Gubernur DKI Perkuat Budaya Betawi, dari Busana Adat hingga Kelembagaan Adat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berkomitmen menjadikan kebudayaan Betawi bagian utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global melalui kebijakan, penguatan ruang ekspresi budaya, serta penataan kelembagaan adat masyarakat Betawi.
"Pengarusutamaan budaya Betawi tidak hanya diarahkan pada pelestarian simbol, tetapi juga pada penguatan peran masyarakat dan pewarisan nilai kepada generasi muda,” kata Gubernur Pramono saat menghadiri Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Jakarta, Sabtu.
Ia menegaskan Jakarta harus tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan karakter yang membentuknya.
Menurut Pramono, kemajuan kota harus berjalan beriringan dengan perlindungan identitas, sejarah, dan nilai-nilai masyarakat Betawi.
Ia menambahkan masyarakat Betawi memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah dan perjalanan Jakarta melalui nilai-nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, serta semangat kebangsaan.
“Nilai-nilai luhur inilah yang membentuk Jakarta sebagai kota yang majemuk,” kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga telah menjalankan sejumlah kebijakan untuk memperkuat kehadiran budaya Betawi dalam kehidupan kota.
Langkah tersebut antara lain penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, penguatan ornamen dan nuansa Betawi di ruang publik, serta penyusunan kelembagaan adat masyarakat Betawi.
Kebijakan itu sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Pramono berharap FBR terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Betawi, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap identitas budayanya.
“Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya,” kata dia.
Pramono menyampaikan selamat merayakan Milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar Forum Betawi Rempug. Seperempat abad perjalanan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, merawat budaya Betawi, dan meneguhkan persatuan dalam membangun Jakarta.
“Kontribusi FBR selama seperempat abad dalam merawat budaya Betawi, memperkuat kebersamaan, dan menjaga kondusivitas kota,” kata dia
Milad FBR yang mengangkat tema "Merawat Akar, Merajut Masa Depan" dinilai sejalan dengan arah transformasi Jakarta. Gubernur Pramono menilai kegiatan doa lintas iman yang melibatkan perwakilan enam agama mencerminkan kuatnya toleransi dan semangat hidup bersama di Jakarta.
“Doa lintas iman yang melibatkan enam agama menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Jakarta. Semangat saling menghormati ini harus terus kita jaga bersama agar kota ini tetap aman, harmonis, dan terbuka bagi siapa saja,” kata dia.
Sementara itu, Imam Besar FBR, Lutfi Hakim, menyampaikan Milad ke-25 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali tanggung jawab organisasi dalam menjaga martabat masyarakat Betawi dan masa depan Jakarta.
Lutfi mengatakan perjalanan FBR selama seperempat abad diwarnai berbagai dinamika. Namun, komitmen organisasi terhadap Jakarta dan masyarakat Betawi tetap menjadi pijakan utama.
Menurut dia selama seperempat abad ini FBR telah melewati banyak musim. Kami pernah dipuji, disalahpahami, bahkan dicaci maki.
“Kami pernah berdiri di depan, dan pernah berada di belakang. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah, kami tidak akan pernah berhenti mencintai Jakarta dan tidak pernah berhenti mencintai Betawi,” kata dia. (ant/aag)
Load more