Forkopimda Jatim dan Sejumlah Ormas hingga Mahasiswa Gelar Deklarasi Damai, Komitmen Jaga Kerukunan Bangsa
- Istimewa
Satu, menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan utama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dua, menghormati segala perbedaan sebagai kekayaan bangsa yang luhur.
Tiga, mengamalkan etika bermedia dengan menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab.
Empat, menolak tegas: hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan segala bentuk perpecahan.
Lima, menyelesaikan setiap perbedaan dengan dialog dan musyawarah.
Enam, memperkuat gotong royong dan kearifan lokal sebagai perekat persatuan.
“Kami berkomitmen menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Hamid.
Pembacaan deklarasi kemudian dilanjutkan dengan penandatangan Pakta Kesepahaman dan Komitmen Bersama yang secara simbolis dilakukan oleh Kapolda Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Pangdam Brawijaya, Ketua PSHT 16, Ketua PSHT 17, dan Ketua Maluku Satu Rasa (M1R).
Hadir dalam acara tersebut di antaranya Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, Ketua FKUB Jawa Timur, A. Hamid Syarif.
Kemudian, hadir pula Ketua Ketua MUI Jawa Timur, Ketua PSHT 16, Ketua PSHT 17, Ketua Pemuda Pancasila, Perwakilan GP Ansor, Kelompok Maluku Satu Rasa (M1R), Kelompok Aliansi Madura Indonesia, Kelompok Organisasi Cipayung Plus, BEM Nusantara hingga perwakilan berbagai organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan lainnya. (muu)
Load more