum. Selain itu, keresahan juga menjadi gelombang amarah sehingga terjadi aksi main hakim sendiri.

"Ketika ada kesadaran dan pemahaman hukum yang kurang tapi keresahan yang lebih tinggi, maka itu berpotensi menimbulkan perilaku main hakim sendiri. Itu adalah faktor dari masyarakat," bebernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Faktor lainnya berasal dari penegakan hukum. Menurut Yusuf, pemicu pada bagian ini disebabkan aparat kepolisian belum bisa menjawab semua keresahan dari masyarakat.

"Apabila pada aspek penegakan hukum itu belum memberikan respon positif, tidak terungkap kasusnya itu misalnya di satu wilayah sudah sering terjadi marak pencurian dan menimbulkan keresahan dan proses hukumnya belum memperlihatkan positif, itu berpotensi menimbulkan perilaku main hakim sendiri," bebernya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

FIFA Berpotensi Kucurkan Dana Rp361 Miliar untuk PSSI, Ini Alasannya

FIFA Berpotensi Kucurkan Dana Rp361 Miliar untuk PSSI, Ini Alasannya

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berpeluang mendapatkan suntikan dana hingga ratusan miliar rupiah dari FIFA.
Pesan Prabowo ke Pamong Praja Muda: Jalan Hidup yang Saudara Pilih, Bukan Jalan yang Mudah

Pesan Prabowo ke Pamong Praja Muda: Jalan Hidup yang Saudara Pilih, Bukan Jalan yang Mudah

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa menjadi Pamong Praja Muda bukan sekadar menyandang status sebagai aparatur negara, melainkan memilih jalan pengabdian yang menuntut pengorbanan, integritas, dan kesiapan melayani masyarakat di mana pun ditugaskan, termasuk di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Prabowo Tegas ke Lulusan IPDN: Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Aparatur Korup

Prabowo Tegas ke Lulusan IPDN: Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Aparatur Korup

Presiden Prabowo Subianto melontarkan, peringatan keras kepada 1.204 Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) agar menjadi aparatur yang melayani rakyat, bukan memperumit pelayanan publik.
Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juli 2026 Merosot, Kini Jadi Rp2.601.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini 29 Juli 2026 Merosot, Kini Jadi Rp2.601.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini 29 Juli 2026 terpantau merosot Rp12.000 menjadi Rp2.601.000 per gram.
Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda, Sumpah Siap Berkorban untuk Negara

Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda, Sumpah Siap Berkorban untuk Negara

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.204 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 sebagai Pamong Praja Muda, dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Lapangan Parade Kampus IPDN
Rupiah Melemah ke Rp18.106 per Dolar Meski Pasar Mulai Optimis Penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI

Rupiah Melemah ke Rp18.106 per Dolar Meski Pasar Mulai Optimis Penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI

Rupiah melemah ke Rp18.106 per dolar AS meski pasar mulai optimis penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI.

Trending

Jadwal Taipei Open 2026, Rabu 29 Juli: Ubed Lawan Justin Hoh, Leo/Daniel Main

Jadwal Taipei Open 2026, Rabu 29 Juli: Ubed Lawan Justin Hoh, Leo/Daniel Main

Jadwal Taipei Open 2026 hari ini Rabu (29/7/2026), di mana ada sejumlah wakil Indonesia akan unjuk gigi termasuk Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed hingga Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Disemprot Menteri HAM: Semoga Cuma Guyonan

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Disemprot Menteri HAM: Semoga Cuma Guyonan

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai memberikan tanggapan kritis terkait sayembara berhadiah uang tunai bagi warga yang berhasil menangkap begal, yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 
Harapkan Ada Evaluasi Menyeluruh, dr. Ngabila Salama Turut Berduka Adanya Dokter Internship Tutup Usia

Harapkan Ada Evaluasi Menyeluruh, dr. Ngabila Salama Turut Berduka Adanya Dokter Internship Tutup Usia

Beberapa waktu ini, media sosial diramaikan dengan kabar kepergian seorang dokter internship bernama dr. Siti Zahra Maghfira.
Terungkap! Chat Lama Sarwendah soal Rumah Dilelang Dibuka Pihak Ruben Onsu, Ternyata Sudah Dibahas Sejak 2025

Terungkap! Chat Lama Sarwendah soal Rumah Dilelang Dibuka Pihak Ruben Onsu, Ternyata Sudah Dibahas Sejak 2025

Perselisihan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, belum kunjung reda. Kali ini, pihak Ruben menyoroti polemik rumah yang belakangan ramai.
Ramalan Zodiak 30 Juli 2026: Leo Paling Untung, Virgo Evaluasi Pengeluaran

Ramalan Zodiak 30 Juli 2026: Leo Paling Untung, Virgo Evaluasi Pengeluaran

Ramalan zodiak 30 Juli 2026 soal keuangan mengungkap zodiak paling beruntung hari ini, lengkap angka keberuntungan dan zodiak yang perlu evaluasi pengeluaran.
Usai Bentrokan Maut di Matraman Menteng, Warga: Tidak Usah Takut Berdagang karena Kita Sudah Damai

Usai Bentrokan Maut di Matraman Menteng, Warga: Tidak Usah Takut Berdagang karena Kita Sudah Damai

Warga pegangsaan mengajak pedagang dan warga sekitar kembali berdagang pasca bentrokan maut di Jalan Matraman Dalam hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
SAP University Alliances Beri Tiga Penghargaan ke Perguruan Tinggi Ini

SAP University Alliances Beri Tiga Penghargaan ke Perguruan Tinggi Ini

Pesatnya transformasi digital global, kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri menjadi fondasi utama dalam melahirkan talenta yang kompeten dan berdaya saing.
Selengkapnya

Viral